
Begitu mendapatkan persetujuan dari Daddy nya, Arvan mulai menyusun rencana untuk membuat efek jera pada Riko si bajingan.
Arvan tentu tidak bisa bekerja sendiri ia mengajak Al untuk membuat sekutu, Arvan juga mengajak anak buah Daddy nya walaupun mungkin rencana dari Arvan namun Daddy Andra tetap memfasilitasinya dengan mengirimkan anak buah terbaiknya.
"Yuk Kak kita pulang, udah sore nanti Mommy nyariin"ajak Arvan karena Kakaknya malah kembali sibuk dengan dokumen-dokumen dan juga komputer lipatnya.
"Iya sebentar lagi ini tanggung soalnya"jawab Silla cepat.
Karena kejadian tadi Silla harus lembur dan membawa sebagian pekerjaanya ke rumah.
\=
Ketika malam hari tiba semuanya berkumpul untuk makan malam, kali ini ada tambahan anggota keluarga yaitu Al yang memang sudah membuat janji dengan Arvan untuk membahas tentang tugas kuliah dan juga tentang rencana lanjutan mengenai pembalasan pada Riko.
"Selamat makan jangan lupa berdoa dulu"ucap Belva mengingatkan.
Suasana makan tampak hening hanya ada suara dentingan sendok dan juga garpu, mereka larut dalam pikiran masing-masing.
"Makan nya kok sedikit Kak? ga suka ya sama makanannya?"tanya Belva memecah keheningan.
"Suka kok Mom, tapi aku cuma masih kenyang aja jadi makan nya sedikit"jawab Silla ia memang masih kenyang karena tadi sore kan ia menghabiskan beberapa potong cake dan cookies dari Rendi.
__ADS_1
Bodoh batin Silla.
Semenjak kembali ke kantor Silla melupakan Rendi, dunianya teralihkan karena dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.
"Semuanya aku duluan ya"ucap Silla lalu pamit kembali ke kamarnya.
Ia harus buru-buru mengambil ponselnya dan mengabari Rendi.
"Bodoh kenapa bisa lupa sih"guman Silla sambil mencari-cari ponselnya yang ternyata sedang di charger.
Setelah menemukan ponselnya kini ia malah kebingungan untuk mengirim pesan apa, saking bingungnya Silla tidak menyadari jika tangannya malah menekan tombol telpon.
Sontak membuat Silla terkejut bukan main, ia jadi salah tingkah sendiri dan mengatur deru nafasnya mencoba untuk tenang.
"Waalaikumsalam Ren, maaf aku ganggu ya?"tanya Silla setelah berhasil menguasai dirinya.
"Haii Engga kok, gimana kamu udah perasaan kamu udah tenang kan?"
"Alhamdulillah udah tenang, makasih ya udah nolongin aku makasih juga udah ngajak aku ke danau tadi pokoknya makasih untuk semuanya"ucap Silla akhirnya setelah tadi ragu bicara.
"Sama-sama udah ya makasih nya dari tadi makasih terus, oh iya ada apa telpon? tumben loh biasanya juga aku yang telpon duluan".
__ADS_1
"Engga, cuma mau bilang makasih aja udah itu aja"
Tidak ada jawaban dari Rendi tapi terdengar suara Rendi yang berbicara dengan asistennya sepertinya Rendi masih di kantornya.
"Yaampun gara-gara aku dia jadi harus lembur begini"batin Silla.
"Silla maaf ya tadi ngomong apa?"ucap Rendi menyadarkan Silla.
"Kamu masih di kantor ya?"tanya Silla to the point.
"Hmm iya masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini"
"Oh iya silahkan, jangan lupa makan ya dan semangat juga satu lagi jangan terlalu malam pulangnya aku tutup ya"
Setelah mengakhiri telpon nya Silla jadi kepikiran, ia merasa kasihan pada Rendi namun Silla tidak bisa berbuat apa-apa ia tidak mungkin datang ke kantor Rendi malam-malam begini yang ada Mommy dan Daddy nya akan marah.
"Kirimin dia makanan deh siapa tahu dia belum makan kan"gumam Silla lalu membuka aplikasi delivery makanan dan memilih makanan yang cocok dan enak untuk dikirim.ke kantor Rendi.
"Semoga dia suka"ucap Silla tersenyum setelah berhasil melakukan transaksi.
Kini barulah Silla bisa fokus dengan pekerjaanya.
__ADS_1