Janda Perawan

Janda Perawan
Muhammad Arvan Bratajaya


__ADS_3

Andra tidak henti-hentinya menyemangati Belva yang berjuang melahirkan Anak mereka.


satu jam yang lalu Andra berniat memanggil Belva untuk Makan tapi ia malah melihat Belva terduduk di lantai kamarnya dan mengeluarkan begitu banyak air ketuban, lantas ia langsung mengangkat Belva keluar sambil memanggil Bundanya, Andra langsung membawa Belva ke rumah sakit ibu dan anak yang tidak jauh dari Rumahnya, Bunda tidak ikut karena memilih menyiapkan semua perlengkapan Belva dan nanti akan menyusul bersama Ayah dan Silla.


" Ayo Sayangg, kamu pasti Bisa Sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita" ucap Andra menyemangati Belva


Andra ikut menangis melihat perjuangan istrinya membawa beban selama kurang lebih 9 bulan dan sekarang harus berjuang antara hidup atau mati demi melahirkan seorang anak kedua belum lagi setelah anaknya lahir nanti.


Belva mencengkram kuat tangan Andra, ia bahkan tidak sengaja sampai mencakarnya.


setelah berjuang hampir setengah jam lamanya akhirnya Anak pertama mereka lahir, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,5kg dan panjang 46 cm.


" Terimakasih kamu memang ibu yang hebat"


Andra mengecup kening Belva sekilas ia sanhat bersyukur


"Sayang lihat anak kita sudah lahir, di sangat mirip dengaku" ucap Andra menangis terharu melihat anaknya


Belva hanya menangis terharu melihat dan mendengar Anaknya menangis saking bahagianya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata anaknya lahir dengan sehat dan selamat.


Selesai di bersihkan, Bayi diserahkan kepada Andra untuk di adzani setelah itu baru diberikan kepada Belva untuk melakukan skin to skin dengan Insiasi menyusui dini (IMD).


Belva tersenyum karena pertama kali merasakan menyusui anaknya.


\=\=\=

__ADS_1


Bunda dan Ayah serta Silla menunggu di luar Ruangan, tidak lama kemudian datang Mama dan Papa Belva.


" Bagaimana sudah ada kabar ?" tanya Mama khawatir


" Belum Jeng"


tiba-tiba mereka mendenger tangisan bayi, Bunda dan Mama berpelukan karena beryukur akhirnya Cucu mereka sudah lahir kedunia.


Belva sudah di pindahkan ke ruangan perawatan dengan bayinya Andra terua menemani Belva yang sekang sedang tertidur karena kelelahan.


Para Orangtua beserta Silla lalu masuk ke ruangan untuk melihat Hasil Karya Belva dan Andra.


"


mereka langsung terpana melihat wajah ganteng Baby mungil yang baru lahir.


" mirip banget Andra ya"


" Hallo Adik, ini Kakak"


Andra hanya menggeleng melihat Para Orang tua dan Silla yang sibuk dengan anaknya yang baru lahir itu bukannya menanyakn keadaan Belva.


" Selamat nak, kamu sudah jadi Ayah, kamu harus bisa jadi Ayah yang baik untuk anak-anakmu " ucap Ayah memberi selamat Pada Andra.


karena saking berisiknya Belva terbangun dan melihat Para orang tua sudah berkumpul.

__ADS_1


" Sayang Haus tolong ambilkan minum" ucap Belva pada Andra yang duduk di sebalahnya


Andra tersenyum lalu segera mengambilkan segelas air yang terisi penuh dan menyerahkan Pada Belva, Karena sangat Haus Belva menghabiskan segelas air.


" terimakasih ya Sayang" ucap Andra mengecup kening Belva


" Iya sayang"


" Selamat Nak kamu sudah jadi ibu, Mama bangga padamu" ucap Mama memeluk Belva.


" terimakasih Ma"


" oh iya namanya siapa ?" tanya Ayah yang sangat penasaran.


Andra melirik sekilas pada Belva yang paham langsung mengangguk


"Muhammad Arvan Bratajaya"


" Hallo Baby Arvan, selamat datang kedunia Sayang" ucao Bunda pada Arvan yang di gendongnya


" lihat dia tersenyum, dia menyukai nama itu" ucap Papa


" Hallo Adik Arvan, ini Kakak Silla cepatlah besar suapaya nanti kita main" ucap Silla dengan kepolosannya yang membuat semua orang gemas.


mungkin karena kehausan, Baby yang sedang di gendong oleh Bunda langsung menangis.

__ADS_1


Bunda lalu menyerahkan Baby Arvan pada Belva untuk di beri asi. para orang tua lalu keluar meninggalkan Keluarga Kecil Andra .


__ADS_2