
Semenjak Silla memperketat keamanan perusahaanya, sekarang tidak ada lagi paket ataupun buket dari pengirim misterius semuanya sudah aman dan terkendali.
Namun Silla sampai saat ini masih sangat penasaran tentang siapa si pengirim buket mawar, Silla sudah bertanya pada adiknya Arvan karena dialah yang mengurus si pelaku misterius itu.
Dan jawaban Arvan slalu saja sama ia akan menjawab hanya orang asing dan Silla tidak perlu memikirkannya karena Arvan sudah membereskannya.
Padahal bukan Silla yang memberitahu tentang buket tapi entah tau darimana adiknya itu, Arvan sangat gerak cepat sekali.
"Udah jangan terlalu di pikirkan, yang penting sekarang kan dia ga ngirim kamu buket lagi"ucap Rendi di ujung telpon, Silla sudah beberapa kali curhat perihal si pelaku dan Rendi hanya menjadi pendengar.
Rendi memang terlihat diam saja tapi dia diam-diam diajak kerja sama dengan Arvan untuk menangkap si pelaku, bukan masalah karena buketnya tapi ternyata isi di buketnya ada sesuatu seperti kamera pengintai yang sengaja di pasang, dan itu yang membuat Arvan dan Rendi marah.
__ADS_1
"Iya iya, aku udah lupain kok soalnya ada yang lebih penting"ucap Silla mengulum senyum.
Terjadi keheningan beberapa saat, sepertinya Rendi tengah mengingat hal penting yang di maksud oleh Silla.
"Nah iya, lebih baik memikirkan tentang pertemuan aku dan keluarga kamu aja"ucap Rendi santai padahal degup jantungnya berpacu dengan keras ia begitu gugup.
Sementara Silla tertawa, ia tahu jika Pacarnya tengah menahan gugup padahal hanya makan malam biasa.
"Masa sih kayanya aku bakal biasa aja deh wkwkwk"ucap Silla padahal sejujurnya apa yang diucapkan Rendi benar adanya, Silla sempat berpikir bagaimana caranya supaya tidak terlalu gugup jika bertemu nanti.
Padahal sebelumnya Silla pernah bertemu dengan Ayahnya Rendi yang dulu sempat memuji dirinya tapi jika bertemu diluar konteks pekerjaan yang belum Silla tau siapa tau mungkin ada perbedaan atau mungkin sama saja.
__ADS_1
Acara makan malam akan dilaksanakan malam ini, Rendi sudah menyiapkan beberapa hal sebelum bertemu dengan calon mertuanya hari-hari sebelumnya bahkan Rendi bertanya pada teman-temannya yang sudah menikah bukannha di bantu malah diejek tapi meskipun begitu mereka juga tetap memberitaukan.
"Yaudaah sama ketemu nanti, aku ada meeting sebentar ya Sayang see u"ucap Rendi pamit pada Silla.
Masih pukul 4 sore Rendi masih ada meeting dengan bagian internal perusahaanya, karena sebelumnya Rendi sempat mengubah sedikit agenda kerjanya supaya tidak menganggu acara makan malam nanti, karena begitu sangat penting mungkin menyangkut masa depannya nanti.
sama halnya dengan Rendi, Silla juga masih bekerja di ruangannya ada beberapa dokumen yang harus ia kerjakan sebelum pulang, ia bahkan menyerahkan hampir sebagian pada adiknya Arvan karena takut tidak ada waktu nanti pasalnya Mommynya sudah mewanti-wanti Silla untuk pulang pukul 5 sore jangan sampai telat.
Arvan juga senantiasa membantu sang kakak, walaupun sebenarnya pekerjaanya sudah begitu banyak, bahkann urusan lainpun menunggu untuk Arvan kerjakan seperti menghukum si pengirim buket pada Kakaknya.
Sebenarnya sampai saat ini Arvan belum melakukan apapun pada si pengirim ia hanya memberikan peringatan melalui anak buahnya dan sedikit ancaman supaya ada efek jera sepertinya untuk saat ini aman-aman saja namun Arvan sudah menempatkan beberapa orang untuk tetap mengawasi gerak gerik si pengirim.
__ADS_1
Arvan tidak mau sampai kecolongan seperti beberapa hari yang lalu, sungguh kejadian itu membuat Arvan sempat menyalahkan diri namun sang calon kakak ipar membantu menenangkannya.