Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Selama Kakaknya dinas ke Bali, Arvan mengambil


alih semua pekerjan kantor, mungkin karena sudah dilatih sebelumnya dengan Kakaknya dan juga Daddnya, Arvan tidak menemukan kesulitan sama sekali ia bahkan dengan cekatan mengerjkam pekerjaan tepat waktu.


Meski sibuk dengan perusahaaan, Arvan tetap memantau Kakaknya yang ada di Bali lewat orang suruhannya.


Arvan senang ketika mendapat kabar jika Sang Kakak akhirnya meresmikan hubungannya dengan Rendi.


"Aku turut senang Kak"gumam Arvan ketika melihat foto-foto Sila yang tersenyum manis dengan Rendi di sampingnya.


Bagi Arvan kebahagiaan Kakak dan keluarganya yang penting, karena ia menjadi anak laki-laki satu-satunya keluarga Bratajaya saat ini, mungkin jika adiknya lahir nanti dan ternyata laki-laki Arvan tetap akan membimbing mereka dengan baik.


Arvan tidak sabar menunggu Kakaknya pulang, apakah Silla akan bercerita tentang hubungannya dengan Rendi atau tidak tapi semoga Kakaknya jujur karena Arvan yakin Mommy dan Daddynya pasti senang mengetahui hubungan Kakaknya


"Daddy udah pasti mendukung tapi kalo Mommy udah pasti senang namun mungkin Kak Silla harus siap-siap mendengar ceramahan panjang lebar dari mommy"batin Arvan cekikikan membayangkan jika sampai itu benar-benar terjadi.

__ADS_1


Mommy memang sangat overprotektif pada anak-anaknya apalagi pada Kakak dan adik perempuannya padahal tanpa sepengetahuan Arvan Belva sudah lebih dulu tahu tentang Rendi.


Keesokan harinya, jadwal kepulangan Silla niatnya Arvan yang akan menjemputnya namun ternyata tidak bisa karena ada meeting dadakan, alhasil Arvan hanya menyuruh supir.


"Kau sudah suruh supir menjemput kakakmu?"tanya Andra karena kebetulan mereka berdua tengah mengikuti rapat bersama.


"Sudah Dad, mungkin sudah sampai tadi aku bilang stand by aja disana"jawab Arvan namun tatapannya malah fokus ke arah ipad miliknya.


Andra terdiam menatap Putranya, ia sangat bersyukur di berikan putra seperti Arvan, ia begitu mirip dengan dirinya di kala muda, selain wajah yang mirip sikap dan sifatnya juga menurun darinya namun ada rasa iri Andra pada Arvan jika saat muda ia akan hanya akan fokus bekerja dan kuliah karena tidak punya teman karena ia seorang anak Tunggal, makanya justru itu Andra ingin memiliki banyak anak supaya anak-anaknya tidak kesepian dan ada yang menjaga mereka.


Seharusnya meetingnya besok tapi ternyata harus mundur dari jadwal karena permintaan si klien, dan Arvan menyetujuinya lebih cepat lebih baik walaupun ia harus mengikari janjinya pada sang Kakak tapi Arvan sempet menelpon Silla dan memberitahukannya dan syukurlah Sila mengerti toh hanya perihal menjemput tidak masalah jawaban Silla ketika di telpon tadi.


Setengah jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di Kota B, di perusahaan si Klien hari ini jadwalnya membahas kerjasama dan membahas beberapa program yang akan di buat.


"Kau siap nak?"tanya Arvan begitu mereka tiba di lobby perusahaan.

__ADS_1


"Siap Dad"jawab Arvan mantap. ia yakin bisa melakukannya apalagi di dampingi langsung oleh Daddynya.


Begitu tiba di Lobby mereka berdua sudah di sambut oleh Si Klien dan mereka langsung menuju ke ruang Rapat.


###


Hallo Semuanya


Apa Kabar? udah berbulan-bulan ya ga nyapa kalian semua. mana nih ada yang masih nungguin cerita ini lanjut ga? semoga ada ya hehehe.


Pertama-tama aku minta maaf ya udah menghilang dan ga update cerita, di karenakan sedang fokus KKN mohon maaf yaa, bukannya tidak menyempatkan tapi selain karna KKN, juga ada sedikit masalah ya yang tidak bisa aku ceritakan mohon maklmun ya teman-teman semua.


Mungkin kedepannya juga akan sibuk lagi mengingat sebentar lagi aku udah mulai nyusun skripsi tapi insyaallah aku akan mengusahakan untuk update sekali lagi mohon maaf ya dan terimakasih untuk teman-teman yang masih stay dengan JP.


See u next cerita guyss

__ADS_1


__ADS_2