Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Kak Daniel sangat bangga pada anaknya ia tahu jika Alfan kurang tertarik pada dunia bisnis namun ia dengan ikhlas membantu pekerjaan Kak Daniel di kantor tidak jarang dirumahpun Alfan membantunya.


"Kenapa Pi liatin Al sampai segitunya?"tanya Alfan karena sedari tadi Papinya memperhatikannya.


"Gapapa kok, oh iya makan siang hari ini di kantor aja ya"


"Iya Pi, lagi pula Al males keluar apalagi jam segini, para karyawan Papi tuh kalo liat Al kaya hewan yang dapet mangsa buat makanan aja, takut deh jadinya"ucap Alfan merinding membayangkan tatapan para karyawan perusahaan jika menatap Alfan.


"Udah biarin aja, jangan di respon mereka memang begitu jika melihat orang tampan"ujar Kak Daniel karena pernah merasakan hal yang sama ketika dulu pertama kali datang ke kantor.


Kak Daniel lalu menyuruh sekretarisnya memesan makanan untuknya dan Al.


\=\=\=


Selesai Rapat, Silla langsung pergi ke ruangannya karena masih banyak pekerjaan dan begitupun dengan Andra pergi ke ruangannya.


"Hari ini Mommy kesini lagi ga ya ?"batin Silla ketika melihat jam di tangannya.


ia teringat ketika kemarin Mommynya kesini mengantarkan makanan untuk Silla makan siang.


Baru saja Silla akan menelpon sang Mommy tapi ada seseorang yang datang.


"Hai Kak lagi sibuk ga"ucap Dea masuk sambik tersenyum.

__ADS_1


"Deaa, kemana aja "ujar Silla lalu menghampiri Dea, langsung memeluknya Silla sudah menganggap Dea sepertu adiknya sendiri.


"Kangen bangett, aku bantuin Bunda jadi g ada waktu buat main ke Kak Silla deh"


"Iya gapapa kok, ayo duduk kamu mau minum apa?"ucap Silla lalu pergi mengambil minuman dikulkas kecil di belakang meja kerjanya.


"Aku mau yang dingin-dingin aja Kak apa aja terserah, oh iya ini makanan buat Kak Silla dari Aunty Belva"


"Loh kok bisa kamu yang bawain?"ujar Silla sambil meletakan Satu kaleng minuman dingin.


"Makasih Kak Iya tadi, sepulang dari kampus aku sama Arvan di suruh nganterin makanan buat Kak Silla sama Om Andra, Arvan lagi ke ruanganya Om Andra"jelas Dea


"Oh gitu, ayo kita makan sama-sama"


"Tau lah, kamu itu ga bisa tahan kalo soal makanan"


"Ih Kak Silla eh tapi bener juga sih hahaha kok bisa ya"


"Nanti di pikirinnya sekarang makan dulu ayao"ujar Silla.


Sementara di ruangan lain Arvan menemani Daddynya makan sambil bekerja.


"Van, Daddy mau kasih tau kamu sesuatu tapi kamu jangan bilang-bilang ke siapa pun ya"ujar Andra serius.

__ADS_1


"Iya, apa Dad?"tanya Arvan sangat penasaran.


"Nanti setelah Makan, cepat habiskan dulu makanannya"


"Iya Dad"


Sebelumnya Andra sudah memikirkan matang-matang ia ingin anak-anaknya tahu tentang Orang tua Silla supaya nanti jika Silla sudah tahu tentang kebenaran orangtuanya setidakmya ada Arvan dqn Aeri yang bisa menghiburny jika Silla tidak ingin bertemu Andra atau Belva.


Arvan sudah selesai dengan makan, ia sangat penasaran karena Daddy nya tidak pernah berbicara serius.


\=


\=


\=


Haii semuanyaa


Maaf ya aku baru up lagi, aku usahakan akan sering up doakan aku slalu sehat ya. oh iya Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya.


Hmm gimana ya kelanjutannya, kira-kira reaksi Arvan bakal gimana kalo tahu tentang orang tua kandung Silla ? komen di bawah ya.


see u next episode

__ADS_1


__ADS_2