
Semakin hari semakin sibuk Silla mengurus pekerjaanya di kantor, namun Silla malah semakin senang.
Karena menurutnya mengerjakan pekerjaanya di kantor menjadi kesenangan tersendiri untuknya apalagi melihat tumpukan dokumen dimejanya.
Namun kesenangan Silla berbanding terbik dengan Arvan kini ia juga harus sibuk bolak-balik dari kantor dan kampusnya, karena semester ini tugas Arvan semakin banyak.
"Ayo Kak pulang, kerjain di rumah aja tugasu juga numpuk nih"ucap Arvan.
Bukannya tidak betaj di kantor tapi ada tugas yang harus Arvan selesaikan dan deadline nya besok sementara Arvan baru mengerjakan setengahnya.
"Oke oke sebentar 5 menit ya"jawab Silla namun matanya masih fokus ke lembaran-lembaran kertas di depannya.
"Dari setengah jam yang lalu bilang begitu Kak, ayolahh"
"Kali ini janji beneran yaa"
Lima menit kemudian Silla benar-benar menempati janjinya pada Arvan, ia sudah menyelesaikannya hanya tersisa beberapa.dokumen lagi yang rencananya akan Silla kerjakan nanti dirumahnya.
Karena kesibukann Silla, Belva juga harus bertambah memperhatikan Silla, mengingatkannya makan namun lebih sering Belva yang turun langsung memasak makanannya dan terkadang mengatarkannya langsung pada Silla.
Tapi Belva juga memperlakukan hal.yang sama pada Arvan dan juga Aeri, Belva heran biasanya mereka risih kalo Belva sudah cerewet mengingatkan makan namun kali ini mereka malah senang, apalagi Arvan yang manjanya melebihi si bungsu Aeri.
"Mommy pelukk"ucap Arvan manja ketika pamitan akan pergi tidur.
__ADS_1
"Aku juga peluk"ucap Silla tidak mau kalah
"Aku juga Mommy"ucap Aeri.
Belva tentu merasa senang, ia akan memeluk satu persatu anaknya tapi kadang karena mereka tidak sabaran akhirnya memeluk Belva bersamaan.
"Mommy Mommy Mommy aja teruss"sindir Andra.
Andra sedikit cemburu karena anak-anaknya lebih manja pada Belva, ia juga ingin anak-anaknya manja padanya mereka hanya manja kalo sedang ingin minta sesuatu saja.
"Yaudah biar Aeri sama Daddy aja, Mommy buat Kak Arvam sama Kak Silla aja"ucap Aeri lalu melepaskan pelukannya pada Belva dan berlari memeluk Andra.
"Beneran mau sama Daddy? atau cuma pengen minta sesuatu?"ucap Andra.
Andra tersenyum ia.memang cemburu tapi hanya sedikit selebihnya ia turut bahagia melihat anak-anaknya manja pada Belva.
"Yaudah Mommy tidur sama aku ya, biarin Daddy tidurnya sama Aeri"ucap Silla bercanda.
"Ehhh ga bisa gitu dong Kak, Mommy tetap tidur sama Daddy"ucap Andra.
"Engga bisa Daddy pokoknya sama aku"ucap Silla.
"Sama Daddy"ujar Andra tidak mau kalah.
__ADS_1
"Sudah-sudahh kapan selesainya kalo begini terus, Mommy tetep tidur sama Daddy tapi Mommy akan nemenin kalian dulu"
"Oke deal"ucap Silla dan Andra bersamaan.
Sementara Belva meneamani Silla dan Arvan, Andra menemani si bungsu Aeri, membacakan buku cerita untuk nya sampai tertidur.
"Selamat tidur Princess Kecilnya Daddy, mimpi indah ya"gumam Andra lalu mencium kening Aeri.
Andra lalu keluar kamar Aeri dan mampir ke kamar Arvan niatnya ingin melihat Belva namun yang ada malah Arvan yang sedang belajar.
"Jangan terlalu banyak begadang"ucap Andra.
"Iya Dad"
Sekarang Andra mampir ke kamar Silla dan melihat Belva yang malah duluan tidur sedangkan Silla masih anteng dengan komputer lipatnya.
"Loh kenapa jadi Mommy yang tidur Kak,"ucap Andra terkekeh.
"Kecapean mungkin Dad Mommy nya"ucap Silla yang tidak bisa menahan tawanya.
"Yaudah biar Daddy pindahin Mommy, Kakak jangan begadang yaa besok lagi aja di kerjain nya".
"Siap Dad"
__ADS_1
Andra lalu mengangkat tubuh Belva, memindahkannya ke kamar mereka di bawah.