
sepanjang perjalanan Belva memilih pura-pura tidur untuk menghindari Andra.
selagi menyetir sesekali Andra melirik Belva.
" Sayang mau beli apa lagi ? mumpung masih di luar ? kamu mau martabak? atau roti bakar atau mau apa?" ucap Andra
hening tidak ada jawaban. Andra hanya menghela nafas pasrah.
sekitar sepuluh menit kemudian, mereka sampai. Belva yang hanya pura-pura tertidur pun bergegas langsung keluar dan tidak lupa membawa pesanan Nasya.
Belva segera menghampiri Nasya yang sedang duduk di Ruang keluarga seorang diri.
" Kak ini satenya, aku beli banyak siapa tau Kak Daniel Mau" ucap Belva menyerahkan bungkusan plastik.
" Loh kok udah pulang cepet banget, kalian ga jadi makan di tempatnya?" tanya Nasya.
" Udah makan, aku ke kamar dulu ya ngantuk banget" ucap Belva segera berlalu meninggalkan Nasya yang tampak kebingungan.
Setelah Belva pergi Andra datang.
" Makasih ya Satenya, Belva udah duluan masuk ke kamar "ucap Nasya yang paham sepertinya mereka ada selisih paham karena Nasya tahu Belva akan jutek dan diam saja jika ada masalah.
" iya kak sama-sama, kalo gitu aku masuk dulu" ucap Andra segera mempercepat langkahnya.
Belva secepat mungkin pergi ke kamar mandi dan menganti bajunya dengan baju tidur.
__ADS_1
ketika keluar kamar Mandi, Andra masuk kamar.
Belva memilih mengabaikan Andra dan segera naik ke ranjang merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sampai kepala.
" Sayang kamu kenapa sih daritadi diemin aku terus ? aku punya salah ? jangan diem dong "ucap Andra duduk di pinggir ranjang
" Sayang please, jawab aku " ucap Andra
" Diem aku ngantuk" ucap jutek Belva di balik selimut
Akhirnya Andra memilih pergi ke kamar mandi bersih-bersih lalu mengganti bajunya berlanjut menyusul tidur di Samping Belva.
sekitar pukul 2 dini hari Andra masih terjaga, memikirkan apa kesalahannya pada Belva.
Andra segera mengambil ponselnya dan segera membuka chat masuk
📩 Andra ?
" oh gara-gara ini pasti Belva marah, gada kerjaan banget tuh orang, blokir aja deh mengindari masalah lagi, gapapa dianggap sombong juga yang penting keluarga aku tentram aja" batin Andra
setelah itu Andra menyimpan kembali ponselnya di atas nakas, tidak beberapa lama kemudian Andra tertidur pulas.
\=\=\=\=
" Ga di bales sih, padahal kan aku cuma mau sahabatan aja emang ga boleh ya ? apa dia masih punya perasaan sama aku hahah iya sepertinya iya belum move on dari aku" ucap seorang wanita yang melihat ke arah ponselnya yang tidak lain adalah Laila.
__ADS_1
\=\=\=
Keesokan Paginya, Andra bangun lebih dulu lalu membangunkan Belva mengajaknya solat subuh berjamaah.
" Sayang ayo buruan" ucap Andra menunggu Belva yang
selesai berwudhu dan memakai mukena, mereka melakukan solat berjamaah di kamar.
selesao solat Andra mengarahkan tangannya ke arah Belva, dan tentu saja Belva menyambut tangan Andra lalu menciumnya.
Andra memegang kedua tangan Belva mereka masih duduk berhadapan
" Sekarang udah tenang kan, aku mau jelasin sama Kamu, kemaren pas aku habis meeting ga sengaja ketemu Laila temen aku, Laila itu istrinya Ryan kamu jangan cemburu ya" ucap Andra
" Oh" ucap Belva
" Dia bukan mantan aku, tapi dulu aku pernah kagum sama dia tapi itu dulu jaman-jaman sekolah sekarang kita cuma temenan aja, plis kamu jangan marah lagi ya aku ga sanggup di diemin sama kamu kaya gini, apalagi semalem tidur ga meluk kamu aduh ampunn" ucap Andra
" Lebay banget sih, udah ah aku mau ke dapur anak kamu udah kelaperan nih" ucap Belva datar
" senyum duluu dong" ucap Andra menggoda Belva
" Sayang plis anak kamu kelaperan" ucap Belva selesai merapihkan mukena
" ya udah aku ngalah ayo kita keluar" ucap Andra mengandeng tangan Belva
__ADS_1