
"bu istirahat saja biar adel nanti yang masak, mulai besok akan ada yang bantuin ibu beres beres rumah. biarkan disti belajar dan ibu sehat" ucap adel penuh perhatian
"tidak usah nak, ibu makin merasa bersalah jika diperlakukan seperti ini del!" bu mira tak enak pada adel kini hidupnya bergantung pada adel
"toko ayah!" bu mira tak tega mengatakannya tapi adel juga harus tau
"maafkan ibu tak bisa merawatnya dengan baik!" lanjut bu mira
"tak usah dipikirkan bu, nanti adel bantu untuk merawat dan menjalankannya lagi. semua pemasukan untuk kebutuhan ibu dan disti!" ucap adel merasa senang akan berkegiatan dengan tanaman lagi
"tapi kamu kan kerja del, nanti kamu gimana?" bu mira bingung
"nanti adel akan dibantu karyawan bu, biar adel yang menggaji dan setiap adel. libur atau waktu senggang adel akan bantu ditoko dan pembibitannya bu!" dengan semangat adel menjelaskan rencananya
bu mira memeluk adel dengan tulus "terima kasih!"
keduanya mulai tak malu menjukan rasa sayangnya
***
sementara niko lelah dengan kegiatannya " berapa kali lagi rapat hari ini, kamu balas dendam saya tinggal cuti hah!" kesal niko
ferdi hanya tersenyum dan menyerahkan tumpukan berkas yang masih harus diselesaikan
bukan niko namanya jika tak bisa membuat ferdi banyak kerjaan. "mau nonton sama niken?" tanya niko
"tentu saja! tunggu dulu pasti ada maunya" curiga ferdi
dan senyum niko membenarkan ucapan ferdi "ditambah makan malam!" besok semua dimeja saya tinggal saya tanda tangani! ingat jangan ganggu saya!" ancam niko dengan mata membelalak tajam
__ADS_1
ferdi melirik sinis ada saja kelakuan bosnya untuk membuatnya lembur
niko menyambar ponsel dan kunci mobil mengendarinya kerumah mertuanya
tak lama waktu berjalan jarak yang ditempuh niko tak terasa kini tiba dirumah adel
suara mobil terparkir dihalaman rumah . mobil mewah yang dibawa oleh pria tampan yang telah disambut oleh istri tercintanya didepan pintu
"mas kok sudah pulang! ini kan masih siang? ucap adel heran ini bukan jam pulang kantor
"kok gitu nyambutnya, ngga seneng suaminya pulang. saya sudah kangen tapi kamunya engga" niko pura pura ngambek
"kangen mas!" adel keceplosan padahal ia tak mau suaminya tau agar tak besar kepala
"masuk nak!" bu mira datang tanpa diketahui keduanya
"iya bu!" niko mengajak istrinya masuk
"ayo kita makan siang dulu, adel sudah masak dan kita mau makan siang!" ajak bu mira
"kebetulan saya juga belum makan bu" ucap niko tanpa malu melihat menu masakan dari tangan istrinya
adel menyiapkan makan untuk suami dan juga ibunya. disti adik adel sedang pergi kuliah
"enak sayang!" ucap niko tanpa sadar
bu mira hanya tersenyum dengan sikap niko
sementara adel menyonggol tangan niko. adel malu dengan sikap suaminya yang kadang masih asing dengan adel
__ADS_1
"kenapa?" tanya niko tanpa rasa bersalah
selesai dengan makan siang bu mira meminta agar adel dan suaminya beristiraha dulu hingga disti pulang kerumah
"istirahatlah del, ajak suamimu kekamarmu! ibu dan disti sudah membersihkanya" ucap bu mira
pucuk dicinta ulampun tiba begitulah dalam pikir niko
mertuanya sangat peka dengan keinginan niko. dengam modus tidur siang niko mengajak adel tidur bersama
tapi ada udang dibalik bakwan "sayang boleh ya!" niko menunggu persetujuan adel
adel mengangguk dengan senyuman manisnya meski masih terasa lelah karena kurang tidur saat dirumah sakit
niko mendekatkan wajahnya pelan pada wajah cantik adel. semakin dekat dan menempelka benda kenyal keduanya
******* bibir adel yang merah muda masih dalam posisi duduk. kini perlahan niko membaringkan tubuh adel
dikungkungnya tubuh mungil sang istri dengan masih saling berpagutan
"kakak!" brakkk
suara pintu didorong keras dan munculah dua gadis yang menyaksikan hal yang harusnya tak keduanya lihat
"aaaaaaaaa!" niken dan disti berteriak keluar kamar
niko dan adel tak tau harus berbuat apa. hanya terdiam didalam kamar
"mas!" ucap adel malu
__ADS_1
"hmmm!" mau ditaruh dimana muka niko
keduanya malu