
adel dan disti masih berada dirumah masa kecilnya, kini keduanya sudah tak memiliki saudara lagi setelah orang tuanya meninggal
adapun adik dari ayahnya tapi tak tahu dimana tinggalnya. dan entah masih hidup atau sudah tiada karena tak lagi ada kabar beritanya
"ma, pa kalian pulang saja adel sama disti masih ingin disini dulu!" ucap adel yang melihat mertuanya seperti
lelah menunggunya
"sayang kami akan selalu disini buat kamu dan disti, atau disti kita ajak kerumah saja bagaimana biar bisa mendapat suasana baru!" ucap mama jihan
"niken pasti senang jika temannya tinggal satu rumah, kami juga kesepian sejak kalian pindah!" lanjut mama jihan
niko, dan pak surya mengangguk setuju dengan ucapan mama jihan.
"benar sayang, jika disti tak keberatan tinggal sama kita atau sama mama biar niken ada temennya" bujuk niko
adel awalnya ragu tapi apa yang dikatakan mertua dan suaminya benar, adiknya butuh teman dan tempat bersandar
"aku bilang disti dulu ya ma, mas!" adel masuk kamar disti dan mengatakan saran dari suaminya
"benar dis, kamu bisa kuliah bareng aku. mau tinggal di mba adel atau sama aku aja biar aku ada temennya!" ajak niken bersemangat
disti bingung lalu adel mendekati dan menasehati disti." kita bisa kesini setiap weekend. atau nanti kalau kamu menikah bisa menempati rumah ini!" rayu adel
disti akhirnya setuju dibantu niken mengemasi barangnya, lalu ia bingung tinggal dengan niken atau kakaknya adel.
"kamu bebas mau dimanapun kakak dukung!" ucap adel seolah tau pikiran adiknya
"aku pingin dirumah kakak, tapi pingin sama niken juga!" ucap disti ragu
__ADS_1
"kalau gitu aku juga ikut tinggal dirumah kak niko aja, kita tinggal disana sementara bagaimana?" ajak niken
disti mengangguk setuju. dengan berat hati rumah orang tua adel dan adiknya harus ditinggalkan
tapi niko janji akan mempekerjakan orang yang akan membersihkan rumahnya setiap harinya agar tak kotor dan terawat
"ma, pa aku sama disti tinggal dirumah kak niko dulu sementara ya ma?" izin niken
"iya sayang, bebas mau dimana saja!" mama jihan menyambut hangat
"ferdi antarkan mama dan papa dulu baru menyusul kerumah bersama niken!
dan niken bawa baju seperlunya saja jangan berlebihan. kemasi barangmu dan ikut ferdi kerumah kakak" ucap niko
"baik bos!" ferdi mengantarkan calon mertuanya juga calon istrinya atas perintah calon kakak iparnya
"ayo sayang, disti kita pulang!" ajak niko mengajak adik ipar dan istrinya pulang kerumah
sampai dirumah niko membawakan tas adik iparnya masuk dan meminta adel mengantarkan kekamar yang sebelumnya sudah disiapkan oleh bude sari
"pak biar saya saja yang bawa tasnya" ucap bude sari
niko menyerahkan tasnya dan menuju kamarnya, ia membersihkan diri dan menyiapkan air hangat untuk istrinya mandi agar badan lelahnya kembali segar
"sayang ayo mandi dulu, lalu kita makan biar disti juga makan. kalian tak makan apapun sejak tadi!" niko menuntun adel menuju kamar mandi dan meninggalkannya
"sudah sayang! jangan lama lama nanti sakit!" niko mengetuk pintu kamar mandi khawatir istrinya terjadi sesuatu
karena cukup lama sudah dikamar mandi
__ADS_1
tak ada sahutan dari dalam niko memaksa masuk ke kamar mandi dan istrinya ternyata tertidur.
"astaga adel!" niko membilas tubuh istrinya yang masih banyak busa saat berendam
niko mengangkat tubuh adel setelah menutupi dengan handuk. dan membawanya ke ranjang
tak mau membuat adel bangun niko menidurkan adel diranjang dan menutupi dengan selimut tebal agar tak kedinginan
setelahnya niko turun kelantai bawah. "bude disti dimana?" tanya niko saat menemui bude sari
"ada dibelakang pak, sama mba niken!" jawab bude sari
"iya bude tolong siapkan makan malam ya, pada belum makan. saya kebelakang dulu!" ucap niko
"baik pak!"
"disti, niken ferdi ayo makan malam dulu! adel sudah tidur" ajak niko
semuanya mengikuti niko ke meja makan yang telah disiapkan makanan oleh pembantu niko
"makan dan istirahat, jika besok masih ingin dirumah biar kakak yang izinkan ke kampus!" ucap niko sebelum makan
"iya kak!" nike dan disti patuh tak ada bantahan
selesai makan niken mengajak disti istirahat. sedangkan niko masih mengobrol dengan ferdi diruang tamu
"kasian juga adiknya adel nik!" ucap ferdi membuka obrolan
"iya fer, sepertinya kami berempat memiliki nasib yang hampir sama!" jawab niko yang benar adanya
__ADS_1
"gimana masalah toko adel?" tanya niko mengingat ingin membuka kembali toko peninggalan ayah adel agar istri dan adiknya bisa mengenang orang tuanya
"sudah ada dua orang yang akan menjadi karyawan sesuai dengan persyaratan!