Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Ketika sore hari tiba Nasya, Belva, Aeri dan Andra mengantarkan Arvan dan Al sampai bandara.


"Kalo sudah sampai sana jangan lupa ngabarin ya"ucap Belva pada Arvan dan Al.


"Iya Mommy"ucap Aravan


"Siap Tan"ucap Al


"Mami Al berangkat yaa, Al janji akan sering nelpon Mamii"ucap Al sambil memeluk sang Mami.


"Iya Sayang hati-hati disananya ya"ucap Nasya lembut ia tahu kekhwatiran Al.


"Kak Arvan jangan lama-lama disananya yaa"ucap Aeri pada sang Kakak.


"Iya Kakak usahin pulang cepet, Aeri yang rajin ya belajarnya jangan nakal ok? oh iya Kakak lupa di kamar Kakak udah beliin kamu coklat sama sesuatu pasti kamu suka nanti pulanh ambil ya di kamar kakak"ucap Arvan lembut, ia memang sengaja membelikan adiknya coklat dan makanan kesukaannya yang lain.


"Wow benarkah Makasih banyak Kak"ucap Aeri mencium pipi sang Kakak.


Belva dan Andra hanya saling pandang ia bersyukur karena diberikan anak-anak yang sangat baik dan slalu perhatian satu sama lain.


Tidak lama kemudian terdengar suara mengiformasikan jika pesawat yang akan membawa Arvan dan Al akan segera berangkat.


Arvan dan Al lalu segera berpamitan, Al terus memandang ke arah Maminya ia benar-benar ingin membatalkan saja penerbangannya hari ini tapi disisi lain ia sudah berjanji pada sang Papi jika akan belajar tentang perusahaan dan ini adalah kesempatannya.

__ADS_1


Setelah Al dan Arvan masuk, mereka semua lalu memutuskan untuk segera pulang.


Sementara di Australia Silla sangat senang karena Arvan dan Al akan datang. Sambil menunggu mereka Silla sengaja membereskan beberapa pekerjaan terlebih dahulu sebelum nanti menjemput mereka di bandara.


"Silla nanti kamu jemput Arvan dan Al sama supir aja ya tadi Om udah suruh orang jagain kamu kok tenang aja Om ga bisa ikut jemput"ujar Kak Daniel.


"Oh iya Om"


"Yaudah kamu lanjut aja"ucap Kak Daniel lalu pergi dari ruangan Silla.


Kak Daniel sebenarnya ingin menjemput Arvan dan Al namun ia urungkan karena salah satu anak buahnya mendapatkan informasi penting tentang musuh.


Kak Daniel langsung menuju ke markasnya begitu sampai anak buah kak Daniel langsung memberitahukannya.


"Kenapa mereka mengganggu keluarga kita"batin Kak Daniel.


"Tetap awasi saja"ucap Kak Daniel pada anak buahnya.


"Baik tuan"ucapnya lalu pergi meninggalkan Kak Daniel.


"Apa mereka sudah tahu tentang Silla? kalo betul seperti itu ini sangat bahaya apalagi jika Belva bertemu mereka"gumam Kak Daniel ia lalu mengirimkan pesan singkat pada Andra.


Sementara Silla sudah sampai di Bandara ia begitu semangat menjemput adik-adiknya itu.

__ADS_1


Silla terus mencari Arvan dan Al yang katanya sudah sampai dibandara namun tiba-tiba seorang kakek tua tidak sengaja menabrak Silla.


"Sorry Nona"ucapnya Pada Silla.


"Tidak apa-apa"ucap Silla lembut ia membantu membereskan baranh si Kakek yang jatuh berserakan.


Silla memasukan satu persatu barangnya namun ketika benda terakhir yang ia masukan ia sedikit terkejut karena melihat sebuah foto pasangan yang tersenyum bahagia.


"Terimakasih"ucap Si Kakek lalu pergi.


Silla masih termenung karena wajah si wanita yang ada di foto itu tidak asing namun ia lupa siapa, Arvan dan Al datang langsung membuyarkan lamunan Silla.


"Kak"Panggil Arvan


"Heyy akhirnya kesini jugaa"ucqp Silla memeluk Arvan dan Al.


"Apa kabar Kak?"tanya Al.


"Seperti yang kamu liat Kalian pasti cape kita langsung pulang aja yuk"ajak Silla.


"Iya"ucap Arvan dan Al bersamaan.


Mereka lalu memilih segera pulang karena Kak Daniel pasto sudah menunggu mereka.

__ADS_1


__ADS_2