
keesokan harinya.
ketika Sedang duduk sarapan bersama Andra dan Silla. tiba-tiba ponsel Belva bunyi ada pesan Masuk.
Belva lalu segera membukanya,
📩 Bel hari ini ke butik kan ? Mba mau ngomong sesuatu sama kamu
" kirain aku Mama "batin Belva
" Siapa sayang ?" tanya Andra
" oh Mba Mita cuma nanya hari ini aku ke butik apa engga"
" oh gitu terus kamu mau ke butik ?"
" tadinya sih engga tapi karena Mba Mita mau ada yang diomongin jadinya kebutik aja deh"
" yaudah aku anterin ya"
" gausah aku pake sopir aja Sayang, lagian nanti ke butik nya siang aja "
" oh gitu yaudah, hati-hati "
setelah selesai sarapan Andra dan Silla lalu segera berangkat.
Belva memilih bersiap-siap untuk melakukan senam ibu hamil.
\=\=\=
__ADS_1
Ketika Siang tiba, Belva sedang di perjalanan menuju Butik setelah Menjemput Silla terlebih dahulu.
" Mommy kita mau ke Daddy?" tanya Silla
" Engga sayang, kita ke butik ya ke aunty Mita "
Silla mengangguk lalu melanjutkan menonton video di ipad.
tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai di butik.
lalu Belva dan Silla sudah ada di ruangannya, menunggu Mba Mita yang sedang ada tamu.
" Mommy liat babynya lucu-lucuu" ucap Silla menunjukan sebuah video balita yang kembar tiga
" Iya sayang lucuu ya mereka itu kembar sayang, jadi di perut seperti Mommy kaya gini ada 2 adiknya atau 3 "
" engga langsung tiga sayang, tapi satu-satu dulu Mommy kan engga hamil kembar "
tidak lama kemudian Mba Mita masuk dengan wajah yang berseri-seri.
" Haii Auntyy" ucap Silla
" haii cantik"
" sini Mba Duduk " ucap Belva menepuk sofa di sebelahnya
" Iya Bel"
" Silla main nya di sana ya, Mommy sama Aunty mau ngobrol dulu sebentar" ucap Bva pada Silla
__ADS_1
" Iya Mommy" lalu Silla pergi ke kamar Di Ruangan Belva
" Ada apa Mba ? kok mukanya berseri-seri gitu ? ada kabar baik apa nih ?" ucap Belva penasaran
" jadi kemaren tuh Mas Reza dan keluarganya datanh ke rumah Mba, dia ngelamar Mba Bel" ucap Mba Mita
" Alhamdulillah akhirnya Dokter Reza gercep juga ya Mba"
" Alhamdulilllah Mba juga seneng, tapi Mba juga sedih nanti siapa yang akan menjadi wali Mba? Ibu dan Bapak Mba kan sudah meninggal" ucap Mba Mita menuduk
Belva tau sedikit cerita dari Kak Daniel tentang hidup Mba mita yang di tinggalkan kedua orangtua nya ketika Mba Mita masih sekolah dasar.
"Mba tenang aja nanti biar Papa aja sama Mama yang mendampingi Mba, Mba juga kan bagian dari keluarga kami" ucap Belva
" beneran Bel ?"
" Iya Mba, tenang aja ya, eh iya kalo gitu rencana aku sama Maa Andra kemarin berhasil dong ya " ucap Belva mengalihkan pembicaraan
" Maksudnya rencana yang mana Bel ? Mba ga ngerti ?"ucap Mba Mita
" itu loh Mba yang kemaren kita makan siang bareng ngajak si Ben juga, jadi selain karna mau traktir Mba aku juga ada rencana buat bikin cemburu Dokter Reza biar Gercep " ucap Belva tertawa
" oh ya ? masa kok bisa sih Bel, sebenarnya Mas Reza udah sering nyatain perasaan sama Mba tapi Mba kaya nganggapnya cuma bercanda aja, Mba takutnya nanti malah berharap tinggi eh ujung-ujungnya kecewa"
" insyaallah Mba, Dokter Reza ga mungkin bikin Mba Kecewa"
" Iya Bel"
mereka berbincang-bincang tanpa terasa hari mulai sore.
__ADS_1