
"kenapa diam saja! panggil ambulan!" niko berteriak karena panik
orang yang melihat niko menjadi salah faham
"mba adel, terima kasih kak sudah selamatkan sahabat aku!" niken mendekati adel dan niko agar tak menjadi pikiran buruk bagi orang lain
"lain kali hati hati!" ucap niko lalu pergi meninggalkan adel yang sudah sadar dan terdiam saat melihat niko ikut basah kuyup
"maaf merepotkan!" adel merasa tak enak
"adel kamu baik baik saja?" tanya sita
"kita istirahat dihotel saja mba, !" saran niken
adel pun setuju jik ia disana akan membuat orang lain canggung
"say tidak apa apa, maaf buat panik. saya izin istirahat" ucap adel pada panitia acara
"silahkan bu adel, maaf kami kurang jeli lagi dalam hal keamanan!" ucap salah satu tim
"bukan salah siapa siapa, saya permisi dulu" adel dipapah sita dan niken menuju hotel
sementara niko berganti baju dimobil.
ferdi selalu siap dengan beberapa setelan baju. saat niko harus keluar kota mendadak atau hal yang tidak diinginkan terjadi seperti saat ini
"mas kamu ngga apa apa kan?" tanya fani saat niko selesai berganti pakaian
"tidak, hanya panik saya pikir niken tadi!" jelas niko
padahal sangat jelas jika niken yang berteriak memanggil adel
__ADS_1
"itu, dia siapa?" tanya fani lagi meski ragu tapi ia sangat penasaran
pasalnya sampai saat ini niko belum sedikitpun menyentuhnya
"dia pegawai sekaligus sahabat niken!" jawab niko
"ohh kalau begitu kita lihat mereka apakah baik baik saja!" fani memancing
"tidak perlu sebaiknya pulang saja, waktu sudah semakin sore" ucap niko
"ferdi antarkan fani pulang, saya ada rapat sebentar dengan pemilik hotel
fani pulanglah dulu, nanti saya akan langsung pulang setelah selesai. satu minggu lagi waktunya kita menikah! istirahatlah" niko meminta ferdi orang yang niko percaya untuk pulang dengan calon istrinya
"baik mas" fani menurut karena tahu sifat niko seperti apa jika dibantah
fani naik mobil dan melambaikan tangannya pada niko. niko mengangguk dan berjalan menuju hotel
benar adanya jika niko rapat dengan pemilik hotel yang juga temannya
ketukan pintu dari niko pada kamar yang dipesan niken. sebelumnya niko bilang ingin menjemput niken dan meminta nomer kamarnya
"ayo kak, mba adel sama kak sita!" ucap niken
"ohh iya ayo pulang!" niko penasaran dengan keadaan adel
tapi tak mau niken tahu
"oh iya ada yang lupa, sebentar!" niken mengajak sita keluar dengan alasan barang adel tertinggal
niko menunggu diluar tapi niken menitipkan kartunya pada niko
__ADS_1
dengan penuh keberanian niko masuk tanpa mengetuk pintu
"pak ada apa kesini? niken sama kak sita mana?"
"mereka sedang keluar, saya hanya ingin melihat keadaanmu!"niko mendekat dan memeluk adel
adel yang tak siap dan juga terkejut tak bisa memberontak
"sebentar saja dan terakhir kali!" niko merenggangkan pelukannya
diraihnya tengkuk adel lalu mendekatkan kedua benda kenyal milik adel dan miliknya
tak lama hanya sedikit lum*tan
niko pun tak sangguo melanjutkan bayangan rasa bersalah pada adel dan fani membayanginya
adel terbawa suasana dan tak menolak apa yang dilakukan niko. kata hatinya dia juga menginginkannya
"maaf!" sepatah kata dari niko membuat adel sadar
apa yang dilakukan keduanya hanya terbawa suasana
"iya pak, saya juga salah!" ucap adel tak tahu harus berbicara apa
badannya masih lemas karena hampir tenggelam
kini rasanya adel akan tenggelam kedua kalinya
"tetaplah terlihat dari jangkauanku, sampai kamu temukan pengganti suamimu!" pesan niko sebelum pergi meninggalkan adel
sedang diluar sudah ada niken dan sita
__ADS_1
adelia tergulai lemas, menagis hingga tak bersuara
apa yang harus dilakukannya. agar niko tahu jika dialah pengganti suaminya yang memenuhi hati adelia saat ini