Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 43


__ADS_3

"mama, papa! kalian sudah pulang!" niko terkejut tak ada yang mengabarinya


niko mengecek ponselnya ternyata daya nya habis


"darimana saja jam segini baru pulang!" ucap papa niko yang bernama surya


"mungkin habis dari nemuin istri orang pa!" sindir niken


"niko, apa maksud adikmu!" tanya mama jihan


"dia hanya asal bicara ma, pa! syukurlah kalian sudah pulang dan sehat niko senang mendengarnya" niko bersungguh sungguh dengan ucapannya


"sana bersihkan dulu badanmu, sangat bau!" ucap mama jihan


niko beranjak dan menuju kamarnya untuk.membersihkan diri


perasaan kini lebih baik saat tahu orang tuanya sudah kembali dari berobat


"niken apa ada yang terjadi saat kami pergi, apa ada hubungannya dengan masalah kemarin?" tanya mama jihan mengintrogasi


"entahlah ma, niken juga kesal orang yang niken anggap baik ternyata penipu!" ucap niken tak menjelaskan justru membuat makin ambigu


"baru ditinggal satu bulan! bagaimana kalau mama dan papa tak ada selamanya" ucap pak surya


"papa!" ucap mama jihan dan niken berbarengan


"iya maaf!" pak surya beranjak mengajak istrinya untuk beristirahat


niken pun kembali kekamarnya dia mengingat sesuatu

__ADS_1


"halo disti, sibuk ngga?" niken mengambil.ponselnya dan menekan nomer disti


"iya ken ada apa, aku sedang rebahan saja dikamar" jawab disti mendapat panggilan telfon dari niken


"boleh aku tanya sesuatu, mungkin agak pribadi!" tanya niken ragu


"tentu saja boleh! mau tanya apa?" ucap disti tak tahu apa yang akan niken tanyakan padanya


"apa benar adel itu kakak kandungmu!" tanya niken perlahan


"kami satu ayah tapi beda ibu, ibuku adalah tante dari kak adel" jawab disti


"maaf apakah aku boleh tau tentang mba adel? sepertinya ada sangkut pautnya dengan kakakku!" niken berterus terang


disti yang tak.mau kakaknya dicap sebagai orang yang tak baik


disti menceritakan bagaimana kehidupan adel sebelum dan setelah menikah


hingga hal yang dialami adel saat ini bukanlah kemauannya


"cukup dis, aku tak mau dengar lagi!" ucap niken tak tega


pikirannya terhadap adel salah besar. bukan adel penipu tapi mungkin memang tak baik masalah dikatakan pada banyk.orang


kini niken merasa bersalah tapi tetap saja kakaknya tak boleh dekat dengan adel


statusnya yang masih menjadi milik orang lain. tak baik untuk keduannya


"maaf aku membuka aib keluargaku, tapi tolong jangan benci kak adel! dan dia berhak bahagia sekarang!" ucap disti

__ADS_1


keduanya sepakat memutuskan sambungan telfonnya


niken merenung ucapan disti tadi jika benar adannya maka harusnya adel.punya teman yang ada didekatnya saat ini


namun tidak untuk jadi kakak iparnya


****


"pagi mba adel! kita berangkat bareng yuk" niken dari pagi sudah ada didepan kosan adel


diantarkan supir pribadinya niken tak mau kakaknya makin dekat dengan adel


tapi dirinya berjanji akan mendampingi adel dalam susah dan senang


"hai niken, terima kasih tapi saya terbiasa berjalan kaki!" tolak adel


"jauh kak, nanti betisnya kayak tales bogor! yuk aku ingin cerita banyak!" niken menarik tangan adel dan membawanya masuk.mobil


"kak lain kali kita jalan jalan yuk!" ajak niken


"kemana?"


"ke taman bermain yang memacu adrenalin! beranikah?" tantang niken


"boleh! tapi sepertinya tak bisa jika week end aku harus kerumah mertuaku!" tolak adel lagi


"nanti aku deh yang izin pada mertua mba, mau ya! please!" niken penuh permohonan


"tidak.usah nanti aku aja yang izin, tapi hanya kita berdua ya" pinta adel

__ADS_1


"setuju!" niken bersorak senang


hingga tiba ditempat adel bekerja


__ADS_2