
"mama, papa! kalian sudah pulang!" niko terkejut tak ada yang mengabarinya
niko mengecek ponselnya ternyata daya nya habis
"darimana saja jam segini baru pulang!" ucap papa niko yang bernama surya
"mungkin habis dari nemuin istri orang pa!" sindir niken
"niko, apa maksud adikmu!" tanya mama jihan
"dia hanya asal bicara ma, pa! syukurlah kalian sudah pulang dan sehat niko senang mendengarnya" niko bersungguh sungguh dengan ucapannya
"sana bersihkan dulu badanmu, sangat bau!" ucap mama jihan
niko beranjak dan menuju kamarnya untuk.membersihkan diri
perasaan kini lebih baik saat tahu orang tuanya sudah kembali dari berobat
"niken apa ada yang terjadi saat kami pergi, apa ada hubungannya dengan masalah kemarin?" tanya mama jihan mengintrogasi
"entahlah ma, niken juga kesal orang yang niken anggap baik ternyata penipu!" ucap niken tak menjelaskan justru membuat makin ambigu
"baru ditinggal satu bulan! bagaimana kalau mama dan papa tak ada selamanya" ucap pak surya
"papa!" ucap mama jihan dan niken berbarengan
"iya maaf!" pak surya beranjak mengajak istrinya untuk beristirahat
niken pun kembali kekamarnya dia mengingat sesuatu
__ADS_1
"halo disti, sibuk ngga?" niken mengambil.ponselnya dan menekan nomer disti
"iya ken ada apa, aku sedang rebahan saja dikamar" jawab disti mendapat panggilan telfon dari niken
"boleh aku tanya sesuatu, mungkin agak pribadi!" tanya niken ragu
"tentu saja boleh! mau tanya apa?" ucap disti tak tahu apa yang akan niken tanyakan padanya
"apa benar adel itu kakak kandungmu!" tanya niken perlahan
"kami satu ayah tapi beda ibu, ibuku adalah tante dari kak adel" jawab disti
"maaf apakah aku boleh tau tentang mba adel? sepertinya ada sangkut pautnya dengan kakakku!" niken berterus terang
disti yang tak.mau kakaknya dicap sebagai orang yang tak baik
disti menceritakan bagaimana kehidupan adel sebelum dan setelah menikah
hingga hal yang dialami adel saat ini bukanlah kemauannya
"cukup dis, aku tak mau dengar lagi!" ucap niken tak tega
pikirannya terhadap adel salah besar. bukan adel penipu tapi mungkin memang tak baik masalah dikatakan pada banyk.orang
kini niken merasa bersalah tapi tetap saja kakaknya tak boleh dekat dengan adel
statusnya yang masih menjadi milik orang lain. tak baik untuk keduannya
"maaf aku membuka aib keluargaku, tapi tolong jangan benci kak adel! dan dia berhak bahagia sekarang!" ucap disti
__ADS_1
keduanya sepakat memutuskan sambungan telfonnya
niken merenung ucapan disti tadi jika benar adannya maka harusnya adel.punya teman yang ada didekatnya saat ini
namun tidak untuk jadi kakak iparnya
****
"pagi mba adel! kita berangkat bareng yuk" niken dari pagi sudah ada didepan kosan adel
diantarkan supir pribadinya niken tak mau kakaknya makin dekat dengan adel
tapi dirinya berjanji akan mendampingi adel dalam susah dan senang
"hai niken, terima kasih tapi saya terbiasa berjalan kaki!" tolak adel
"jauh kak, nanti betisnya kayak tales bogor! yuk aku ingin cerita banyak!" niken menarik tangan adel dan membawanya masuk.mobil
"kak lain kali kita jalan jalan yuk!" ajak niken
"kemana?"
"ke taman bermain yang memacu adrenalin! beranikah?" tantang niken
"boleh! tapi sepertinya tak bisa jika week end aku harus kerumah mertuaku!" tolak adel lagi
"nanti aku deh yang izin pada mertua mba, mau ya! please!" niken penuh permohonan
"tidak.usah nanti aku aja yang izin, tapi hanya kita berdua ya" pinta adel
__ADS_1
"setuju!" niken bersorak senang
hingga tiba ditempat adel bekerja