
"antar kakak ke makam ayah" adel tersadar dan segera bangun
"saya antar!" niko menahan tangan adel
"tidak usah pak terima kasih!" adel setengah berlari kakinya masih lemas
"kak!" niken meminta niko dengan matanya
niko berlari mengejar adel serta adiknya. adel semula tak mau namun disti memberikan saran agar diantar saja
disti takut kakaknya pingsan ditempat pemakaman dan dan ada orang yang menolongnya
adel mengikuti saja kata disti
hatinnya hancur air matanya tumpah tak terbendung lagi. niko dan disti hanya diam tak tahu harus bagaimana
ini kedua kalinya niko melihat wajah yang biasanya ceria dan banyak tawa
kini sembab akibat tangisnya yang menyayay hati
"kak kita sampai!" disti mengatakan pada adel yang masih melamun
"iya" adel krluar dari mobil dipapah oleh niko karena tubuhnya lemas
namun tetap dipaksakan olehnya untuk berjalan. niko pun tak dapat melarang bagaimanapun kehilangan orang tua adalah yang yang menyakitkan
disti membelikan bunga untuk adel tabur dipusara sang ayah yangvtak jauh dari makam ibunya.
"ayah!!!!!"adel berteriak melepaskan semua perasaan sakit dan sesak didadanya
"ayah adel sama siapa!!!?? adel ikut ayah saja yah" adel menangis meraung ditanah
niko dan disti tak kuasa melihat adek seperti itu
niko memeluk erat adel hatinya ikut hancur saat adel ingin pergi dari dunia
__ADS_1
"adel jangan melawan takdir. kita doakan saja ayah bahagia disana. masih banyak orang yang menyanyangimu!" niko tak kuasa meneruskan ucapannya
adel masih terus menangis tak menghiraukan apapun
cukup lama adel berada dalam pelukan niko hingga akhirnya dia pingsan karena kelelahan menangis
"bisa tolong antarkan kami pulang kak!" disti yang merupakan tenan niken memanggil niko dengan sebutan kak
"iya" niko menjawab singkat
ia mengangkat tubuh mungil adel lalu dibaringkan dimobil dengan berbantal paha disti
disti menunjukan jalan kearah rumahnya yang tak terlalu jauh
"bu ibu tolong disti bu!" disti berteriak panik
"ada apa nak?" bu mira keluar dari rumahnya
"kak adel bu! kak adel pingsan" ucap disti lagi
"bawa masuk kak" disti membuka pintu dan mengarahkan ke kamar adel yang lebih tepatnya seperti gudang sekarang
bu mira terlihat tak suka dengan datangnya anak tiri sekaligus keponakannya itu
"ini benar kamar adel?" tanya niko tak nyaman
"iya kak sebelum kak adel menikah. setelahnya tak ditempati lagi" jawab disti jujur
niko menunggu adel dikamar adel
sementara disti membuatkan minum hangat untuk niko dan adel
"kenapa anak itu datang? pasti mau minta warisan kan!" bu mira berbicara keras seolah agar semua orang dengar
"bu kakak lagi sedih!" disti tak enak dengab niko
__ADS_1
"alah pura pura sedih. hidup enak lupa dengan keluarga. anak tak tau diuntung? lalu siapa pria itu mangsa barunya"bu mira masih saja membenci adel
"ibu cukup! ibu tak tahu yang dialami kakak!" disti kini berani membela adel
"pak niko, kenapa saya disini?" adel sadar berada dimana saat bangun dari pingsannya
"ini rumahmu kan, kalau begitu saya pamit dulu kamu banyak istirahat. besok cuti saja!" ucap niko tak tega mendengar ucapan ibunya
ingin rasanya niko membawa adek bersamanya
"iya pak terima kasih banyak, sudah membantu saya!" adel malu niko harus tau bagaimana sikap ibunya
"tak masalah!" niko berpamitan pada bu mira dan disti
"kok buru buru nak, biar ditemani disti ibu merawat adel dulu!" bu mira berubah sikapnya setelah tau niko adalah kakak niken pemilik mall
niatnya ingin agar niko menikahi disti. hidupnnya pasti akan bergelimang harta pikir bu mira
"terima kasih bu!" niko pamit namun tak langsung pergi.
dia masih menunggu apakah adel aman. perasaannya tak tenang
"heh bangun! ini bujan rumah ayahmu lagi tak ada warisan apapun semua ini milik ibu dan disti" bu mira meneriyaki adel yang baru sadar
"iya bu, adel hanya kangen saja dengan rumah ini" adek menangis sesenggukan
"pergi sana, ikut mertua sok kayamu dan jangan pernah kembali" bu mira geram adel diam saja dan terus menagis
tannganya nengambil teh panas lalu menyiramkan pada tangab adel
"auuu bu sakit!!! panas!" adel berteriak
disti dan niko datang melihat. tak sampai hati niko melihat tangan adek memerah
"ayo!" niko menarik tangan adel membawanya pergi dari rumah nerakannya
__ADS_1