
Seminggu kemudian urusan di Australia sudah selesai semua perusahaan sudah berjalan seperti semula, Tugas Silla sudah selesai.
Mereka semua kembali ke Indonesia, namun Silla maupun Arvan tidak memberitahu kepulangan mereka pada Sang Mommy maupun Daddynya, begitu juga dengan Kak Daniel dan Al yang tidak memberitahu Nasya.
Mereka sepakat untuk memberikan surprise, sebentar lagi pesawat akan landing di Bandara Seokarno Hatta, Sebelumnya Kak Daniel sudah menelpon anak buahnya untuk menjemput mereka di Bandara.
"Lama banget sih udah ga sabar pengen ketemu Mommy"gumam Silla yang terdengar Arvan, Kak Daniel dan juga Al.
"Sabar Kak sebentar lagi kok"ucap Arvan begitu santai.
Sementara Belva dan Andra sedang pergi ke perjamuan makan siang dengan klien, Andra sengaja membawa Belva karena ia tidak ingin di goda para wanita genit, walaupun kini usia Andra tidak muda lagi tapi jangan salah malah banyak wanita muda yang mengincar Andra selain tampan ia juga kaya.
"Disini ga lama kan Sayang, kasihan Aeri cuma sama kakak ipar aja"bisik Belva.
"Iya Sayang, aku usahakan sebentar lagi pulang"bisik Andra.
Bukannya tidak menghargai kliennya tapi Belva sangat risih banyak yang menatap dirinya seperri santapan lezat belum lagi banyak wanita yang memperhatikan suaminya ia bukannya tidak peka namun bersikap elegan dengan membiarkannya toh yang menjadi pemenangnya tetap dirinya.
__ADS_1
Walaupun hanya perjamuan makan siang tapi diadakan di sebuah restoran bintang 5 dan banyak pengusaha dan pembisnis terkenal yang hadir karena selain perjamuan mereka juga menghadiri acara tahunan perusahaan PT.Eltwo untuk menjaga silahturahmi dengan perusahaan-perusahaan yang telah lama kerja sama.
"Siang Pak Andra makin ganteng ya"ucap Wanita yang seumuran dengan Belva.
"Siang"ucap Andra datar tidak terlalu peduli dengan pujian seperti itu.
"Sayang kita pulang sekarang yuk kesian anak kita dirumah sendirian"ucap Belva sedikit meninggikan suara.
"Iya Sayang ayo kita pamit dulu sama Pak Eko"ucap Andra lalu mengajak bertemu di penyelanggra acara.
Setelah pamit mereka lalu segera pulang di perjalanan Belva tidak henti-hentinya mengeluarkan semua uneg-unegnya pada Andra, untung saja di mobil hanya ada mereka berdua karena memang Andra ingin pergi berdua saja tanpa supir.
"Udah keluar semua kan? nih minum dulu Sayang"ujar Andra memberikan sebotol air.
"Udah Makasih Sayang"ucap Belva lalu menerimanya dan langsung meminumnya hingga tidak tersisa, sudah biasa bagi Andra ataupun Belva jika sudah menghadiri acara-acara seperti itu kalo dulu Belva slalu marah-marah namun semakin bertambahnya usia ia hanya mengeluarkan uneg-unegnya pada Andra lalu setelah itu bersikap biasa saja.
Mereka sudah sampai di Rumah, mungkin karena lelah Belva tidak menyadari jika di ruang keluarga ada Aeri, Silla dan Arvan yang sedang duduk menunggu Belva dan Andra.
__ADS_1
"Mommy"ucap Lembut Silla.
Belva terkejut ia sangat kenal dengan suara itu betapa terkejutnya Belva ketika melihat Arvan dan Silla yang tengah tersenyum menatapnya.
"Kalian kapan pulang? kenapa ga kasih kabar dulu"ucap Belva lalu memeluk Arvan dan Silla bergantian.
"Sengaja Mommy biar Surprise iya kan Kak"ucap Arvan.
"Iya Mommy bener"ucap Silla.
Tidak lama kemudian Andra datang ia tidak terkejut karena sudah tahu sebelumnya dari anak buahnya namun ia berusaha bersikap biasa saja seolah-olah tidak tahu apapun.
"Kalian kapan pulangnya?"ucap Andra.
"Sekitar setengah jam yang lalu kita sampai di Rumah Dadddy"ucap Silla.
Setelah drama peluk-pelukan mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1