Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.22


__ADS_3

"ma niko pulang!" ucap niko tiba dirumahnya


"ibu sedang keluar den" ucap bik yuli


"oke bik!" niko masuk kekamarnya dan membaringkan tubuhnya


aneh sekali jika niko bisa pulang siang hari biasanya tengah malam atau paling cepat jam sepuluh malam


entah mengapa rasanya niko ingin pulang cepat. dan ingin pergi kelantor esok hari dengn semangat


***


"ma uang rafa habis, transfer lagi dong ma" ucap rafa pada mama gina


"kamu kan kerja raf, kemana saja uangmu" tanya mama gina tak seperti biasanya tak pernah menanyakan apapun masalah uang pada rafa


"ma, gajihku tak seberapan hanya habis untuk satu minggu saja! kenapa mama jadi perhitungan" ucap rafa kesal


"apa kamu bilang! perhitungan! selama ini uang yang mama kasih untukmu tak pernah terlihat kemana perginya. mama kerja sendirian apa kamu tahu!" mama gina lebih marah lagi


"perbaiki sikapmu! jika tidak mama tak akan berikan sepeserpun uang lagi padamu! dikasih istri baik harusnya kamu jaga dan bersyukur" mama gina pergi meninggalkan rafa


"si*al! ini semua gara gara adel pasti" teriak rafa


***


"yah adel sudah bekerja! dan akan segera mengurus perceraian dengan kak rafa" tulis adel pada pesan singkat untuk ayahnya


adelia tak menginginkan lebih hanya lebih lega baginya saat memberitahu ayahnya


menunggu tak ada balasan dari sang ayah adel pun membaringkan badannya. membayangkan esok pagi dirinya akan mulai bekerja untuk pertama kalinya disebuah kantor besar

__ADS_1


tok..tok


"neng sudah tidur?" ucap bu atun


"belum bu!" adel segera membukakan pintu kamarnya


"ini ada baju anak ibu masih bagus, jika tak keberatan kamu pakai saja buat ganti " bu atun menyerahkan beberapa potongan baju untuk kerja milik anknya yang sudah tak terpakai


"terimakasih banyak bu, kebetulan adel cuma punya satu baju hehe" adel tersenyum


"pakailah besok! ibu pulang dulu" bu atun berpamitan


*


pagi hari adelia sudah berpakaiam rapih. sebelum berangkat adel mengobati lukanya yang sudah kering karena hanya luka goresan tipis saja


adelia penuh semangat berangkat kerja pada hari pertamanya.


dia berjalan santai tempat kerjanya tak terlalu jauh dari kontrakannya


mobilnya berhenti disamping adel


"ayo mba naik!" ajak niken membuak pintu mobilnya


"tidak usah sudah dekat kok" adel menolak sopan


"ayolah aku ingin ngobrol sama mba" rayu niken dengan muka memelas


"baiklah saya ikut! maaf merepotkan" ucap adel tak enak hati


adel naik kemobil dan melihat niko yang mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


kalau dilihat niko tampan juga pikir adel. tapi sayang pengangguran sangkalnya lagi


mengingat rafa yang pekerja saja masih minta uang pada ibunya


tiba tiba mood nya kembali buruk saat mengingat rafa


"mba kok bengong! lukanya sudah sembuh kah?" tanya niken duduk menghadap kebelakang memastikan luka adel


"sudah kok, kan emang ngga parah" jawab adel


"mba kita boleh jadi teman!" niken mengulurkan tangan pada adel


"niken"


"adelia" ucap adel


"kak ngga mau kenalan?" tanya niken


"emmm iya udah!" jawab niko gugup


"mba kerja dimana?" tanya niken penasaran


"dimall MM ken" ucap adel


"ohh lain kali kita ketemuan disana ya!" ucap niken sebelum turun dari mobil


"kak antarkan teman niken sampai tempat tujuan ya!" niken tak mengatakan bahwa kakaknya juga bekerja di Mall itu


niken terbiasa hidup dan bertemab dengan orang yang sederhana, bahkan adel pun tak curiga jika keduanya orang berada


beberapa kali adel bertemu niko diwarung makan yang biasanya pelanggannya kalangan menengah kebawah

__ADS_1


suasana menjadi canggung saat adel dan niko tinggal berdua didalam mobil


"om adel turun disini saja ya" ucap adel saat sudah dekat dengan tempat kerjanya tak mau merepotkan


__ADS_2