Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 109


__ADS_3

Acara pesta kejutan untuk adel yang dilakukan tengah malam selesai karena semua merasa lelah dan mengantuk


"kalian menginap saja disini!" ucap niko pada ferdi, niken dan tak lupa ada rio yang ikut serta dalam rangkaian acara untuk adel


Ferdi meminta adiknya untuk menjemputnya kebandara dan juga mengantarkan kerumah niko. Tak mungkin niken atau disti karena waktunya sudah tengah malam


"saya pulang saja kak!" pamit rio yang kurang nyaman ada disti dan juga niken disana


"sudah malam rio! Besok pulang bersama kakak saja!" sahut ferdi pada adiknya


"sudah jangan berdebat ini sudah malam, kasihan bumil sebaiknya semua menginap saja. Kan resiko dijalan tak ada yang tahu!" ucap niken menengahi


"bener kata niken, ayo semua istirahat terimakasih banyak atas kejutan dan hadiahnya. Kalian pasti lelah besok akan saya masakan makanan yang paling enak!" adel menambahkan


"baiklah. Kalau begitu saya meningap maaf merepotkan!" ucap rio sopan sangat berbeda dengan kakaknya yang terlalu ramah dan suka bercanda


"jangan sungkan rio, kamarnya sudah disiapkan niken disebelah sana!" tunjuk niko


"ayo sayang!" ferdi menarik tangan niken mangajaknya kekamar


"heiii!!! Mau punya wajah lebam sekarang!" teriak niko tak terima


"ehhh maaf bro, lupa kirain udah boleh!" canda ferdi seperti biasa menggoda sahabatnya dan senang membuatnya kesal


"sudah mas, ayo tidur aku kangen!" ajak adel berbisik pada niko yang wajahnya langsung berubah menjadi cerah setelah dibuat kesal oleh ferdi


semua masuk kekamar masing masing kecuali niken dan ferdi yang melangkah menuju halaman belakang


"sayang kangen ngga sih sama kakak?" ferdi pura pura kesal


"ya kangen kak! Tapi kan ngga mungkin peluk peluk didepan banyak orang!" ucap niken mendekat pada ferdi


"jadi malu punya pacar tua kayak kakak, eh dewasa ya ralat!" ucap ferdi lagi

__ADS_1


"ngga dong sayang, nanti kalau sudah sah semua media sosial, bahkan seisi rumah akan dipenuhi foto kita berdua biar semua pelakor pelakor tahu siapa istri ferdi!" ucap niken menggebu gebu


Tak menunggu lama ferdi memeluk erat kekasihnya. Rasa rindunya yang tertahan sangat lama baginya


Ia merasakan bahwa hatinya tak salah menafsirkan perasaanya. Dan semakin yakin bahwa niken pelabuhan terakhinya


Sementara yang lebih memanas dikamar niko dan adel


"sayang mas mandi dulu ya, tunggu mas oke! Jangan tidur dulu!" ucap niko setelah sampai kamar keduanya


"iya mas! Satu minggu aja ditunggu apalagi 10 menit doang!" jawab adel


Senyum merekah niko mendengarkan tutur kata istrinya dengan segera membersihkan tubuhnya dan menghampiri istrinya


"sekarang sudah boleh cium?" tanya niko bagaikan orang yang baru saja pacaran


"biasanya langsung aja mas! Tanpa permisi" sarkas adel


Dan seluruh tubuh istrinya dengan tetap lembut karena adel sedang mengandung diusia muda


"sayang terima kasih! I love you adelia!!" ucap niko mengecup berkali kali pipi dan kening adel setelah


Pertempuran sengit antara kedua manusia yang menahan kerinduaan


"mas disana pasti banyak wanita cantik ya?" ucap adel tiba tiba


Selama ini adel adalah orang yang sangat cuek dan jarang sekali memperlihatkan kecemburuannya yang kadang membuat niko bertanya tanya apakah adel masih menyimpan rasa untuk mantan suaminya dulu


"tentu saja banyak! Kenapa sayang?" niko tak peka pada pertanyaan istrinya


dengan santainya menjawab adel. Tak tau jika itu pertanyaan jebakan wanita


"ohhh!! Pantes!!" jawab adel lalu melepaskan pelukan suaminya dan tidur membelakangi niko

__ADS_1


Niko yang masih belum sadar dengan apa yang dia lakukan hingga membuat istrinya ngembek


"sayang kok mas dibelakangi! Katanya kangen. Mas ngga bisa tidur kalau ngga liat wajahmu!" ucap niko menarik pelan lengan adel tapi tak ada pergerakan


"adel, sayang! Sini mas peluk!" niko terdiam sejenak


Rasa lelah dan kantuknya menyerang tapi ia juga tak mungkin membiarkan adel mendiamkannya tanpa sebab


"adel!!" niko mendekat dan melihat istrinya sedang terisak


"sayang ada apa? Kamu sakit? Mana yang sakit ayo mas antar kedokter. Atau dokternya panggil kesini!" niko panik melihat adel menangis


Niko hendak mengangkat adel agar dibawa kedokter segera. Adel menolak dan menampik tangan niko


"aku ngga sakit! Kenapa pulang kalau banyak wanita cantik!" ucap adel jujur


"astaga sayang! Karena itu maaf mas hanya becanda tadi! Mana mungkin ada yang lebih cantik dari istri mas ini hemm!


lagian kamu lebih cantik dihatimu, itu yang membuat mas makim cinta, bukan hanya fisik yang semakin tua kita akan berubah!" tutur niko lembut dan sabar


"beneran mas ngga kegoda wanita diluar sana! Sekarang aku membengkak begini!" ucap adel melihat perutnya mulai membuncit dan pipinya semakin cabi


"ya beneran sayang, cintanya mas!" niko merayu adel


Lalu memeluknya "jangan suka berfikir macam macam ya! Tak akan ada yang mampu menggeser posisimu dihati mas selamanya!"


Niko menambahkan gombalannya agar makin membuat istrinya meleleh


"sudah ya, ayo kita tidur kasian anak kita begadang!" niko menarik tubuh adel dalam dekapannya. Adel merasa nyaman tidur dengan nyenyak setelah acara drama singkat


Dari kecemburuannya, Niko justru bersyukur karena ia semakin yakin bahwa adel mencintainya


Lalu ia pun menyusul istrinya kealam mimpi dengan lelap

__ADS_1


__ADS_2