
"jangan urusi masalah kakak!" niko bersikeras mengejar adel
tak peduli niken berkata apapun.bagu niko saat ini perasaan adel sangat terluka dan salah satunya karena membantu niko.
niko mengendarai mobilnya mencari dikanan kiri jalan. nampak sesorang terduduk sendiri disebuah bangunan yang sepertinnya tak berpenghuni
"adel ayo masuk!" niko mengeluarkan payung menghampiri adel
adel yang telah basah kuyup tak menghiraukan niko yang terus memanggilnya dari sebrang jalan
hingga niko memegang tangan adel dan menariknya ke mobil
sedikit keras karena adel menolak dan kekeh ingin sendiri
"duduklah akan saya antar pulang!" niko tak tega dengan keadaan adel
yang masih terdiak tak mau bicara apapun tatapanya kosong
"adel pakai ini ya!" niko memberikan jaketnya pada adel meski tak ada jawaban niko senang adel tak menolaknya
niko menjalankan mobilnya mengantar adel ke kosan miliknya. tanpa ada sepatah katapun keduanya terdiam
saling memikirkan satu sama lain
"terima kasih pak, sebaiknya kita jangan seperti ini lagi. saya tidak pantas lagipula mertua saya melarang!" adel membuka pintu mobil dan berlari keluar
jaket niko masih menempel ditubuhnya entah dia sengaja atau tidak
__ADS_1
niko terdiam sejenak! baru saja ingin mendakan dirinya pada adel tapi justru bak dinding tinggi menjulang diantara kedunya
niko pulang dan terus memikirkan adel
anehnya niko tak mau mengakui apapun persaannya terhadap adel. tapi dijauhi adel niko merasa tak rela
****
"pagi kak sita!" adel tiba dikantor pagi seperti biasanya
raut wajah ceria dan juga ramah pada teman kerjanya membuat orang menyukai adel
"haii, sudah ceria lagi pasti sudah bertemu orang tuamu ya!" sita melihat perubahan adel dari sebelum libur
"iya kak! lega rasanya" adel mengiyakan tanpa memberitahu bertemu ayahnya sudah tak dapat dipeluk bahkan wajahnya pun tak dapat lagi dilihat
"mau kak, kapan?" tanya adel semangat
adel ingin melupakan segala masalahnya dan melanjutkan hidupnya yang tak tahu seperti apa akhirnya nanti
"oke pulang kerja kita ngumpul disini, sudah ada lima orang yang mau ikut" sita penuh semangat
"siap kak!" adel mulai fokus pada pekerjaannya
tak lama waktu berjalan sita memberitahukan jika adel harus mengantar laporannya untuk niko.
adel pura pura sakit perut dan meminta sita yang mengantarkan laporannya demi menghindari niko
__ADS_1
karena saat ini adel tak tahu merasakan hal yang aneh dihatinya saat bersama niko
"kak bisa bantuin adel ngga kak? adel sakit perut tapi laporan harus segera diperiksa oleh pak niko kak" adel beralasan dan pura pura memelas
"kamu sakit! kita kedokter saja ayo" sita juga khawatir pada adel hanya pura pura
"ngga kak, adel mau ke kamar mandi saja!" adel berlaro agar tak melanjutkan kebohongannya
tak disangka orang yang paling ingin dia hindari saat ini tepat berdiri dihadapannya.
adel salah jalan bukan toilet yang dituju melainkan ruangan niko
tanpa ia sadari niko yang hendak keluar ruangan menemukan adel celingukan dan akhirnya menabraknya
"seneng banget nabrak nabrak saya!" ucap niko tak butuh banyak usaha untuk mencairkan kecanggungan keduanya
"maaf pak, saya tidak hati hati!" adel memutar arahnya kemudian berlari meninggalkan niko berdiri mematung
jantung keduanya berdegup tak seperti biasanya
"manis sekali!" niko yang tadi memang ingin mencari kesempatan melihat adel dengan mendatangi ruang ferdi
tapi sang dinanti datang sendiri kehadapannya
"saya pak!" suara sita membuyarkan khayalan niko
"maksudnya!" niko tak mempedulikan ucapan sita dan kembali keruangannya
__ADS_1