
adel berjalan lunglai membayangkan nasibnya, apa setatusnya saat ini
suara klakson mobil membuyarkan lamunannya
"astaga hati hati dong pak kalau jalan!" adel yang tak sadar dirinya berada ditengah jalan lebih marah dari pada yang punya mobil
"kalau mau bunuh diri jangan dimobil saya!" suara niko membuat adel terkejut
"bapak! kenapa disini?" adel takut hanya khayalannya saja
pasalnya akhir akhir ini adel mulai memikirkan niko saat dia termenung
"bapak, bapak sejak kapan saya nikah sama ibumu! ayo naik sebelum masa mengamuk!" niko mengajak adel bersamanya
tak tahu apa yang membuat niko menunggu adel. awalnya hanya menunggu adel masuk takut ada keributan didalam
nyatanya adel keluar dalam kondisi baik baik saja. tak terdengar suara teriakan atau tangisan adel
"ngga apa apa pak kalau mau, ibu saya kan baru jadi janda" adel kembali ceria
sudah tak ada yang perlu dipikirkan saat bersama niko
semua sedih akan hilang dengan sendirinya
"enak aja! kalau anaknya mungkin bisa saya fikirkan kembali" ucap niko dengan ekspresi berfikir sambil tertawa membayangkan
__ADS_1
"boleh saja! jadi bapak mau jadi adik tiri saya" ledek adel lagi
niko bingung dengan ucapan adel.niko sedang ingin menggodanya tapi malah entah apa yang adel fikirkan
"sudahlah jangan dibahas makin ngga jelas aja kamu!" niko yang memulai dia juga yang menyerah
adel kembali terdiam hingga tak sadar bukan kosannya yang menjadi tujuannya melainkan rumah niko
"kok kesini lagi?" tanya adel
"niken menunggu penjelasan kita! dan kamu harus bantu aku menjawab anak yang masih labil itu" niko tak minta persetujuaan atau izin pada adel dulu untuk membawanya kerumahnya
"dia tampak lebih dewasa dalam bersikap dari pada kakaknya" adel bergumam namun masih terdengar oleh niko
"kamu mau lihat sisi dewasku!" tanya niko dengan tatapan tajam
"kalian kemana saja!" niken yang mendengat suara mobil kakaknya pulang langsung turun dari lantai atas
melihat ada adel keluar dari mobil niko niken makin bersemangat
"kak jelaskan semuanya!" niken pura pura marah
setelahnya menatap adel seperti benci
"duduk dulu kakak jelaskan!" niko menarik ni ken duduk didekatnya
__ADS_1
"adel ayo duduk!" niko juga mengajak adel duduk bersama
"jadi gini!" niko bingung ingin memulai dari mana
"biar saya saja pak!" adel yang merasa perubahan sikap niken menjadi takut
"saya sudah menikah dengan rafa karena desakan orang tua saya, waktu itu kami saling mencintai!" adel berhenti dan menyeka air matanya
yang sudah lebih dulu jatuh sebelum menceritakan kisahnya
"dia meninggalkan saja satu jam setelah pernikahan kami, dan kembali lagi bersama wanita yang akan dinikahi oleh pak niko tadi pagi" adel terdiam lagi
menarik nafas panjang sebenarnya dia tak mau orang lain tahu masalahnya
"maaf saya bertindak seolah tak punya pasangan, saya hanya butuh teman dan kamu niken datang disaat yang tepat, setelah ini saya tak masalah kalian akan membenci saya!" adel berdiri dan berpamitan tapi niko mencegahnya
"dan semua ini harus kamu lewati untuk menyelamatkanku! harusnya saya yang minta maaf" niko merasa bersalah ia tak tahu imbas dari membantunya membuat adel harus merasakan hal yang menyakitinya
"bukan pak! saya menginginkannya. saya masih mencintai suami saya jadi saya membatalkan perceraian saya! maafkan saya pak, maafkan saya niken" adel pergi meninggalkan rumah niko
diluar hujan deras dan membuat adel basah kuyup.
tangisnya tak terdengar dan terlihat hanya rasa sesak didadanya terus menyerang
"kak jangan pergi, atau niken bilang mama papa jika kakak menganggu istri orang!" niken yang juga bingung dengan hatinya
__ADS_1
haruskah dia memaafkan atau dia memutuskan pertemanannya