
"sampaikan salam kami pada mama dan papa ya dek!" adel memeluk niken
tak lupa membawakan bingkisan masakan yang memeang adel siapkan untuk mertuanya "ini buat makan malam mama dan papa!" adel memebrikan pada niken sebelum pulang
"kami pulang dulu kak, mba!" pamit niken
"saya permisi bu, niko!" pamit ferdi
adel tak terima " saya terlalu tua memangnya dipanggil bu segala, tuh mas niko dipanggil nama!" protes adel
niko memeluk pundak istrinya sambil tersenyum
"maaf bu, lalu saya panggil apa?" ferdi malah gugup
"panggil mba saja seperti niken memanggil saya, atau nama saja boleh!" ucap adel senang
"mba? tuaan saya umurnya! kalau nama biaa digantung sama bos nanti!" ferdi makin bingung
"sudah sana pulang, antar niken dengan baik jangan sampai lecet" ancam niko
ferdi menurut dan mengendarai mobilnya pelan "mau langsung pulang sayang?" tanya ferdi pada niken
keduanya telah menjalin hubungan yang tanpa diketahui oleh niko.
"pulang saja kak! ini ada titipan dari mba adel" jawab niken yang juga sudahn lelah dan mengantuk
"oke kalau begitu! adel baik ya pantas saja niko sampai bucin akut!" ucap ferdi melihat bagaimana adel memperlakukan suaminya
"tentu saja baik, kalai tidak mana mungkin aku setuju!" jawab niken mengingat awal pertemuanya dulu dengan adel
__ADS_1
niken sudah begitu yakin jika adel akan menjadi kakak iparnya
"mau masuk dulu kak!" ajak niken setelah tiba dihalaman rumahnya
"iya sayang, kakak ikut masuk mau bertemu calon mertua!" ucap ferdi tersenyum sendiri
"dihhh! siapa yang mau jadi istri kakak!" goda niken membuat raut wajah ceria seketika hilang berganti dengan wajah kecewa
"jadi hubungan kita ini......!" ucapan ferdi terhenti saat niken mengecup bibirnya
niken hanya menempelkan bibirnya agar ferdi tak marah dengan candaanya tapi yang terjadi
ferfi tak membiarkannya lepas begitu saja. tengkung niken ditarik agar lebih dekat
keduanya menyatukan bibirnya dan saling terpagut beberapa lama
harus ia tahan dengan sangat kuat tapi akhirnya lepas juga
"om om mesum!" ucap niken keluar dari mobil ferdi lebih dulu
antara senang dan takut. belum siap niken menerima penolakan dari keluarganya jika ia berhubungan dengan ferdi yang usianya terpaut cukup lama
terlebih ferdi adalah sahabat kakaknya sendiri
niken masuk kerumahnya bersama ferdi yang mengantarkannya pulang.
"ma, pa ini ada masakan mba adel. kami tadi mampir sman makan malam disana!" ucap niken
" ehh ada nak ferdi juga! ayo duduk nak terima kasih telah mengantar niken" ucap mama jihan
__ADS_1
"mama siapkan makan malam dulu ya, ayo niken!" ajak mama jihan
niken mengikuti mamanya tanpa rasa curiga
"sudah berapa lama kamu menyukai anak perempuan saya!" tanya pak surya pada ferdi
sebelumnya ferdi berterus terang pada niko jika hatinya telah memilih niken sebagai pelabuhan yang terakhir
awalnya niko hingga akhirnya setelah pertimbangan panjang. niko mengizinkan tanpa memberitahukan pada niken jika niko telah mengathuinya
"sejak niken smp om, hingga saat ini!" jawab ferdi tegas
niatanya datang bersama niken memilki tujuan tersendiri. pak surya yang diberitahu niko sekarang sedang mengintrogasi sendiri tersangkanya
"cukup lama! apa yang membuatmu yakin ingin menikahi anak saya?" tanya pak surya lagi
"banyak hal om, tadinya saya fikir rasa sayang saya pada niken sebagai adik saja. semakin lama saya merasakan hal berbeda! saya siap menunggu niken hingga lulus" ucap ferdi yakin
"lalu apa niken menerima cintamu?" lanjut pak surya
"sepertinya begitu, tapi jika boleh meminta tolong rahasiakan jika om dan niko sudah tahu tentang kami. sepertinya niken masih ragu atau takut. saya tak mau memaksakannya karena niken masih remaja!" ucap ferdi bijak
pantas saja niko langsung menyetujuinya
"baiklah! jaga anak saya dan jangan pernah menyakitinya. jika memang kalian berjodoh maka restu saya dan kakaknya menyertai kalian!" pak surya menyudahi obrolan seriusnya dengan calon mantu
karena niken dan ibunya kembali menghampiri keduanya
"makanan siap!" mama jihan memberitahu suaminya
__ADS_1