Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 90


__ADS_3

"ibu!!!" disti berteriak melihat ibunya sudah tergeletak dilantai


"ibu kenapa? adel berlarian disusul oleh niko dan niken


setalah jam kantor sesuai permintaan adel niko mengunjungi rumah orang tua adel.


"kak ibu pingsan!" ucap disti sambil menangis


niko mengangkat mertuanya dibawa kemobil "disti duduk dibelakang jaga ibu!" ucap niko yang menggendong bu mira


adel panik dan kebingungan. bayangan kehilangan menghantui adel


"ayo sayang masuk!" niko menarik adel yang sedang melamun


"niken bantu disti pegangi bu mira!" niko meminta adiknya pindah kekursi tengah


"ayo buruan mas!" adel makin panik.


dengan kecepatan tinggi niko mencari rumah sakit terdekat. jalanan sore hari yang padat karena pulang kerja para pegawai dan karyawan perkantoran yang serempak


"mas pelan pelan banyak motor!" adel ketakutan


"bu sadar bu! bu bangun ini disti bu!" disti menggerak gerakan tubuh ibunya yang lemas


"kak ibu gimana kak! kak ibu ngga mau bangun kak!" disti terus berteriak


"disti tenang ya, nanti kak niko panik kita sabar sebentar ya!" niken menenangkan temannya yang juga adik kakak iparnya

__ADS_1


tiba dirumah sakit niko membawa mertuanya dengan cepat agar segera ditangani. "dokter tolong ibu saya!" ucap adel sambil memeluk adiknya


"sabar ya dek! kakak juga sedih tapi kita harus kuat!" adel mengecup kening adiknya lembut untuk menenangkan


"iya kak, disti ngga punya siapa siapa lagi kak!" ucap disti takut kehilangan


"kita semua ada disini dek! kita adalah keluarga jangan khawatir!" ucap niko tak tega melihat adik istriny bersedih


niko juga merasakan bagaimana dia kehilangan orang tuanya.


niken mengangguk dan memeluk disti


seorang dokter datang menghampiri "siapa keluarga pasien!"


"kami dokter!" ucap niko mewakilkan


¹¹


"mohon maaf pak, bu! kami tak bisa menyelamatkan pasien sudah mengalami kesulitan bernafas dan sudah terlambat dibawa kesini!" dokter pun sebenarnya tak tega tapi tugasnya lah menyampaikan kondisi pasien


"ngga mungkin! ibu!!!!" disti terduduk lemas


kakinya seolah tak memiliki tulang saat mendengar penuturan dokter


"adel!" panggil niko pada adel yang berlari menghampiri ibunya


niken membantu disti untuk berdiri sedangkan niko menemani istrinya.

__ADS_1


"sayang!" niko memapah adel yang lemas air matanya tak dapat dibendung lagi


meski bu mira selama ini tak memperlakukan adel dengan baik. tapi adel sangat menyayangi ibunya yang juga adik kandung dari ibunya


"bu... jangan tinggalin adel dan disti bu! kami tak punya orang tua lagi selain ibu!" adel meraung disamping jenazah bu mira


"adel sayang, tolong kuat untuk disti! mas akan selalu ada buatmu sayang! mas adalah keluargamu yang akan bersamamu bahkan sampai maut yang akan memisahkan kita


mas janji tak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun!" niko memeluk erat istrinya dan membiarkan suster mengurus bu mira


adel dan disti duduk diruang tunggu untuk mengurus administrasi rumah sakit.


niko menghubungi orang tuanya dan juga ferdi jika mertuanya sudah meninggalkan dunia


niko meminta ferdi agar mengurus pemakaman mertuanya. karena niko sedang menjaga adel dan juga adik iparnya


niko dan niken membawa adel serta disti menuju pemakaman karena hari sudah sore agar jenazah segeran dimakamkan


"dek, kakak akan ada buat kamu! jadi jangan khawatir ya!" niko memastikan jika disti dan adel tak akan kesepian dan juga kehilangan kasih sayang keluarga


"terima kasih kak!"


acara pemakaman dilakukan segara agar tak kemalaman.


makam bu mira terletak disamping kakak dan juga suaminya


itu adalah permintaan adel agar mudah mengunjungi pusara orang tuanya saat rindu nanti

__ADS_1


"ayo nak kita pulang!" ajak mama jihan yang hadir untuk peristirahatan terakhir besannya


"iya ma, ayo dek!" adel menggandeng


__ADS_2