Janda Perawan

Janda Perawan
Extra Part


__ADS_3

Belva terduduk lemas di kamar mandi ketika melihat hasil test kehamilan, ia tidak percaya ketika muncul 2 garis yang menandakan bahwa ia positif hamil.


Sejak seminggu yang lalu ketika tidak sengaja melihat Test Pack Belva jadi kepikiran apalagi melihat tanggal menstruasinya yang sudah telat sekitar 2 minggu dan Ketika Bangun pagi Belva iseng mengecek dan ternyata benar-benar positif.


"Mas Andraa" teriak Belva.


"Mass"


Andra yang masih tertidurpun seketika bangun mendengar teriakan Belva takut terjadi apa-apa ia langsung menghampiri Belva di kamar mandi.


"Loh Sayang kenapa bisa duduk di lantai gini? kamu jatuh mana yang sakit?"ucap Andra dengan penuh ke khawatiran.


"Aku ga kenapa-kenapa cuma liat ini"ucap Belva tersenyum menunjukan test pack pada Andra.


"Apa ini Sayang?"ucap Andra yang masih belum paham maklum ia baru bangun tidur.


"Ini Test pack Mas dan 2 garis tandanya aku hamil lagi hamil adiknya Arvan"ucap Belva antusias..


"Apa kamu hamil? alhamdulillah makasih ya Sayang" ucap Andra terharu dan memeluk Belva.


"Setelah sarapan kita ke dokter ya"ucap Andra.


"Iya Mas"


\=


\=


\=


Belva dan Andra belum memberitahu siapapun termasuk pada kedua anaknya Silla dan Arvan.


Setelah mengantar Silla dan Arvan sekolah Andra dan Belva lalu pergi ke Rumah Sakit untuk mengecek kandungan.


"Selamat ya Bu, Kandungan ibu sudah berjalan hampir 7 minggu"ucap Dokter ketika melakukan USG

__ADS_1


"Alhamdulillah sayang"ucap Andra


"Ini saya sudah resepkan obat mual dan juga vitamin untuk Bu Belva"


"Terimakasih Dok, oh iya kenapa ya di kehamilan saya yang sekarang saya tidak mual atau muntah dok"ucap Belva.


"Malah saya dok yang hampir setiap pagi mual dan muntah dan lagi saya sangat sensitif terhadap indra penciuaman saya"ucap Andra memang benar hampir seminggu ini ia sering bolak-balik ke kamar mandi ketika pagi hari.


"Itu dinamakan kehamilan simpatik pak, jadi yang biasanya ibu hamil yang merasakan mual dan muntah tapi di kehamilan simpatik ini malah sang ayah dari calon si jabang bayi lah yang merasakannya, tidak apa-apa tidak akan lama kok pak hanya selama trimester pertama pak"ucap sang dokter.


Setelah berbicang-bincang cukup lama dengan dokter, akhirnya Andra dan Belva pulang dan tidak lupa juga mereka ke apotek dulu.


"Mas kita mau kemana?"tanya Belva karena jalan yang mereka lewati bukan ke kantor Andra atau ke butik Belva melainkan jalan pulang.


"Kita pulang aja ke rumah ya, nanti kasih tahu keluarga ha di telpon aja, aku lemes banget dan mual bangett"ucap Andra.


Belva hanya mengangguk ia tidak tega melihat wajah Andra yang sedikit pucat tadi selama di rumah sakit ia berusahan menahan mual nya.


"Hai nak ini Mommy dan Daddy mu, sehat-sehat ya di perut Mommy"ucap Belva sembari mengusap perut nya yang masih rata.


"Ih Gemes banget deh"ucap Belva mencium.sekilas pipi Andra.


"Jangan bercanda deh sayang, kalo.aku lagi ga mual udah aku bales berkali-kali lipat deh"ucap Andra.


"Yaudah mana bales nya aku ga takut wlee"tantang Belva.


"Awas aja nanti di rumah" ancam Andra.


Tidak terasa mereka sudah sampai dirumah terlihat sebuah mobil alphard terparkir di garasi.


"Ada Mama kayanya Mas"ucap Belva.


"Iya"


Mereka lalu masuk dan benar saja ada Mama dan Kakak iparnya Nasyal sudah duduk diruang keluarga.

__ADS_1


"Kalian habis dari mana sepagi ini"ucap Mama


"Kita habis dari.." belum sempat Belva menjawab Andra lebih dulu pergi ke kamar mandi yang tidak jauh dari ruang keluarga ia memuntahkan semua isi perutnya.


Belva menyusul suaminya sembari membawakan segelas teh hangat.


"Ini minum dulu Sayang biar perutnya enakan"ucap Lembut Belva.


"Makasih Sayang"


Belva mengantar Andra untuk beristirahat di kamar lali setelah itu pergi menemui Mama dan Kakak iparnya yang sudah sangat penasaran..


"Andra kenapa Bel? kok muntah-muntah gitu dia sakit?"pertanyaan beruntun dari Nasya pada Belva.


"Mas Andra gapapa kok dia cuma ngalamin kehamilan simpatik"ucap Belva tersenyum sembari mengusap perutnya yang masih rata.


"Apa? jadi kamu hamil? alhamdulillah"ucap Mama senang.


"Selamat ya Bel"ucap Nasya memeluk Belva.


"Selamat ya nak"ucap Mama dengan mata berkaca-kaca.


"Papa pasti seneng kalo dia tahu kamu hamil"ucap Mama memeluk Belva.


"Iya Ma nanti kita sama-sama ziarah ke makamnya Papa"ucap Belva tersenyum berusaha kuat.


Namanya juga kehidupan tidak selamanya abadi.


\=\=


Pertama-tama aku ucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi para readers yang menjalankannya.


Semangat ya puasanya.


see u

__ADS_1


__ADS_2