Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.42


__ADS_3

"terima kasih makan malamnya pak niko, harusnya kami yang traktir!" ucap beni suami dari bela teman niko


"tidak masalah pak beni, lain kali masih banyak waktu!" ucap niko santai


"kalau begitu saya pamit duluan ya bela, pak beni" niko berpamitan


rasa ingin melihat adel terus memaksanya untuk diam diam memarkirkan mobilnya didekat kosan adel


"kemana itu anak, kenapa ngga keluar. betelur apa dikamar! tapi belum aku bu*ahi" niko bergumam sendiri menunggu adel.melintas atas hanya sekedar memperlihatkan wajahnya sebentar


yang ditunggu muncul juga


adel keluar dari kamarnya dengan baju sederhananya yang terlihat manis pada adel


semakin dilihat adel ternyta tak hanya sendirian, ada sebuah mobil yang baru saja terparkir didepan halaman kosan adel


dari.kejauhan nampak wajah tak asing bagi niko


terdengar suara yang amat jelas dari luar


"mau ngapain kesini!" tanya adel pada rafa yang tiba tiba saja datang


"bertemu istriku tercinta!" jawab rafa terdengar menggelikan bagi adel


rafa mendekat hendak.mencium adel namun adel menghindar, membuat niko kegirangangan dalam mobil


"rasakan!" niko bersorak sendiri melihat adegan dihadapannya


"tak usah bersandiwara lagi, mau apa datang kesini?" tanya adel tegas

__ADS_1


dihatinya rafa sudah tak ada artinya lagi meski adel masih mau bertahan itu hanya untuk anak yang tak berdosa itu


"kamu tahu aja sayang, bagimana kalau kakak berikan nafkah batin dulu sebelumnya!" tawar rafa


"terima kasih saya tak butuh barang bekas!" ucap adel kesal entah apa yang ada di pikiran rafa hingga berani menyebutkan hal yang selama ini tak adel dapatkan sama sekali


"hahaha! mau tak mau kamu harus berikan jika aku meminta" ucap rafa penuh keyakinan


"sekarang katakan apa maumu atau saya masuk!" adel mulai kesal


"minta uang dari mama, dan sebagian untuk keli dan anak ku" jawab rafa tanpa rasa malu


"tidak mau! saya menurutimu agar tak bercerai hanya karena anak yangbtak berdosa itu agar tak kehilangan orang tuanya! jika masalah uang dan lain lain bukan urusan saya!" adel benar benar dibuat emosi oleh rafa


hingga saat ini bahkan adel tak pernah merasakan sedikitpun haknya sebagai istri rafa yang sah


"pergi dari sini atau aku teriak maling" gantian adel yang mengancam


plak, rafa mendaratkan tangannya dengan enteng ke pipi adel


niko yang tak sabar keluar dari mobil dan menghampiri keduanya


tinjuan keras mendarat diperut rafa, "berani sekali pukul wanita, apa kau ban*ci haha" emosi niko ikut meledak


tak tahu kenapa niko sangat marah padahal adel bukan siapa siapanya


"pak jangan!" adel melerai


"ohh jadi ini yang menyebabkanmu tak mau tinggal dirumah mama, kalian berselingkuh" rafa berteriak hingga mengundang kerumunan warga sekitar yang penasaran

__ADS_1


"neng adel!" bu atun melerai dan membawa adel masuk kerumah


niko dan rafa masih saling bertatap tajam


"akan ku selesaikan lain kali!" ancam rafa sebelum pergi meninggalkan keramaian


niko tak menghiraukan lalu menghampiri adel


"adel kamu baik baik saja?" tanya niko khawatir


terlihat jelas dimatanya jika hatinya tak tenang saat menatap adel


"sebaiknya bapak pulang saya baik baik saja pak, terima kasih sudah menolong saya" adel tak tau harus berkata apa


masalahnya justru akan semakin rumit karena mertuanya sudah memberikan peringatan


"tolong jangan berada disekitar saya lagi pak, saya tak mau orang salah faham" adel meninggalkan niko sendirian diluar


didalam kamar bu atun menjaga adel dan mengobati memar bekas tamparan rafa yang cukup keras hingga membuat pipi adel memerah


"neng sebenarnya ada apa?" tanya bu atun penasaran


adel akhirnya mencertikan semua masalahnya dari awal hingga sekarang


bu atun merasa kasihan dengan adel tapi juga tak dapat membantu


"maafkan ibu ngga bisa bantu adel!" bu atun sedih


"ibu disini sekarang sudah lebih dari cukup bu" adel memeluk bu atun

__ADS_1


__ADS_2