
Sepulang dari Dokter Belva tidak henti-hentinya menatap hasil usg nya, ia masih tidak menyangka masih di beri kepercayaan untuk hami dan punya anak lagi apalagi kembar.
"Sehat-sehat ya Sayang dI perut Mommy"gumam Belva sambil mengusap-usap perutnya yang sudah menonjol.
Andra juga sama seperti Belva, masih tidak bisa punya anak lagi di umurnya yang bisa dibilang tidak muda lagi.
"Mau makan siang dimana?"tanya Andra lembut sambil tangannya ikut mengusap-usap perut Belva.
"Hmm kita makan di kantin kantor aja gimana?"jawab Belva, tadi ketika mengatarkan Aeri ke kantor Belva sempat membayangkan ketika ia dulu masih bekerja di perusahaan dan sesekali makan siang di kantin walaupun seringnya ia makan di luar.
Dan karena alasan itu Belva ingin bernostalgia kembali ke jaman-jaman ia masih lajang.
"Oke Sayang"jawab Andra setuju ia pun sebenarnya rindu juga suasana kantor salah satunya makan siang bersama karyawan yang lainnya di kantin perusahaan.
Cukup lama perjalanan mereka karena mungkin masih jam makan siang mengakibatkan lalu lintas sedikit macet dan sambil menunggu Belva menikmati makanan ringan untuk mengganjal perutnya yang sudah kelaparan.
Selain karena sedang hamil Belva juga hanya makan sedikit tadi karena ia lebih sering ngemil di bandingkan makan makanan berat.
__ADS_1
"Sabar ya nak sebentar lagi kita sampai kok"ucap Andra seolah sedang berbicara dengan anaknya yang masih diperut Belva.
"Okey Daddy"jawab Belva dengan menirukan suara anak kecil.
Benar saja sekitar sepuluh menit kemudian mereka akhirnya sampai di perusahaan, Andra langsung mengajak Belva menuju ke kantin.
Tidak perlu khawatir akan kehabisan karena biasanya kantin slalu menyediakan makanan lebih banyak dari perkiraan.
"Mommy Daddy"teriak Aeri begitu Belva dan Andra datang.
"Kalian sudah makan?"tanya Andra ketika melihat sudah numpuk piring kotor di hadapan mereka.
"Baru aku sama Aeri Dad, Arvan belum"jawab Silla karena memang Arvan baru datang sekitar 5 menit sebelum Mommy dan Daddynya.
Andra mengangguk paham ia lalu bertanya pada Belva ingin makan apa dan juga menanyakan pada Arvan.
"Aku mau soto ayam aja deh sama es jeruk ya tapi es nya jangan terlalu banyak"request Belva.
__ADS_1
"Okey tunggu sebentar ya kalo Arvan?"
"Biar aku aja Dad yang pesenin, kalo Daddy mau apa?"tanya balik Arvan.
"Sama aja kaya Mommy"
Arvan mengangguk lalu ia segera menuju ke kepala bagian kantin memesannya dan mewanti-wanti agar jangan terlalu lama, Arvan paham Mommynya sudah sangat kelaparan.
Satu keluarga pemilik perusahaan kumpul makan siang di kantin perusahaan betapa hebohnya para karyawan yang melihat keharmonisan keluarga mereka.
"Andaikan saja aku berjodoh dengan Tuan Arvan betapa bahagiannya aku, memiliki.mertua yang baik, kakak ipar dan juga adik ipar yang baik"ucap salah satu pegawai perempuan.
"Jangan halu deh, udah bersyukur kita kerja disini udah bos nya baik fasilitasnya juga lengkap ga ada deh perusahaan yang baik sama karyawan selain perusahaan ini"jawab teman perempuannya yang lain.
"Benar juga aku setuju, semoga keluarga tuan Andra dan Nyonya Belva slalu tetap harmonis seperti itu dan anak-anak yang di kandung Nyonya Belva bisa lahor dengan sehat dan selamat"
"Aamiin"ucap mereka serempak mendoakan yang terbaik untuk Andea dan keluarganya.
__ADS_1