Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Kini Silla dan Kak Daniel sudah di ruang meeting mereka sengaja memberitahukan meeting dadakan supaya musuh tidak bisa berkutik.


"Dalam waktu 5 menit harus sudah ada di ruang meeting terlambat 1 detik saja tanggung sendiri konsekuensinya"ucap Silla ketika melakukan pemberitahuan melalui pesan suara.


Sudah dipastikan orang-orang yang mempunyai jabatan langsung berhamburan berlari ke ruang meeting ada juga yang sengaja naik tangga darurat.


Tidak beberapa lama kemudian satu persatu peserta meeting datang dengan wajah yang takut gugup serba campur aduk apalagi melihat tatapan menyeramkan dari Silla maupun Kak Daniel.


Tepat 5 menit kemudian hampir semua kursi terisi penuh namun ada satu kursi yang kosong yaitu kursi menajer keuangan.


"Ada yang tahu Mr.Jason kemana?"tanya Silla.


Semua pegawai saling tatap tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari atasannya itu.


"Kalo tidak ada yang jawab kalian semua akan dapet konsekuensi"ancam Silla.


"Maaf Nona Silla Mr.Jason sering datang siang"ucapnya salah satu pegawai laki-laki yang Silla tahu bagaian dari departemen yang sama dengan Mr.Jason.


"Cepat telpon dia suruh kesini jika dalam waktu 3 menit tidak datang juga segera angkat kaki dari perusahaan ini"ucap Silla.


Si pegawai lalu menelepon pada dering pertama dan kedua tidak diangkat namun pada dering ketiga di angkat.


"Ada apa sialan? Kenapa menggangguku pagi-pagi sekali"ucap Mr.Jason di telepon semua pegawai mendengarnya termasuk Silla dan Kak Daniel karena Silla menyuruh untuk menaikan volumen suaranya.

__ADS_1


"Anu Mister, Nona Silla ingin..."ucapannya terhenti karena Silla merebut ponselnya.


"Cepat ke Ruang Meeting sekarang saya tunggu 3 menit jika sampai datang terlambat anda saya pecat"ujar Silla lalu segera menutup telponya.


Suasana kembali Hening para pegawai hanya menunduk mereka tidak berani menatapa Silla dan Kak Daniel.


Sementara Arvan dan Al bertugas memantau target dan para antek-anteknya memastikan semua kumpul di ruang meeting.


Hampir 10 menit kemudian datanglah Seornag Pria dewasa yang diperkirakan berusia lebih tua dari Kak Daniel.


"Bagus Kamu telat 7 menit lewat 10 detik, Seorang Manajer Keuangan datang lebih siang di bandingkan direkturnya hebat-henat tepuk tangan semuanya"ucap Silla tersenyum mengejek.


"Maaf Nona tadi jalanan sedikit macet"ucapnya pada Silla.


"Cepat kita meeting bulanan kenapa tidak ada yang maju ke depan untuk presentasi kalian tuli?"ucap Silla dengan nada tinggi menahan amarahnya.


Lalu ada satu pegawai yang maju ia mulai mempresentasikan bagiannya berlanjut sampai yang terakhir.


Silla dan Kak Daniel hanya diam mereka membiarkan semuanya berjalan sesuai rencana Kak Daniel.


Hampir semuanya sudah selesai namun beberapa dari mereka banyak yang tidak tahu dan ada juga banyak yang tidak sesuai dengan laporan yang dipegang Silla.


"Ternyata begini kerja kalian selama ini Hah, Kalo ga niat bekerja lebih baik kalian angkat kaki makan gaji buta saja, masih banyak di luar sana yang antri ingin bekerja disini sedangkan kalian malah santay-santay"ucap Silla dengan raut wajah yang menyeramkan Kak Danielpun juga sedikit terkejut karena baru kali ini ia melihat keponakannya begitu sangat marah.

__ADS_1


"Apalagi ada yang mencoba berbuat tidak baik pada Perusahaan, contohnya seperti ini"ucap Silla menunjuk pada monitor yang menayangkan sebuah video bukti-bukti seseorang menggelapkan dana perusahaan dan berbuat curang.


Para pegawai nampak terkejut apalagi orang-orang yang terlibat mereka nampak pucat.


"Inilah orang pintar namun bodoh hanya karena uang"sindir Silla menatap tajam para pelaku satu persatu.


"Anda salah paham Nona ini pasti salah paham"ucap Mr.Jason dengan berani.


"Kamu punya mata kan? Salah paham dari mananya Stupi* jelas-jelas ini buktinya"ucap Silla yang habis kesabaran.


"Anda tidak bisa seenaknya nuduh saya Nona"ucap Mr. Jason yang masih keukeuh.


Kak Daniel yang geram lalu ikut berbicara yang membuat lawannya diam tidak berkutik.


"Sekali anda berbicara seperti itu saya pastikan hukuman mati siap menanti anda"ucap Kak Daniel lalu tidak lama kemudian anak buah Kak Daniel masuk mengamankan para pelaku.


"Untuk kalian yang tidak bersalah silahkan keluar dan ingat jangan berani macam-macam di dengan perusahan"ucap Kak Daniel.


Lalu mereka keluar dan tersisa hanya para pelaku yang sudah di borgol. Arvan dan Al pun sudah bergabung dengan mereka.


"Bawa mereka ke kantor polisi dan pastikan dapat hukuman yang lebih berat"ucap Kak Daniel.


Setalah mereka keluar kini hanya tersisia Arvan, Al, Silla dan Kak Daniel.

__ADS_1


"Kini saatnya memberitahukan kebenarannya Kak, semoga kamu bisa menerima ini semua"batin Arvan


__ADS_2