
"saya pamit dulu nik! sudah malam istirahat lah kamu pasti lelah juga!" ucap ferdi beranjak dari kursi sofa milik niko
"menginaplah, begitu banyak wanita disini, setidaknya jaga wanitamu!" ucap niko yang hanya lelaki satu satunya dirumah besar miliknya
"boleh kah?" wajah ferdi berubah senang mendengar permintaan temannya itu
"boleh tapi tidur dikamar tamu, awas saja berani menyentuh adik kesayanganku!" ancam niko agar ferdi tak berani macam macam
kini tanggung jawab niko juga bertambah pada adik adel. ia dengam senang hati akan menjaga kedua adiknya dengan baik
"tenang saja sudah selama ini saya mampu menahan, tapi kalau niken yang minta ya apa boleh buat!" ucap ferdi meledek
niko mendengus kesal ia tahu sahabatnya tak akan membuat niko kecewa.
"mau saya potong gajihmu! " lanjut niko
"jangan dong, nanti niken saya kasih makan apa!" bantah ferdi yang tak mau kalah
"sudahlah cape bicara sama orang ngga waras kaya kamu!" ucap niko meninggalkan ferdi sendirian yang masih setia menonton pertandingan bola
niko menuju dapur mengambil piring lalu diisi dengan makanan dan dibawa kekamarnya. istrinya belum makan sejak.siang tadi
niko masuk kedalam kamar melihat istrinya terbangun dan menangis memeluk kedua lututnya diatas kasur
"sayang!" niko memepercepat langkahnya dan menaruh pirinh dimeja dekat ranjangnya lalu menghampiri adel
"kenapa sayang? mimpi buruk!" tanya niko memeluk istrinya
__ADS_1
"iya mas, aku bermimpi bu mira sudah ngga ada!" ucap adel sesenggukan
"adel kami harus ikhlas ya! kita berdoa semoga orang tua kita selalu bahagia disana." ucap niko yang juga kembali mengenang kedua orang tuanya yang telah tiada
"tapi ini seperti mimpi mas, adel tak percaya secepat ini orang tua kami tiada!" adel memeluk tubuh niko erat seolah takut kehilangan
"sabar ya del, mas juga kadang merindukan orang tua mas, tapi mas ngga mau niken sedih jika mengingat masa lalu. jadi mas harus kuat dan mas harap kamu bisa kuat untuk disti!" ucap niko dengan penuh kelembutan
"maksud mas?" adel bingung tak bisa mencerna ucapan suaminya dengan benar
"tidak usah dipikirkan! sekarang kamu harus makan walau sedikit. tapi mas ambilnya banyak jadi kamu harus habiskan!!" niko mengalihkan pembicaraan agar adel tak bertanya lagi
"aku ngga lapar mas!" tolak adel
"mana bisa begitu! tubuhnya terlalu kecil mas takut dikira tak mampu memberikan makan yang baik untukmu!" ucap niko bercanda agar adel bisa sedikit terhibur
"semua sudah makan sayang! hanya kamu aja yang belum ngga percaya nanti bude sari. aaaĆ " niko menyuapi adel
"udah mas!" baru tiga suap adel sudah tak mau makan lagi
"mau disuapi pake tangan atau mulut!" ancam niko
adel berdecih kesal suaminya selalu saja berbuat semaunya meski sebenarnya adel senang. niko begitu sabar dan perhatian
"makan sendiri aja!" ucapan adel mendapat lirikan tajam
"tak ada pilihan itu, sudah makan lalu tidur. besok ikut mas minta izin kekampus supaya niken dan disti istirahat dirumah!" ucap niko
__ADS_1
adel menuruti ucapan nikp dan melahap habis makanan yang suaminya suapi
pengantin baru sedang mesra mesranya penuh kasih sayang.
dilantai bawah ada yang sedang mencuri curi waktu untuk dapat bersama
"kak kok ngga pulang!" ucap niken melihat ferdi masih berbaring disofa ruang keluarga niko sambil menonton tv
"suruh jagain kamu sama kakak ipar!" ucap ferdi membuat semburat merah diwajah niken
"kamu belum tidur sayang!" tanya ferdi lagi
"ssssttt jangan kenceng kenceng nanti kak niko denger!"ucap niken pelan
"biarkan saja! biar kita cepat menikah bagaimana hmm?" ferdi menarik niken agar mendekat dan duduk disampingnya
"temani kakak, hari ini sangat lelah butuh asupan nutrisi!"ucap ferdi
"mau vitamin? aku ambilkan dulu!" ucap niken perhatian
"ngga perlu itu. cukup kamu senyum didekat kakal saja lebih dari nutrisi yang terkandung dalam apapun!" gombal ferdi
"dasar buaya buntung, ngga mempan digombali. macam itu!" sahut niken
"kasihan disti! aku mau kekamar lagi!" pamit niken
"satu kali aja! please!" ucap ferdi tak jelas
__ADS_1
karena meluhat niken diam saja. ferdi mengecup pipi niken dan membiarkanya kembali ke kamarnya