Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Pagi ini Silla siap berangkat ke Bandara, di antar oleh Arvan karena adiknya itu maksa ingin mengantarkan, padahal Silla tahu jika Arvan sangat susah jika di bangunkan pagi-pagi buta seperti ini.


Namun demi Silla sebagai Kakak, Arvan rela.bangun lebih pagi dari biasanya ia juga bahkan langsung bangun tanpa perlu di.bangunkan.


"Kak jangan lupa nih sarapannya Mommy sengaja buat untuk Kakak di jalan oh iya ini juga untuk Arvan ya"ucap Belva.


Walaupun semalam sudah pamitan namun Belva tetap bangu pagi sama seperti Arvan. Belva bahkan membuatkan mereka sarapan.


"Makasih Mommy"ucap Silla lalu memeluk Belva dan tidak lupa mengusap perut Mommynya yang sudah mulai terlihat jelas karena Bekva memakai baju yang sedikit ketat.


"Selamat pagi Adik-adik Kakak, Jangan nakal ya di perut Mommy, Kakak pamit dulu ya nanti kita ketemu lagi"gumam Silla seolah berbicara dengan bayi di dalam kandungan Belva.


"Iya Kakak, Kakak juga hati-hati ya disana kami menunggu Kakak pulang"jawab Belva dengan menirukan suara anak kecil.


"Nanti di makan ya, kalian hati-hati di jalannya terutama Arvan nyetir nya jangan ugal-ugalan yaa dan Kak Silla jaga diri baik-baik yaa, slalu kabarin Mommy yaa"nasehat Belva pada kedua anaknya.


"Siap Boss"ucap Silla dan Arvan berbarengan.


Silla dan Arvan lantas langsung segera berpamitan karena jadwal keberangkatan sekitar satu jam lago sementara perjalanan dari rumah ke Bandara sekitar 40 menit bisa lebih jika jalanan macet.


Belva tampak masih di teras menunggu sampai mobil yang di kendarai Arvan hilang di belokan jalan depan.

__ADS_1


"Semoga nanti pas Kakak pulang dari Bali ada kabar baik deh"gumam Belva.


Ketika mendengar curhatan Silla semalam Belva sangat berharap dan berdoa hubungan Silla dengan Rendi, Belva yakin jika Rendi orang yang baik dan tidak mungkin menyakiti Silla, walaupun Belva belum pernah melihatnya langsung namun sudah cukup baginya melihat dari foto.


Belva lalu kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya, sementara Andra malah masih terlelap tadi Belva sengaja membangunnkannya namun Andra tidak kunjung bangun.


Sementara di perjalanan Silla menyuapi Adiknya yang tengah menyetir itu.


"Kakak juga makan dong jangan aku doang"ucap Arvan dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Iya nanti Kak makan di pesawat aja, belum lapar juga"jawab Silla ia terus menerua menyuapi Arvan hingga bekal yang di bawa habis.


"Kakak disana hati-hati ya, kalo ada apa-apa Kakak telpon aku langsung ya"ucap Arvan menjelma seperti seorang Kakak yang memberikan wejangan pada adiknya.


Karena masih pagi jadi lalu lintas belum ramai dan Silla bisa datang ke bandara sepuluh menit lebih cepat, sebenarnya sepanjang jalan Silla sangat berharap jika Rendi juga satu penerbangan dengannya namun Silla tidak yakin karena bisa saja Rendi sudah di Bali.


"Ini koper nya Kak, mumpung masih ada waktu Kakak makan dulu yaa, mau Arvan temani juga ga Kak?"tanya Arvan.


"Iya perut Kakak juga udah laper, ga usah kamu lebih baik langsung pulang aja Van, awas nanti jangan lupa di kantor banyak kerjaan ya"jawab Silla.


Silla lalu berpamitan dengan Arvan setelah itu ia menyeret kopernya di tangan kiri sementara tangan kanannya membawa paperbag berisi makanan dari sang Mommy dan juga Tas.

__ADS_1


Ketika tengah mencari Cofee shop Silla tidak sengaja melihat Rendi yang tengah menyeret kopernya juga, begitu senangnya Silla sampai-sampai ia memilih menghampiri Rendi di bandingkan pergi makan.


Jarak Silla dan Rendi hanya sekitar 5 Meter namun Silla memilih memelankan langkah kakinya dan mengikuti kemana Rendi pergi hingga sampailah ia di Ruang Tunggu dan menunggu momen barulah Silla menghampiri Rendi dengan langsung duduk di sampingnya sontak.membuat Rendi sangat terkejut terlihat sekali dari raut wajahnya.


"Aish lucunya"batin Silla menatap wajah Rendi.


"Kamu kok bisa ada di sini?"tanya Rendi dengan masih keterkejutannya.


"Iya kan aku mau ke Bali, kamu lupa ya?"jawab Silla masih dengan menatap wajah Rendi.


Cukup lama terdiam Rendi masih mencerna situasi yang membuatnya senang bukan kepalang, bahagia tentu saja harapannya terkabul bisa satu pesawat dengan Silla namun di satu sisi ia takut goyah bisa kacau suprise nanti jika Rendi goyah.


"Haii kenapa malah diem?"tanya Silla ketika melihat ekspresi wajah Rendi yang datar.


"Maaf aku mau cari sarapan dulu"ucap Rendi yang mencari alasan untuk menghindari Silla.


Rendi lalu beranjak dari tempat duduknya dan mencari tempat makan atau coffe shop, agar Silla tidak mengikutinya.


Namun sayang ternyata Silla malah mengikutinya dengan alasan ia juga belum sarapan dan mau tidak mau Rendipun mengizinkan Silla untuk ikut.


"Lebih baik diam dan tahan sebentar Ren"batin Rendi.

__ADS_1


Jujur ia tidak bisa mendiamkan Silla begitu saja ingin sekali ia bertanya banyak hal,kamu apa kabar, mengapa memilih penerbangan pagi, dia berangkat bersama siapa, kenapa belum sarapan dan masih banyak lagi namun pertanyaan-pertanyaan itu muncul di pikiranya dan tidak mampu ia ucapkan.


Semuanya hanya demi surprise yang sudah ia rencanakan sebelumya dan hanya menunggu mereka tiba di Bali.


__ADS_2