
Tidak butuh waktu lama untuk Andra mengetahui semua informasi tentang Riko.
"Cih ternyata hanya butiran debu"gumam begitu melihat semua ipad miliknya yang berisi semua informasi lengkap mengenai Riko dari anak buahnya.
Andra tidak langsung memberi pelajaran ketika sebuah pesan masuk ke ponselnya dari Arvan.
'Daddy aku tahu Daddy udah tahu tentang Kakak, plis kali ini biar aku ya yang balas perbuatan mereka, Daddy cukup mantau aja karena aku ingin belajar melindungi Kakak dan adik-adik nanti, jangan lupa juga jangan kasih tahu Mommyy ya Dad"(Pesan masuk yang dikirimkan Arvan).
Bukannya kesal karena niatnya tidak terlaksana namun Andra malah sebaliknya ia malah tersenyum, Andra lupa jika ia punya Arvan yang bisa di andalkan apalagi hanya si butiran debu macam Riko.
"Oke kali ini Daddy akan serahkan sama kamu Van"balas Andra pada Arvan.
"Sempat lupa jika kini aku sudah punya penerusku dan juga yang bisa melindungin Silla dan Aeri dan si kembar nanti"
Padahal seingat Andra ia sama sekali belum mengenalkan dunianya yang lain selain di perusahaan namun senyum Andra terbit ketika mengingat masalah yang ada di Australia.
__ADS_1
"Ngapain senyum-senyum"ucap Belva yang tiba-tiba sudah masuk ke ruangan kerja Andra.
"Loh kamu udah bangun Sayang?"bukannya menjawab Andra malah balik bertanya.
"Udah makanya aku bisa disini jawab dulu ngapain senyum-senyum?"ucap Belva kesal takut jika Andra ada main di belakangnya.
"Engga tadi cuma lagi liat video Arvan pas waktu kecil lucu banget"ucap Andra berbohong ia lalu bangkit dan mengajak Belva untuk duduk di sofa.
Jujur Andra sempat tidak fokus ketika melihat Belva tadi, bukan terkejut karena takut Belva tahu namun Andra terkejut karena penampilan Belva yang sangat seksi apalagi di tambah rambut yang sedikit acak-acakan karena baru bangun tidur menambah kesan seksi padanya.
"Nanti aja setelah kamu bantuin 'Dia' tidur"ucap Andra yang sudah mencium Belva.
Dengan senang hati Belva melakukannya tadi ia juga datang kesini memang ingin mengajak Andra untuk berolaharaga sore tapi karena melihat Andra yang senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya ia jadi melupakan tujuan utamanya.
\=\=
__ADS_1
Sementara Riko sangat murka rencananya gagal total, ia lalu membanting semua barang yang ada di apartemennya.
"Sudahlah Rik kita pikirkan cara lain"ucap asisten Riko sekaligus sahabatnya itu.
"Arghh awas aja akan ku beri perhitungan pada dia yang sok jagoan sekali"ucap Riko dengan amarahnya.
Dia yang di maksud Riko adalah Rendi, andai saja ia tidak mengacau mungkin sekarang Riko tengah bersenang-senanh dengan Silla.
"Kau juga seharusnya tidak boleh gegabah seperti ini Rik, biasanya juga kau pakai cara biasa mengapa sekarang malah seperti ini"
Riko termenung ia dia memang seorang player yang biasa bersikpa lembut di awal namun entah kenapa pada Silla ia ingin sekali langsung menerkam nya apalagi tadi sebelum berangkat ke tempat meeting ia melihat di sosial media tentang kesuksesan seorang Silla di tambah ada akun fake yang menyebarkan foto-foto Silla yang menurutnya sangat seksi.
"Kau benar, seharusnya aku tidak begini"ucap Riko menyadari kesalahannya yang terlalu agresif.
"Oke kita pakai cara lama"gumam Riko dengan seringai nya membayangkan rencananya ke depan jika ia berhasil menaklukan Silla.
__ADS_1
Padahal tanpa Riko sadari ada Konsekuensi besar telah menantinya di depan karena telah mengganggu anak sulung dari seorang Andra bratajaya.