
Belva dan Andra sedang di perjalanan menuju rumah Sakit, Semalam Andra memberitahu Belva tentang keadaan Nasya, Belva merasa sangat bersalah semalam juga ia berniat ingin langsunv datang ke rumah sakit namun Andra melarang karena sudah malam takut menganggu.
Namun saat sampai di pintu Ruangan rawat Nasya, Belva berhenti ia ragu untuk masuk
" Mas tapi.." ucap Belva terlihat gugup, Andra lalu memegang tangan Belva seolah meyakinkan semuanya akan baik-baik saja.
setelah Belva cukup tenang, Mereka melanjutkan untuk masuk.
" Eh Ada Belva sama Andra " ucap Mama tersenyum senang, Kak Daniel dan Papa tidak terlalu terkejut karena Andra sudah memberitahu keadaan Belva, berbeda dengan Nasya sangat terkejut namun ia senang.
Belva langsung memeluk Mama dan Papanya bergantian.
" Sudah ya nak, semua telah berlalu" ucap Mama mengusap lembut punggung Belva
Belva lalu memeluk Kakaknya,
" Sudah Bel jadikan pelajaran aja ya, kita semua juga salah udah jangan nangis" ucap Kak Daniel lembut.
Belva lalu beralih memeluk Sahabat sekaligus Kakak iparnya itu.
" Maafin aku yaa" ucapnya dengan isak tangis merasa sangat bersalah, tidak seharusnya Belva menyalahkan Nasya
" Aku juga minta maaf Bel" ucap Nasya ikut menangis .
setelah beberapa saat mereka tersenyum kembali. Belva menanyakan keponakannya yang baru lahir itu namun ternyata karena Nasya melahirkan belum waktunya jadi Bayinya harus berada di ruang khusus. mendengar itu Belva semakin merasa Bersalah namun, semuanya kompak tidak.menyalahkan Belva dan malah berucap.
__ADS_1
" Sudah Takdirnya" ucap Mereka
Belva merasa sangat berutung mempunyai keluarga seperti ini.
" Boleh aku lihat kesana Kak?"tanya Belva pada Nasya dan juga Daniel.
" Boleh ayo, aku antar" ajak Kak Daniel pada Belva dan Andra
" Sangat Tampan persis seperti Kakak" ucap Belva yang melihat keponakannya itu di balik Kaca penghalang.
" Iya Nasya sempat kesal katanya Ia yang mengandung dan melahirkan tapi Malah mirip aku" ucap Kak Daniel sembari ketawa membayangkan kejadian kemaren Saat Nasya bangun setelah operasi Caesar.
" Sayang, kamu harus mirip Mommy ya jangan mirip Daddy" ucap Belva sembari mengusap kandungannya.
" Iya Benar tuh Bel, toh kalo anak pertama ga mirip kamu kan bisa bikin lagi nanti yang mirip kamu wkwkwk" ucap Kak Daniel
" Mantap, bener Banget Kak" ujar Andra senang.
" dih, ini aja belum lahir udah niat mau nambah, eh tapi Belva jadi lupa kan Namanya siapa Kak?"tanya Belva mengalihkan Pembicaraan karena merasa sangat malu dan kesal.
" Danadyaksa Alfandy Surya " ucap Kak Daniel
" boleh aku panggil dia Alfan Kak ?" tanya Belva
" Boleh terserah kamu"
__ADS_1
" Haii Baby Al " ucap Belva seolah mengajaknya berbicara
\=\=\=\=
Setelah pulang dari Rumah Sakit, Belva memilih untuk langsung beristirahat karena Semalam Belva hanya tidur beberapa jam, ia sangat kepikiran tentang Kakak iparnya itu yang membuat ia susah untuk tertidur.
Selagi Belva beristirahat, Andra pergi ke ruang kerja, ia sudah memutuskan untuk bekerja di rumah alasannya Karena untuk menjaga Belva mengingat Kandungannya yang sudah semakin Besar.
sore hari ketika pekerjaan Andra sudah Selesai, ia memilih mengajak main Silla di taman Belakang.
" Daddy aku juga pengen liat Babynya Tante Nanas " ucap Silla pada Andra
" Iya Nanti kalo sudah pulang ke rumah, kita pergi liat yaa"ucap Andra lembut.
kegiatan Andra Dan Silla dilihat Belva dari balkon kamarnya ia yang baru saja bangun tidur, dan tidak melihat Andra di kamarnya lalu melihat ke arah taman belakang.
Belva lalu segera pergi mandi, ia berniat untuk memasak makan malam.
---
Jangan lupa juga ya mampir ke novelku yang lain
Terimakasih
kalo boleh minta like, komen dan votenya ya biar aku tambah semngat buat up😊
__ADS_1