Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Meninggalkan dua sejoli yang sedang kasmaran, Belva memilih pergi ke kamar Aeri tidak lupa ia juga membawakan susu untuknya karena biasanya sebelum tidur nanti Aeri memang slalu minum susu.


Mungkin sudah jadi kebiasaan Aeri jika tidak minum susu tidurnya tidak akan nyenyak. Selesai membuatkan susu untuk Aeri, Belva membawanya langsung naek ke kamar Aeri.


"Nah kebetulan nih susu nya udah di buatin Mommy, sekarang Aeri minum susu terus tidur ya"ucap Andra lalu mengambil alih nampan yang di bawa Belva.


"Okey Daddy"


Aeri langsung meminumnya hingga habis, setelah itu ia pergi ke kamar mandi dulu untuk mencuci kaki dan menyikat gigi.


Walaupun Aeri sudah bisa sendiri namun kali ini Belva membantunya jujur ia merindukan saat-saat dulu ketika Aeri masih kecil.


'Waktu cepat berlalu ya'batin Belva.


"Mommy sama Daddy boleh ga nemenin Kakak Aeri tidur disini?"ucap Belva bertanya.

__ADS_1


Tentu saja Aeri langsung mengangguk terlihat wajahnya begitu senang, mungkin bukan hanya Belva yang merasa rindu tapi Aeri juga memang mereka bertemu setiap hari tapi adakalanya mereka rindu momen-momen yang biasa nya dulu dilakukan kini tidak karena telah beranjaknya usia.


Untungnya ranjang Aeri cukup besar dan muat untuk mereka tidur, walaupun Andra harus mengalah karena takut jika Belva kurang nyaman.


"Selamat tidur Mommy Daddy dan selamat tidur Adik"ucap Aeri diakhiri dengan ciuman di prrut Belva.


"Selamat tidur Sayang"balas Belva mencium kening Aeri dan memeluknya.


Lampu utama sudah di matikan kini hanya ada lampu tidur yang menyala, kebiasaan Belva slalu mengusap-usap punggung Aeri hingga tidak butuh waktu lama Aeri sudah pergi ke alam mimpinya.


"Dia udah tidur kamu juga tidurlah, aku akan turun tidak melihat Silla dan Rendi"bisik Andr pamit pergi keluar.


"Udah malem nih , Mommy sama Daddy kamu kemana?"ucap Rendi sejujurnya ia masih ingin berlama-lama dengan Silla namun karena sudah malam dan tidak sopan bertamu sampai malam Rendi berniat ia ingin pulang.


"Mungkin masih di kamar Aeri, sebentar aku panggilkan dulu"ucap Silla namun Andra sudah datang duluan.

__ADS_1


"Nah ada Daddy, Mommynya kemana Dad?"


"Udah tidur di kamar Aeri"jawab Andra singkat.


Rendi langsung meminta izin untuk pulang, walaupun Andra menawarkan untuk menginap tapi Rendi tetap maksa pulang ia merasa masih tidak enak.


"Hati-hati di jalan, sering-sering main kesini yaa jangan sungkan"ucap Andra sebelum Rendi pamit.


"Iya Dad siap kalo gitu aku pamit"


Silla mengantarkan Rendi sampai ke teras depan, walaupun hatinya tidak ingin Rendi pulang tapi Silla tidak bisa berbuat apapun sepertinya ajakan nikah muda Rendi akan Silla pertimbangkan.


"Kabarin kalo udah sampe rumah ya Sayang"ucap Silla.


"Pasti Sayang tenang aja, sana gih masuk ke dalam diluar dingin jangan begadang ya langsung tidur bye Sayang"

__ADS_1


Mobil yang di kendarai Rendi melaju dengan kecepatan sedang, malam ini sepertinya Rendi akan tidurnya dengan nyenyak apalagi kalo bukan karena mendapatkan restu dari keluarga Silla bahkan calon mertuanya tidak keberatan jika menikah dalam waktu dekat.


Namun tinggal satu yang belum, Rendi belum mengenalkan Silla pada keluarganya walaupun sebenarnya Ayahnya sudah mengenal Silla tapi untuk mengenalkan secara resmi sebagai kekasihnya belum, mungkin Rendi akan mencari waktu yang tepat untuk membawa Silla ke rumahnya.


__ADS_2