Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 102


__ADS_3

"adisti kalila!" panggil niken dari kejauhan


disti melambaikan tangan dan menghampiri niken yang sudah ada dalam mobil. keduanya selesai dengan mata kuliah hari ini


"ayo masuk! kami antar" ucap niken menyuruh disti naik kemobil


"aku mau pelatihan dulu ken, kamu dan pak ferdi duluan saja!" tolak disti tak enak


ia tak mau merepotkan orang terlalu banyak lagi.


"dikasih tumpangan malah ditolak!" ucap seseorang yang berada dimobil niken juga


ia duduk dibagian belakang kursi kemudi


"kok pak... rio ada disini!" disti kaget dan tak menyangka bertemu orang yang menyebalkan itu lagi disaat yang tak tepat


"sudah ayo masuk! nanti aku jelasin!" niken memaksa disti masuk mobil dan duduk disamping rio yang sedang fokus membaca buku tebal


"terima kasih pak ferdi, maaf selalu merepotkan!" ucap disti


"santai saja! kita akan jadi saudara bukan!" jawab ferdi ramah


sangat berbeda dengan adiknya yang cuek dan terkesan galak


"sayang aku emang baik banget ciihh!!" niken mencolek dagu ferdi karena gemas


" niken! eheemmm!" ferdi membuang kecanggungan


disti dan rio sibuk dengan urusannya masing masing hingga tak ada sepatah katapun keluar dari keduanya.


sementara ferdi dan niken mengobrol berdua tanpa memikirkan penumpang lainya

__ADS_1


"sampai! nanti pulangnya antarkan saudara aku ya rio!" niken memohon dengan mengatupkan kedua tangannya


"iya!" jawab rio singkat dan datar


"ngga usah. aku bisa naik ojek online kok lebih cepat juga!" sahut disti sebelum turun dari mobil


"baik baik ya, dahh!" suara niken segera menghilang bersama dengan laju mobil yang dibawa kekasihnya


"jangan harap saya berbaik hati karena kamu saudara calon kakak ipar saya!" ucap rio ketus


"saya ngga minta pak, saya kesini mau pelatihan bukan cari saudara!" jawab disti membantah ucapa rio yang tajam


disti masih belum tahu siapa rio dan ada hubungan apa dengan ferdi dan niken


diapun tak perduli


kelas dimulai, rio menjelaskan materi tentang pertanian dan pembibitan


***


"mba adel disini juga!" ucap niken setelah tiba dikantor kakaknya


"iya dek, ada yang susah makan jadi harus diantarkan!" jawab adel menyindir suaminya


"biarin aja mba biar hemat dan kita makin kaya!" niken makin mengejek kakaknya


"brisik banget! sana mulai kerja atau kakak potong uang jajanmu!" ancam niko


pada niken yang mulai beberapa minggu lalu setelah pulang kuliah harus bekerja dikantor kakaknya


niko berharap niken belajar dan juga mandiri

__ADS_1


"ohh tidak bisaa!! uang jajan dari pacar cukup kalau kakak ngga mau kasih lagi!" jawab niken


"jangan minta minta ke orang lain!" tegas niko


"siapa yang orang lain!" ferdi tak terima disebut orang asing


"dia cemburu sayang, adiknya lebih milih suaminya!" canda ferdi


"hei,,, sejak kapan kalian sudah menikah! sudah sana kembali kerja atau saya pecat kalian berdua!!" niko tak tahan lagi dengan perdebatan saat ini


ia merasa badannya menjadi sering lemas sekarang. tapi tak mau memberitahukan pada istrinya


adel hanya menonton dan menikmati perdebata. adik kakak dan asisten suaminya


"mba belain dong!" niken mengadu


"takut ahh ngga dikasih jatah jajan juga!" canda adel menggoda niken


membuat niken mencibikan bibirnya "sama saja! ayo kak kita kerja nanti dipecat ngga jadi kawin lagi!" ucap niken menarik tangan ferdi keluar ruangan niko


adel melihat niko sedikit pucat "mas kamu sakit! kita pulang saja atau panggil dokter mas!" adel panik


niko menarik adel agar duduk dipangkuannya


"mas ngga sakit, tapi sepertinya kita tertukar! saya seperti orang nyidam!" tutur niko pada adel


adel terkejut pantas saja ia tak merasakan pusing atau mual dipagi hari


"apa itu bisa terjadi mas?" tanya adel memastiksn


"mas tanya dokter beberapa hari lalu seperti itu. aneh tapi mas senang asal bukan kamu yang sakit!" ucap niko tulus

__ADS_1


__ADS_2