
Semua anggota kelurga Bratajaya berkumpul untuk makan siang kecuali Belva yang sudah lebih dulu makan dan kini malah tengah berbaring santai di sofa sambil menonton televisi.
Andra sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah Belva yang makan 3 ekor ikan sekaligus, padahal biasanya satu ekor pun tidak habis sendiri.
"Tumben banget Mommy pengen makan ikan, biasanya paling ga mau apalagi yang di kolam itu"ucap Silla.
"Iya benar Kak aku juga merasa aneh"timpal Arvan.
"Sudah-sudah lanjut makan aja, jangan banyak berpikir ya"jawab Andra tapi sebanarnya ia juga memikirkann ucapan Silla.
Belva terus menunjukan sikap yang aneh ia slalu meminta Andra untuk membelikan atau memasak makanan yang sebenarnya jarang di sukai Belva contohnya malam ini Belva meminta Andra untuk membelikan makanan yang bernama sate taichan.
Padahal setau Andra, Belva tidak suka makanan seperti itu tapi yang di lihatnya malam ini malah seperti bukan Belva.
"Seperti orang Ngidam aja kamu Sayang"ucap Andra.
"Mungkin"jawab Belva dengan santai sambil terus mengunyah makanannya.
__ADS_1
Andra terdiam sejenak lalu bangkit memakai kembali jaketnya dan membawa kunci motor, ia akan membeli pergi sesuatu.
"Kemana lagi Mas"tanya Belva namun Andra sudah lebih dulu keluar.
Selang 10 menit kemudian Andra kembali ke rumah dengan membawa sekantong kresek berisi sesuatu untuk memastikan.
"Sayang kamu udah pipis belum?"tanya Andra.
"Belum, kenapa?"
Andra teringat ketika pergi ke apotek, Apoteker menyarankan jika lebih baik untuk menggunakan testpeck saat bangun pagi.
Baru saja Andra dan Belva akan terlelap tidur, tiba-tiba pintu kamar di ketuk seseorang mau tidak mau Andra kembali bangun dan membuka pintunya.
"Aeri kenapa sayang?"tanya Andra heran karena sebelum ke kamarnya tadi Andra mengecek ke kamar anak-anaknya seperti biasa dan melihat Aeri sudah tidur.
"Dadddy aku ingin tidur sama Daddy dan Mommy boleh ya?"ucapnya manja langsung memeluk Andra.
__ADS_1
"Iya Sayang boleh"
Andra kembali menutup pintu setelah itu menuntun Aeri tidur di tengah-tengah Andra dan Belva yang sudah lebih dulu terlelap.
Aeri memeluk Andra dengan posesif seperti takut jika Andra pergi, Andra mengusap-usap punggung Aeri sampai tertidur.
"Selamat tidur Sayang"bisik Andra pada Aeri sebelum ia menyusul Aeri dan Belva yang sudah terlelap lebih dulu.
Namun Andra tidak bisa tidur ia sangat menantikan hari esok ia begitu penasaran dengan Belva, Andra tidak mau berasumsi dulu tapi ia sangat berharap jika kecurigaanya benar dan keluarganya bertambah lagi.
Andra mengecek ponselnya tadi ketika membeli sate, Andra sempat berkirim pesan dengan Kak Daniel, curhat antara Seorang Ayah Kak Daniel curhat tentang Nasy yang lebih sensitif di kehamilannya sekarang dan Andra juga menceritakan tentang Sikap Belva yang sedikit aneh baru-baru ini.
Biasanya Andra akan curhat langsung dengan Kak Daniel tapi Kak Daniel sedang berada di rumahnya yang dulu permintaan Nasya yang ingin tinggal sementara di sana.
"Daddy sangat berharap kamu hadir di rahim Mommy nak"batin Andra mengusap-usap perut rata Belva.
Andra tidak tidur sampai pagi ia begitu exited menunggu Belva bangun dan memberitahukannya untuk mencoba testpeck, supaya kecurigaannya bisa di buktikan.
__ADS_1