Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Selesai makan malam, para lelaki berkumpul di gazebo belakang sementara para wanita sibuk menyiapkan makanan penutup, padahal dimeja sudah tersedia beberapa kudapan manis namun si Bumil tiba-tiba ngidam ingin makan kue cubit.


Andra sudah menawarkan untuk membeli saja di luar namun Belva keukeuh ingin membuat sendiri di bantu Silla dan Aeri.


Ibu dan anak itu tentu saja tidak bisa membuatnya tapi berkat bantuan resep di situs online akhirnya kue cubit jadi juga ya walaupun tidak seenak yang di jual diluar tapi cukup untuk mereka terutama si bumil yang sangat happy.


"Kak bawa kebelakang gih, Mommmy pengen ke kamar mandi dulu"titah Belva pada Silla.


Belva sedikit buru-buru ke kamar mandi, memang sejak hamil ia sering bolak balik ke kamar mandi, dan barulah setelah itu ia menyusul ke gazebo belakang.


"Loh Aeri kemana?"tanya Belva karena anggota keluarganya berkurang satu.


"Izin ke kamar Mom, katanya ada tugas"jawab Silla.


Belva mengangguk paham, namun fokusnya kini teralihkan ia sempat lupa jika kedatangan calon menantunya.


Belva merasakan ada suasana yang berbeda tidak setegang tadi tapi Belva bersyukur sepertinya suaminya sudah mengakrabkan diri dengan Rendi terlihat dari raut wajah keduanya yang terlihat santai.

__ADS_1


"So jadi kapana nih rencana nikahnya?"tanya Belva tiba-tiba yang membuat Silla hampir tersedak.


"Mommy"rengek Silla, jujur ia begitu malu sekaligus gugup.


"Pengennya secepatnya Tan"jawab Rendi mantap.


"Ya lebih baik di segerakan aja tapi Mommy ga maksa ya tergantung kaliannya juga dan btw jangan panggil Tante dong panggil Mommy yaa"ucap Belva tersenyum.


"Iya Tan eh Mom"balas Rendi tergagap.


Sedang asyik-asyiknnya ngobrol tiba-tiba Aeri berteriak meminta tolong untuk di bantu mengerjekan tugasnya pada Andra.


"Aku juga mau ngerjain tugas kampus dulu ya Mom, Kak "pamit Arvan.


Belva hanya menggelangkan kepalanya tidak habis pikir dengan kelakuan anak-anaknya, padahal Belva sudah mewanti-wanti jika malam waktunya family time.


"Maaf ya Ren, biasa suka pada sibuk masing-masing ini juga si Kakak kalo ga ada kamu pasti diem aja di kamar"ucap Belva sementara Silla tersenyum.

__ADS_1


Tapi justru Rendi malah merasakan kehangatan sebuah keluarga, ia yang seorang anak tunggal dan hanya tinggal dengan ayahnya slalu merasa sepi kegiatannya kebanyakan di luar rumah di rumahpun ia hanya untuk tidur.


"Gapapa Mom"


"Oh ya, bukannya kamu bilang bawain aku sesuatu ya?"ucap Silla yang tiba-tiba teringat ketika Rendi mengirimkan chat.


"Ya ampun lupa masih di mobil"jawab Rendi tersenyum kikuk saking gugupnya tadi ia sampai melupakannya apalagi tadi ketika datang ia sudah di sambut muka sangar calon mertuanya.


Rendi pamit izin mengambil ke mobil sementara kini tinggal Belva dan Silla.


"Mommy merasa kalian sangat cocok Kak apalagi Rendi keliatannya baik dan yang penting dia keliatan banget cinta sama kamu Kak"ucap Belva jujur sedari tadi ia tidak sengaja memergoki Rendi yang mencuri-curi pandang pada Silla.


"Mommy berharap kalian berdua berjodoh sampai maut memisahkan nanti" doa Belva.


"Aamiin Mommy, makasih yaa aku beruntung banget punya Mommy seperti Mommy"ucap Silla memeluk Belva.


Dari kejauhan Rendi tersenyum melihat keakraban pacarnya dengan calon mertuanya terlihat sekali jika keharmonisan ibu dan anak, Rendi jadi merindukan Mamanya yang sudah meninggal.

__ADS_1


"Seandainya Mama masih ada mungkin Mama akan senang punya menantu seperti Silla"batin Rendi ia mengusap air matanya yang sedikit keluar.


__ADS_2