Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.88


__ADS_3

"hati hati ya mas, nanti aku nyusul setelah pulang dari rumah bu atun!" ucap adel


niko mengantarkan adel yang ingin berkunjung ke kostsannya dulu sekalian niko berangkat ke kantor


berat hati niko berpisah meski hanya sebentar saja. "jangan lama lama ya, nanti bilang aja biar mas jemput!" sahut niko tak mau istrinya naik kendaraan umum yang bahaya menurutnya


"mas kan sibuk, udah nanti biar niken aja yang jemput pulang kuliah gimana?" tawar adel agar tak merepotkan suaminya yang banyak pekerjaan dikantor


"oke! benar sama niken ya. kiss dulu!" pinta niko manja


adel mengecup bibir dan pipi niko bergantian "lunas!" sambung adel sebelum keluar dari mobil


niko tersenyum sendiri, memikirkan usianya yang cukup dewasa tapi rasanya saat ini didirinya hanyalah manusia remaja yang baru mengenal cinta


niko melajukan mobilnya kerah kantor


"pagi bu atun!" sapa adel melihat bu atun sedang menjaga warung kecil namun lengkap untuk keperluan rumah tangga


"ya ampun neng adel, ibu kangen banget ibu pikir sudah lupa dengan nenek satu ini!" ucap bu atun haru


membuat adel terkekeh tertawa


"mana mungkin lupa bu! ibu adalah salah satu orang terbaik yang adel kenal. ibu sehatkan?" adel memeluk bu atun penuh kasih sayang seperti yang ia rasakan


"syukur atuh neng, sudah sarapan belum. ehh maaf ibu teh lupa orang kaya mah sarapan tiap pagi ya!" ledek bu atun

__ADS_1


"ibu bisa aja, yang kaya mah suami adel bu! adel mah sukanya tetep lauk warteg yang murah dan enak!" sahut adel tak merasa tersinggung oleh perkataan bu atun


mungkin saja bu atun merasa kehilangan karena sebelumnya adel lah yang jadi temannya


keduanya mengobrol santai di teras depan warung bu atun.


tiba tiba ada sebuah mobil yang cukup mewah datang dan terparkit didepan rumah bu atun


raut wajah bu atun menjadi cerah ceria


"sebentar ya neng ibu ada tamu!" bu atun menghampiri anaknya yang datang dengan sang cucu


"nenek!" sapa bocah kecil turun dari mobil berlari memeluk sang nenek


"bintang, nenek kangen" bu atun berjongkok mengimbangi tinggi cucunya


"sehat nak, ayo masuk! ohh iya kenalkan ini adel yang dulu ngontrak sama ibu. andai saja....!" bu atun menghentikan ucapannya


"kenapa bu?" tanya adil


"engga apa apa! nak adel kenalkan anak saya adil namanya. nama kalian mirip andai saja berjodoh!" ucap bu atun berkhayal


"ibu!" adil langsung memprotes


"hai kakak, aku bintang!" ucap anak kecil lucu

__ADS_1


adel berjongkok dan mencium pipi gembul bintang. lalu adel menggendongnya


anak usia empat tahun yang sudah kehilangan ibunya. adel merasa dirinya memeiliki kesamaan dengan bintang


"kamu tampan sekali" adel mencubit pipi bintang gemas


"kayak ayah aku kan kak!" ucap bintang


spontan membuat adel bingung harus menjawab apa pada bintang


bu atun dan anaknya masuk kedalam sedangkan bintang tak mau masuk ia terua ingin bermain dengan adel.


"baru bertemu sudah akrab sekali mereka, padahal bintang susah sekali akrab dengan orang lain!" ucap adil anak bu atun


"mungkin karena hati nak adel baik. anak kecil bisa merasakan mana yang baik dan buruk!" jawab bu atun


"mba adel!" suara cempereng memanggil nama kakak iparny siapa lagi kalau bukan niken


"lucu banget anak siapa inih, jadi pingin punya anak sama kak ferdi buru buru!" ucap niken keceplosan


adel membelalakan matanya. "anak kecil mau punya anak bangun aja masih dibangunin mama!" ledek adel


"disti turun!" ucap niken


niken membawa serta disti saat pulang kuliah tadi

__ADS_1


"kak!" disti menghampiri kakaknya


__ADS_2