
Silla bingung untuk membujuk Arvan untuk tidak memberitahu Belva karena melewatkan makan siangnya, Arvan sangat susah untuk di sogok berbagai tawaran Silla berikan namun hasilnya tetap nihil, Arvan memang terlalu sangat patuh pada sang Mommy.
"Ayolah Van bantuin Kakak, sekali ini aja ya jangan kasih tahu Mommy, Kakak janji ga akan di ulangi lagi pliss yaa"ucap Silla memohon pada Arvan yang tengah mengemudi.
Mereka sedang di perjalanan untuk pulang. sedari tadi Silla terus berusaha merengek pada Arvan namun Arvan hanya menanggapinya dengan diam saja.
Beberapa menit kemudian mereka sampai juga di Rumah, Silla lebih dulu turun dengan lesu ia sudah bersiap menerima amukan sang Mommy.
"Daddy"ucap Silla manja memeluk Andra.
"Kok lesu banget ? cape ya ?"ucap Andra mengelus rambut Silla.
"Bukan cape Dad tapi takut di omelin Mommy, karena melewatkan jam makan siang"ucap Arvan yang baru saja datang.
"Bener begitu?"tanya Andra memastikan pada Silla.
Silla hanya mengangguk, berharap Daddynya merasa kasihan dan tidak memberitahu sang Mommy.
"Bener itu Kak?"ucap Belva yang tidak sengaja mendengar ketika akan pergi ke dapur.
"Iya Mommy, maaf ya Silla janji ini terakhir kalinya"ucap Silla melepas pelukan Andra lalu beralih pada Belva.
"Mommy bosen tau kak, janji-jani mulu pokoknya mulai besok Mommy sendiri yang akan datang bawain makanan ke kantor"ucap Belva dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
"Tapi Mommy"ucap Silla memohon ia tidak mau merepotkan Mommy nya.
__ADS_1
"Engga ada tapi-tapian, pokoknya udah Mommy putuskan jangan di bantah ya, lebih baik sekarang pergi istirahat"ucap Belva kembali lembut.
"Iya Mommy, Aku ke kamar dulu"ucap Silla lalu segera pergi.
"Mommy kenapa matanya sembab?"tanya Arvan yang sangat penasaran sedari tadi.
"Mommy tadi cuma kelilipan, sekarang udah gapapa kok"killah Belva menatap Andra meminta bantuan.
"Iya Mommy kelilipan, udah sana istirahat jangan begadang"
Arvan tidak percaya begitu saja, namun karena tidak ingin membuat Mommynya sedih lagi hanya karena ia bertanya ia memutuskan untuk pura-pura percaya dan memilih pergi ke kamarnya.
Setelah Arvan pergi ke kamarnya, Belva tampak masih sendu memikirkan ucapan Andra untuk segera memberitahu Silla.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, ayo kita juga harus istirahat"ucap Andra lembut sambil mengulurkan tangannya.
Belva tersenyum lalu menyambut uluran tangan Andra, mereka pergi ke kamar untuk berisitirahat karena hari sudah semakin malam.
Keesokan harinya Belva membuktikan ucapannya untuk mengantarkan langsung makan siang untuk Silla ke kantornya.
Seperti sekarang setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama karena macet maklum saja karena waktu memasuki jam makan siang.
Walaupun usia Belva yang tidak muda lagi namun kecantikan dan pesonananya tidak ikut memudar ia justru makin cantik, Belva disambut baik para karyawannya.
"Selamat Siang Bu"ucap Sekretaris Silla bernama Ririn.
__ADS_1
"Siang, Silla nya ada kan ya?"ucap Belva ramah
"Iya Bu ada"
Belva lalu segera masuk ke dalam ruangan dengan mengetuk pintu terlebih dahulu ya walaupun ia akan bertemu putrinya tapi tetap saja harus sopan.
"Mommy kenapa ga langsung masuk aja"ucap Silla.
"Ya ga boleh gitu dong harus sopan, takutnya nanti pas lagi ada tamu kan ga enak kalo nyolong masuk"
"Iya tapi tetap aja kalo cuma Silla sendiri gapapa langsung masuk aja"
"Iya ya Mommy tadi lupa nanya ke sekretaris kamu kalo ada tamu atau engga nya, udah jangan di bahas lagi sekarang kita makan siang ya Mommy udah masakin makanan kesukaan Kakak"ucap Belva sambil.mengangkat barang bawaanya.
"Makasih ya Mommy, maaf Silla slalu ngerepotin Mommy"
"Ga ada kata repot untuk seorang anak, udah ayo makan diamg dulu, Mommy harus buru-buru mau jemput Aeri juga"
Mereka lalu bersama dengan canda dan tawa, layaknya seorang putri bersama ibunya ya walaupun Belva bukan ibu kandunganya.
Kira-kira reaksi Silla kalo tahu gimana yaa ? Coba kalian komen ya.
See Next Episode.
btw aku udah nepatin janji ya untuk up tiap hari terimakasih berkat kalian semua juga.
__ADS_1
Dukung aku terus ya supaya semangat buat nulis sekali lagi terimakasih 🤗🤗