Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Selama berjalannya meeting semuanya masih dalam batasan pekerjaan tidak melenceng seperti yang Silla kira.


Namun begitu Rapat selesai dan kedua belah pihak sudah setuju, mulai lah keluar sikap Riko yang menyembalkan.


"Mumpunh sudah di sini bagaimana jika kita merayakan kerjasama kita?"ucap Riko menatap penuh harap pada Silla.


"Maaf Pak, saya sudah bilang dari tadi kalo saya ada meeting di tempat lain"jawab Silla datar ia kembalo ke dalam mode tidak ingin di bantah.


"Ya ya saya tahu tapi hanya sebentar saja, gimana? mau kan?"ucap Riko yang masih berusaha membujuk ia bahkan berani memagang tangan Silla.


"Maaf saya tegaskan kembali jangan bersikap di luar batas ya Pak Riko yang terhormat, kami permisi"jawab Silla yang langsung ingin beranjak pergi.


Namun Riko dengan cepat menahan tangan Silla, ia bahkan sedikit meremas pergelangan tangan Silla saking kesalnya di tolak oleh Silla terus.


"Lepaskan, jaga kesopanan andaa"ucap Silla dengan tangan yang sudah berusaha untuk melepaskan tanganya dari cengkraman Riko.

__ADS_1


"Dari tadi aku udah sabar ya ngajak baik-baik tapi kalo di tolak terus janga harap bisa lolos"ucap Riko kesal dengan mata yang sudah sangat kesal menatap tajam pada Silla.


Silla berusaha mencari pertolongan ia begitu takut jika Riko sampai nekat nanti, namun sialnya mereka tengah di ruangan privet, asisten Silla juga tidak bisa membantu banyak karena sama juga di cegah oleh asisten Riko.


Riko yang menyadari jika Silla ketakutan mulai bersikap lembut berharap Silla bisa menurut namun lagi-lagi Penolakan keras yang diterimanya.


Akhirnya dengan marah Riko membawa Silla ke sofa yang lain, ia mendorong Silla sampai terjatuh dan ketika akan menindihnya ada yang datang.


Bak dewi keberuntungan seperti berpihak pada Silla, seorang pelayan datang dengan seorang pria yang Silla kenal.


"Jangan masuk sembarangan kalian, siapa yang menyuruh mu kesini Hah?"ucap Riko emosi yang tanpa sadar melepas cengkramannya pada Silla.


"Kau yang siapa, berani sekali menyentuh lengan calon istriku"jawab Rendi penuh emosi.


Sedari awal Rendi sudah memperhatikan gerak-gerik Riko yang aneh dan kecurigaanya bertambah ketika ternyata klien yang di maksud Riko adalah Silla, tanpa pikir panjang Rendi memilih membayar si karyawan di bagean cctv untuk memantau Meeting Silla dan Riko dan dugaanya benar.

__ADS_1


Sementara Silla tidak terlalu mendengarkan obrolan mereka berdua ia masih ketakutan dan tanpa sadar memeluk pinggang Rendi.


"Hahahaha jangan mimpi, ini masih siang tunggu bukan kah kau yang tadi meeting dengan papaku?"ucap Riko yang kesal namun berusaha di tahan takut jika nanti terjadi masalah.


Bukannya menjawab Rendi malah mengajak Silla dan juga asistennya untuk keluar, takut jika emosinya nanti tidak terkendali.


"Kamu pulanglah biar aku yang urus ini"ucap Rendi lembut.


Silla hanya diam dan badannya masih bergetar, karena pikirannya masih terbayang-bayang tentang kejadian tadi.


"Hei kau yang harusnya pergi mengganggu urusan orang saja"ucap Riko di belakang mereka.


"Cih dasar bajingan, tutup mulut kotor mu itu"ucap Rendi yang mulai tidak tahan untuk menyerang Riko namun di cegah oleh Silla yang kembali memeluknya sangat erat.


Perdepatan mereka memgundang banyak orang karena terjadi di lorong dekat privet room dan mau tidak mau Riko memilih mengalah takut jika citranya akan buruk.

__ADS_1


"Awas kau"ucap Riko penuh ancaman sebelum pergi.


Rendi langsung membalikan tubuhnya dan memeluk Silla dengan erat ia tidak peduli tatapan orang lain ia hanya ingin menenangkan wanita yang diam-diam sudah mengisi kekosongan hatinya, Rendi tidak bisa membayangkan jika saja ia tadi langsung pergi.


__ADS_2