Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Menjadi anak laki-laki satu-satunya di keluarga Bratajaya membuat Arvan harus bisa hebat dan kuat melindungi Kakak dan adik perempuannya.


Kebahagiaan mereka berdua tentu menjadi prioritas seorang Arvan Bratajaya, apalagi soal percintaan Kakaknya, walaupun sebenarnya bukan hak Arvan namun ia tidak bisa diam saja melihat Kakaknya khawatir berlebihan seperti itu.


Namun, Andra sebagai Daddy juga slalu memberitahu Arvan jika kebahagiaan dirinya sendiri juga penting tapi Arvan mengabaikan hal itu.


Baginya dirinya sendiri sudah bahagia melihat keluarganya bahagia, itu yang slalu menjadi motivasi Arvan.


"Semakin hari pekerjaan semakin menumpuk"gumam Arvan melihat setumpuk dokumen di meja kerjanya.


Arvan lantas segera memulai kerja karena kebetulan juga hari ini ia ada sedikit urusan di kampus jadi sebelum makan siang Arvan harus sudah menyelesaikan semua pekerjaanya.


"Permisi Tuan, ini kopi yang ada minta"ucap salah satu OB yang datang mengantarkan kopi pesanan Arvan.


Arvan mengangguk dan menyuruhnya menyimpan di samping meja, setelah itu barulah si OB pergi keluar.


Saking fokusnya Arvan bekerja sampai-sampai jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Mau tak mau Arvan harus menyudahi pekerjaanya.

__ADS_1


Hanya tersisa sekitar 5 dokumen lagi namun Arvan memilih menyimpannya dan akan dikerjakan nanti.


Sebelum pergi ke kampus Arvan menyempatkan pergi keruangan Kakaknya namun tidak ada siapa-siapa.


"Belum selesai meeting atau lagi kencan berdua sama pacaranya"batin Arvan lalu melanjutkan langkahnya pergi ke arah lift.


Arvan bukannya tidak tau kemana perginya Kakaknya ia sangat tahu apalagi anak buahnya lekas setia memantau Kakaknya dari jarak jauh.


Begitu lift terbuka di lobby banyak karyawan yang langsung menunduk hormat pada Arvan, pesona tampan seorang Arvan mampu membuat para kaum hawa terhipnotis banyak yang mengikrarkan mereka sebagai fans garis keras Arvan.


"Sayangku makin hari makin ganteng"ucap Salah satu pegawai perempuan.


Dan masih banyak lagi pujian dan ungkapan halu mengenai Arvan, Arvan sendiri bukan sosok yang datar atau dingin ia hanya akan bersikap biasa saja ia juga bukan tipe yang susah untuk akrab.


"Biar saya saja yang menyetir"ucap Arvan.


Arvan membawa sendiri mobil milik Daddynya toh hanya pergi ke kampus ia sudah terbiasa berangkat sendiri, ia juga tidak ingin membuat heboh kampusnya dengan kedatangan Arvan yang membawa mobil sport dan di antar supir.

__ADS_1


Cukup hanya mobil sport nya aja yang membuat gempar toh hanya sebentar saja selebihhya hanya angin lalu karena kampusnya juga sering kedatangan mobil mewah milik mahasiswa anak konglomerat termasuk Alfan.


Hanya butuh sekitar 20 menit saja untuk tiba di kampusnya, agenda hari ini di kampusnya adalah untuk menemui profesor yang akan menjadi dosen pembimbing Arvan.


Sebelum keluar Arvan menyimpan jas kerjanya ia hanyq memakai kemeja berwarna biru dengan celana hitamnya.


"Liat deh Si Arvan tumben banget datang bawa mobil sendiri biasanya nebeng atau ga di anterin"ucap salah satu mahasiswi.


"Makin ganteng ya dia sekarang apalagi bisa bawa mobil sport itu"


"Ga kebayang ya kalo yang menjadi istrinya nanti betapa beruntungnya dia, jadi penasaran ya siapa jodohnya seorang Arvan bratajaya"


"Iya bener kira-kira siapa ya? Apa Si Mahasiswa centil dan norak itu?"


"Ga mungkin, ga bakal ikhlas deh kalo dia sama Arvan ga cocok sama sekali"


Obrolan dua mahasiswi mengenai Arvan secara tidak sengaja terdengar oleh seorang gadis ia tersenyum manis membayangkan Arvan menjadi miliknya.

__ADS_1


"Akan aku pastikan Arvan jatuk ke pelukanku"gumamnya lalu beranjak pergi.


__ADS_2