Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Setelah makan Siang niatnya Rendi ingin mengunjungi Silla namun ia urungkan karena ada masih ada meeting dengan klien, namun Rendi memilih menitipkan Silla pada calon adik iparnya.


"Okey tenang aja, Kak silla pasti aman"balasan pesan dari Arvan.


Barulah setelah itu Rendi bisa sedikit tenang dan bisa fokus dengan pekerjaanya.


Sekitar 2 jam lamanya akhirnya meeting selesai, sekretaris Rendi langsung memberitahu kabar yang menimpa kekasihnya.


"Iya katanya ada yang sengaja mensabotase"ucapnya pada Rendi.


Pantas saja hampir seharian chat dan telpon Rendi diabaikan Silla ternyata kekasihnya itu sedang tertimpa masalah.


Memikirkan untuk membantu Silla, Rendi memilih mengirimkan cemilan kesukaan Silla untuk membuat moodnya bagus dan juga membantu menyemangatinya.


Sementara itu kabar tentang masalah di perusahaan sampai juga ketelinga Andra, walaupun Andra jarang ke kantor namun ia masih menempatkan beberapa orang kepercayaannya hanya untuk memantau perusahaan entah di kantor atau di proyek yang tengah di kerjakan.

__ADS_1


Jadi tidak menutup kemungkinan sebenarnya jika Andra sudah lebih dulu tahu tapi ia memilih diam hanya untuk melihat Anak-anaknya mengatasi masalah yang terjadi dan jika nanti mereka meminta bantuan tentu Andra akan turun tangan langsung namun kini ia memilih membiarkan Arvan dan Silla menyelesaikannya apalagi sekarang ada personil tambahan yaitu calon menantunya yang sudah pasti mungkin akan ikut membantu dan jangan lupa ada Al yang siap siaga akan membantu.


"Untuk sekarang lebih baik kalian pantau saja biarkan Anak-anakku menyelesaikannya"ucap Andra lalu menutup telponnya.


"Kenapa? Ada masalah dengan perusahaan?"tebak Kak Daniel.


Andra mengangguk ia lalu menyimpan kembali ponselnya di saku celana takut jika Silla maupun Arvan menelpon meminta bantuan.


"Iya ada masalah dengan proyek yang tengah di tangani Silla, tapi aku yakin Silla dan Arvan bisa mengatasinya"jawab Andra dengan santainya.


Ditengah kekalutannya Silla bersyukur karena ada orang-orang tersayangnya yang senantiasa mensuport dirinya.


"Sementara kita jalankan plan A dulu, besok biar Kakak yang kesana langsung meninjau proyeknya"ucap Silla.


"Ga biar aku aja lebih baik Kakak urus masalah yang disini"jawab Arvan tidak setuju, ia mengkhawatirkan keselamatan Kakaknya walaupun orang-orang suruhannya sudah pasti akan menjaga namun Arvan tidak ingin mengambil resiko.

__ADS_1


"Tapi Van."


"No. Pokokknya Arvan yang kesana, ga ada penolakan Kak, jangan khawatir Kak aku pasti bisa menjalankan rencana sesuai intruksi Kakak dan lagi ini kesempatan aku buat belajar juga Kak"bujuk Arvan dan Silla menghela nafas namun ia juga menyetujui usulan Arvan walaupun sebenarnya sedikit tidak rela.


Setelah diputuskan Arvan yang pergi kini giliran Silla yang harus menyelesaikan kekacauan yang terjadi di perusahaan.


Tepat pukul 8 Malam Silla memilih untuk pulang selain karena pekerjaanya sudah selesai ia juga sudah sangat lelah ia membutuhkan istirahat di rumah.


"Mari nona biar saya antar anda"ucap seseorang yang berhasil membuat mood Silla kembali membaik siapa lagi kalo bukan pacarnya Rendi.


"Kok bisa disini? Bukannya lagi di kantor ya?"ucap Silla tidak bisa menyembunyikan raut wajah senangnya.


"Sudah selesai, dan sekarang giliran tugas aku untuk mengantarkan kamu pulang"ucap Rendi lalu menggenggam tangan Silla.


Mereka lalu pergi menuju ke lobi perusahaan walaupun sudah malam namun masih ada beberapa pegawai yang lembur dan tentu saja pemandangan Silla yang digandeng seorang laki-laki pasti akan menjadi topik pembicaraan.

__ADS_1


Mungkin besok pagi akan heboh dengan berita mengenai Silla dan Rendi.


__ADS_2