
makan siang yang adel rekomendasikan sangat cocok dengan niko pecinta pedas
"terima kasih pak izin cutinya!" adel terseyum senang saat keduanya menaiki mobil yang sama menuju kantor kembali
ferdi masih tertinggal dikntor untuk mengerjakan pekerjaan niko.
"jangan lupa dengan larangannya! dan satu lagi bulan depan izin cutinya dikabulkan. nanti akan ada supir yang datang menjemput jadi jangan nail kendaraan umum paham!" jelas niko
"paham bos!" jawab adel tak sabar menunggu hari itu tiba
"galak tapi tampan juga!" gumam adel
adel menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran yang tak jelas
"kenapa kamu mabok?" tanya niko penasaran dengan tingkah aneh adel
"ngga pak, saya cuma!,,,,, cuma,,,, cuma mau bilang makasih sekali lagi!" adel gugup takut wajahnya memerah karena sedang memikirkan bos yang ada disampingnya
"ohh saya pikir kamu mabok! sama ketampananku!" Niko mulai berbicara ngawur
adel yang sebelumnya tak tau jika niko adalah bosnya juga tak menyangka. wibawa niko hanya saat urusan kantor saja
sering kali adel.merasakan ucapan atau tingkah niko tak selayaknya pemimpin yang galak tapi justru manis dan juga hangat
"narsis banget!" ucap adel tak terima
meski dalam hati adel mengiyakan apa yang niko katakan. namun adel enggan untuk menerima hati lain setelah perpisahannya dengan rafa
__ADS_1
bagi adel rafa adalah cinta pertama dan akan menjadi yang terakhir juga
yang adel rasakan nyaman dan juga senang saat bersama niko adalah hal yang adel anggap pelampiasan kesepiannya bukan perasaan yang pasti
terlihat kejam, tapi adel tak mau sakit hati lagi oleh orang yang ada disekitarnya dan mungkin adel sayangi
"emang benar saya tampan! menurutmu gimana?" tanya niko tiba tiba
"iya pak benar!" jawab adel
"benar apanya?" lanjut niko
"tampan pak eh narsis maksdunya" adel menutup mulutnya yang keceplosan bicara
ya meski itu jujur namun adel juga tak mau niko salah faham. pekerjaannya lebih penting saat ini
"kamu turunlah dan tolong panggilakn ferdi. saya akan pulang sekarang!" ucap niko setelah sampai kantor cabang
"oke bos!" adel terlihat senang saat niko berpamitan
"adel!" niko menahan tangan adel saat mau membuka pintu mobil
"iya pak ada apa?" niken menatap mata niko
"emmm tidak! saya lupa kamu boleh masuk!" niko membatalkan ucapannya
tak mau adel menjauh karena niko terburu buru menyatakan cintanya
__ADS_1
"iya pak!" adel keluar mobil dan menjalani permintaan niko
setelah sampai diruangan adel mencari keberadaan ferdi yang sedang duduk bersama beberapa karyawan
saat jam istirahat
"maaf pak ferdi, pak niko menunggu dimobil dan akan segera pulang" ucap adel menyampaikan pesan dari niko
"baik. terima kasih!" balas ferdi kemudian berpamitan pada para pegawai dan mewakili niko
sebenarnya saat ini belum waktunya sidak pada kantor cabang, karena laporan yang diterima semua berjalam lancar
tapi niko kekeh ingin ke kantor cabang meski hanya satu hari saja
dan akhirnya niko dan ferdi berangkat kebandara dengan diantar supir perusahaan
tanpa ada pamitan yang seharusnya dilakukan niko agar adel berkesan
lidah niko kelu mengucapkan selamat tinggal pada adel
"sudah!" tanya ferdi menggantung
"apanya?" jawab niko kesal belum puas bersama adel tapi ferdi sudah memberikan tumpukan jadwal meeting
"ketemu calan mangsa! kemana aja kalian tadi" tanya ferdi
"hanya jalan dan cari makan saja, dia wanita terhormat jadi saya juga ngga akan sembarangan!" ucap niko
__ADS_1
ferdi tak menjawab hanya mengangguk setuju dengan ucapan niko. dari cerita yang ferdi dengar begitu malang nasib adelia