
"kalau mau mesra mersaan dikamar sana. eh lupa belum nikah!" ucap ferdi tanpa rasa bersalah
ferdi mengambil minum dan kembali lagi ke kamarnya dilantai atas
adel dan ferdi masih saling terdiam dengan pikirannya masing masing
"masuklah kunci pintunya!" niko menyuruh adel kembali kekamar dan membawa kopernya masuk
"tapi pak!" adel masih tak enak
"mau masuk sendiri atau mau saya ikut masuk!" ancam niko dengan sorot mata tajamnya
adel menunduk takut dan kembali kekamarnya. tak lupa mengunci pintu sesuai perintah niko
adel menghela nafas lega. sejak niko datang nafasnya memburu bersahutan
jantungnya sedang tak baik baik saja terus berdegup kencang
tak berbeda dengan niko. hasratnya muncul kala melihat wajah cantik adel
selama ini niko tak pernah merasakan hal yang demikian. tapi sejak bertemu adel fikirannya selalu terganggu
kini tinggal menunggu waktu dan meyakinkan adel jika dirinya siap menerima dan akan mencintai adel dengan tulus
apapun akan niko lakukan demi kebahagian adelia
***
"selamat pagi!" niko menyapa dua orang yaitu adel dan ferdi yang sudah duduk dimeja makan
__ADS_1
"pagi pak! silahkan sarapannya pak. terima kasih sudah mengizinkan saya tinggal disini" ucap adel formal pada niko
"santai saja, daripada kosong lagian siang ini kami akan pergi lagi!" ucap niko seraya duduk disamping adel
"enak nik nasi gorengnya!" ucap ferdi memuji masakan adel untuk sarapan ketiganya
adel heran ferdi memanggil bosnya dengan panggilan nama saja
"pak ferdi ngga salah sebut!" adel mengingatkan
"apanya! namanya niko bukan?" ucap ferdi
adel mengangguk entah apa yang dipikirkan sementara niko memainkan ponselnya. beberapa kali bunyi ponselnya membuatnya meghentikan sarapannya
"pak sarapan dulu baru kerja!" ucap adel
deg jantung niko berdebar tak karuan mendapatkan perhatian manis dari adel
selesai dengan sarapan adel tak mau diajak berangkat bersama
ia lebih memilih berjalan kaki dan bergabung bersama pegawai lainya yang juga berjalan karena tempat tinggal yang diberikan tak terlalu jauh dari kantor
"pagi adel!" sapa erik seorang lelaki yang menyimpan rasa pada adel sejak pertama kali bertemu
namun semejak adel bilang jika memiliki suami erik berusaha untuk tetap berteman dengan adel
"pagi erik!" jawab adel tak sadar dua pasang mata menatapnya tajam saat ini
"pagi pak niko!" erik menyapa niko yang sudah tiba dikantor
__ADS_1
dari wajah sangar niko merubahnya menjadi raut manis saat adel memalingkan wajahnya mencari keberadaan niko
adel mengangguk dan duduk diruang kerjanya
hari ini ada rapat dadakan yang sengaja niko.lakukan secara berkala untuk mengetahui kinerja pegawainya dikantor cabang
"selamat pagi, seperti biasa saya adakam rapat dadakn seperti ini bukan untul ditakuti. tapi berfikirlah bahwa tanggung jawab yang kalian pegang adalah sesuai dengan hak yang didapatkan. laporkan perkembangan dan juga masalah yang ada disini selamat empat bulan terakhir!" niko memimpin rapat langsung agar pekerjaannya segera selesai
setiap bagian devisi perusahaan cabang melaporkan dengan tuntas dan detail yang paling diinginkan oleh nikp agar tak banyak pertanyaan
hingga adelpun tak terlewat dari pegawai yang harus melaporkan pekerjaannya
adel menjelaskan pada niko dengan sesuai seperti apa yang ada didokumen
kurang lebih tiga jam rapat diadakan kini semua telah selesai dengan beberapa juga permintaan niko yang harus dikerjakan
"semua kembali ke ruangan masing masing kecuali kepala bagian keuangan" perintah niko
para pegawai keluar ruang rapat dan mulai membicarakan adel dan Bosnya
ada yang melihat bosnya keluar dari rumah yang adel tempati dan sebagainya
"ada apa lagi pak, kalau mau berdebat jangan sekarang saya banyak pekerjaan pak!" ucap adel malas
"sembarangan siapa yang mau berdebat! temani saya cari makan siang yang enak sebelum pulang!" ucap niko yang sebenarnya masih ingin berlama lama tapi pekerjaanya jug tak bisa ditinggal dikantor pusat
"oke! tapi tak gratis" jawab adel memberi syarat
"apa! menikahimu! ayo kapan? atau mau shoping?" jawab niko
__ADS_1
"jangan ngasal deh kalau ngomong! syaratnya saya boleh cuti tiga hari buat pulang kerumah" ucap adel memelas