
Selama Rapat Silla tidak mengalami keesulitan apapun karna Berkat kemampuan dan kepintarannya Silla dengan mudah menjelaskan setiap detailnya.
"Saya slalu yakin dengan perusahaan ini, dari dulu tidak pernah sekalipun mengecewakan klien, dari jaman Kakaek kamu, Pak Andra dan sekarang turun ke kamu"puji Pak Rudi yang merasa puas dengan presentasi Silla.
"Terimakasih Pak semoga kerjasama kita bisa berjalan dengan sangat lancar"
"Tentu saja"
Rendi nampak diam saja ia lebih banyak mengamati interaksi Silla dan Ayahnya ia tidak begitu paham tentang bisnis karena ia baru terjun di dunia bisnis itupun di paksa karena Kakaknya malah mengurus bisnis yang di luar negeri.
Selesai Rapat Silla mengantarkan Rudi dan Rendi sampai ke depan Lift.
"Lihatlah Ren, kamu harus mencontoh Silla dia begitu ahli di bidang bisnis padahal ia menggantikan Ayahnya belum lama"ucap Rudi.
"Iya yah"jawab Rendi ia sudah bosan setiap kali ikut menemani Ayahnya Rapat pasto berujung di ceramahi seperti ini.
Orangtua memang ingin yang terbaik untuk anaknya tapi jangan sekalipun bandikan anak karena Anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Setelah Rapat Silla kembali berkutat dengan pekerjaanya namun Arvan datang ke ruanganya dan membawakan makanan sekalian mengingatkan Kakaknya itu tidak terlalu fokus bekerja.
__ADS_1
"Kamu tuh posesif banget Van, sebelas dua belas kaya Daddy ke Mommy"ucap Silla terkekeh.
"Apaan sih Kak"jawab Arvan singkat namun fokusnya malah ke arah laptop miliknya.
Karena sebentar lagi makan siang jadi Arvan sengaja pindah ke ruangan Silla supaya bisa memantau juga Kakaknya itu.
\=\=\=
Karena masih trauma ketika di supermarket Andra bekerjasama dengan salah satu supermarket untuk mengantarkan bahan makanan ke rumahnya langsung setiap dua minggu sekali.
Belva juga menyetujui ide Andra keamanan anaknya lebih penting.
"Siap Makasih Daddy nya anak-anak"ucap Belva menggoda Andra.
Padahal mereka tengah berdua di kamar sedangkan Aeri sedang di rumah Kak Daniel karna Nasya ingin ditemani Aeri.
"Kamu yaa kan udah aku bilang kalo lagi berdua kaya gini panggilnya Sayangku atau apa aja yang lebih romantis jangan itu"protes Andra.
"Oke-oke Sayangku, udah puas?"
__ADS_1
"Nah gitu, mumpung tidak ada anak-anak jadi mari kita lets goo"
Di tengah teriknya matahari di luar tidak menyurutkan semangat Andra untuk mengajak istrinya bertempur mencari keringat, sudah lama ia jarang bisa berduaan sepeeti ini biasanya akan ada Aeri atau yang lainn.
"Udah ahh nanti Aeri pulang lagi Mas"
"Sekali lagi plis yaa aku bakal cepet deh"
"Hmm"
Jika Andra sudah memohon pasti Belva tidak bisa menolaknya, ia juga tidak berbohong karna sama-sama menikmati apalagi kali ini rasanya seperti ada yang berbeda.
Entah apa itu tapi yang jelas Belva merasakan ada yang berbeda ketika berhubungan intim dengan Andra.
"Makasih ya Sayang"bisik Andra setelah selesai pertempepuran mereka.
Belva lalu bergegas mengambil bathrobe dan pergi ke kamar mandi takut nanti Aeri tiba-tiba datang dan malah memergoki Mommy dan Daddy nya yang tidak memakai sehelai benangpun.
Selesai mandi niatnya ingin menyusul Aeri namun apalah daya rasa kantuknya menguasai jadi Belva memilih memejamkan mata dan menyuruh Andra untuk mengecek kondisi Aeri.
__ADS_1