Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 155


__ADS_3

niken bersama ferdi dan juga rio bersama disti bersama sama datang kerumah niko.


"zainnnnnn sayangnya onty!!" niken seperti biasa berteriak ramai saat melihat keponakannya


dan seolah tahu namanya dipanggil oleh suara khas milik ontynya zain tersenyum dan bergerak gerak


"sayang onty! Kangen ya zain. Iya kan?" niken tak melihat apapun hanya mengambil zain dari sus pengasuhnya


"ayo duduk!" ajak niko pada yang lain


Adel sedang menyiapkan makan malam bersama dengan bude sari


"bukannya minggu depan yo kamu balik, apa dipercepat?" tanya niko yang mendapatkan jadwal dari perusahaan yang akan berkerjasama dengan niko


Dan rio sebagai perwakilannya


"minggu depan mulai kerjanya kak, jadi dikasih waktu satu minggu untuk adaptasi katany!" ucap rio


"ohh begitu! Syukurlah bisa pulang lebih awal" lanjut niko


disti ikut membantu kakaknya didapur


"ehemm!! Saya ngga ditanyain gitu?" ucap ferdi yang menunggu moment tak kunjung tiba


"ngapain? Kan memang kamu harus pulang kalau lebih sedikit bisa digantikan oleh orang lain!" ucap niko ketus


"enak aja main pecat orang, aku pastikan kakak ngga dapet jatah dari mba adel!" ancam niken


Ferdi hanya menunduk saja ngga dimana tempat niken memang suka bicara terlalu jujur


"anak kecil diam aja!" ucap niko


"haii pengantin baru! Selamat ya gimana honeymoonya seru pasti ya!" ucap adel mendekati suaminya




"rio apakabar?" tanya adel bergantian


"baik kak, maaf pulangnya telat disti!" jawab rio agak gugup


"ayo makan dulu! Sudah siap semuanya" ajak adel


"masak apa sayang?" tanya niko

__ADS_1


"favorit kita semua, nasi goreng seafood!" jawab ade


"makan makan! Teriak niken menggelegar


Niko dan adel hanya menggelengkan kepalanyanya


"ayo rio kita makan dulu, ajak juga kakakmu!" ucap niko memulai perdebatan


"kalian makan dulu, aku mau kasih asi dulu buat zain!" adel.meminta anaknya yang digendong niken


"papa ikut ma! Kalian makan dulu jangan malu malu!" niko meninggalkan keempat orang yang ada diemja makan


Dan menyusul.adel.ke kamar anaknya


"mas kok ikut kesini?" tanya adel melihat suaminya tak jadi makan


"mau bareng sama istri mas aja nanti! Sekarang pingin berbagi sama adek!" ucap niko menatap anaknya yang terlihat sangat haus


"ngga boleh! Mas kan habis rokok tadi, jatahnya papa nanti malem aja titik!" tegas adel


Niko menghela nafas kasarnya " gara gara liat ferdi sayang mas jadi pingin sekarang gimana?" ucap niko


"kalian tuh para lelaki sama aja ya, ngga bisa denger apa apa yang berbau gitu dikit langsung mesum!" tolak adel


"mas keluar dulu aku tidurin zain sebentar ngga enak sama yang lain!" bisik adel


Niko mengangguk kali ini setuju dan mengecup kilas bibir adel sebelum keluar kamar zain


Niko turu kelantai bawah dan melihat belum ada yang makan.


"kok pada diem aja, dingin tuh nasinya!" ucap niko heran


"masih untung kami tungguin. Kalau ngga tadi kita mau makan malam diluar saja!" ucap ferdi kesal pada niko


"maaf! Tadi ada urusan sebentar sama adel!" ucap niko malu


"urusan ranjang mah bisa nanti kan kak! Ayo makan kita lapar!" ucap niken yang ikut kesal


Sementara disti dan rio hanya diam dan saling pandang


Rio mengedipkan sebelah matanya pada disti. Membuat disti membuang mukanya karena mukanya memerah


"ya sudah ayo silahkan makan, malam ini kita begadang bagaimana?" ajak niko


Rio dan ferdi mengangguk setuju tanpa bersuara

__ADS_1


"maaf menunggu, zain lagi agak rewel sekarang!" ucap adel tak enak hati


Sekarang ini zain hanya mau tidur jika ditemani adel.


"iya kak ngga apa apa!" jawab rio


"tuh kan ngga nyesel capek badan mampir kesini juga!" ucap niken selesai dengan makan malamnya


"cape habis ngapain dek?" tanya niko yang tahu adiknya tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah


"kakak pura pura ngga tahu ihhh!" jawab niken


"maksudnya dari perjalanan jauh. Tadi ke apartemen dan sekarang puter arah kesini. Iya kan sayang?" ferdi mengucapkan kata sayang dengan penuh penekanan


Dan menatap niken agar berhenti bicara


"bukan kak, tapi yang dikamar mandi itu!" niken kelepasan


"maksudnya tadi tuh. Nyuci baju banyak banget dikamar mandi!" ralat niken yanh terlanjur semua orang menatapnya penuh curiga


"hahahaha, adikmu sudah jadi istri seutuhnya kan mas bisa nyuci baju juga sekarang. Ayo dis, niken bantu kakak bereskan piring kotor!" ucap adel menghindari kecanggungan


"iya mba,


Iya kak!"


Jawab niken dan disti bergantian


"dasar om mesum!" ucap niko pada ferdi dengan tatapan mengerikan


"kayak loe ngga aja!" balas ferdi


"kak, gimana kalau kita ketaman belakang sepertinya udaranya segar!" rio yang masih belum memiliki istri


Merasa terganggu dengan ucapan kakaknya


"ayo, kamu ngerokok juga yo?" tanya niko yang tak pernah melihat itu sebelumnya


"dulu berhenti tapi akhir akhir ini entah kenapa sangat nikmat saat sendiri!" jawab rio jujur


"makanya buruan nikahi tuh disti, biar ngga cuma rokok yang di...." niko terdiam


dilempar bantal dari samping oleh ferdi "jangan ngajarin yang ngga ngga sama anak yang polos!" kesal ferdi


"coba kamu tanya rio sepolos apa dia!" ucap niko dengan senyum sinisnya pada ferdi

__ADS_1


__ADS_2