
"ma, pa menginap atau mau pulang?" tanya niko
"pulang nak, kasihan bibik dirumah sendirian!" jawab mama jihan
"biar saya antar ma!" ucap ferdi membuat semua terdiam
"heh! belum sah!" sahut niko
"sudah, kalian ini kalau tidak berantem kenapa sih, ayo fer antar mama dan papa pulang!" ucap mama jihan lagi
"siap!" jawab ferdi dengan semangat membuat niken tersenyum malu malu
"sana temani calon suami mu ken, nanti sendirian pulangnya!" saran disti yang juga ikut berbahagia melihat temannya bahagia
"aku ikut!!!!" niken mengajukan diri
"kalau gitu mba nitip sesuatu boleh ngga?" tanya adel saat niken akan ikut mengantar mertuanya
"tentu mba adel, mau apa?" jawab niken dengan full senyum
"pingin makan ketoprak yang pedes ya!" jawab adel
"oke!"
"kami pamit nak!" mama jihan dan pak surya pulang diantarkan oleh ferdi dan niken
adel duduk disofa panjang didepan tv
"kak aku kekamar dulu ya, mau baca novel kesayanganku!" pamit disti
"hmmm, jangn tidur malam malam dek!" pesan adel
"baik kak!" disti melangkah kakinya kekamarnya yang ada dirumah adel
"mas pinggang aku pegel pegel terus tiap hari, terus pinginnya pipis terus kenapa ya?" adel mengeluh pada suaminya
"kita kedokter ya, takut terjadi sesuatu kita kan mau liburan sayang!" ajak niko
adel tak mau kedokter karena merasa tak sakit "ngga ah, kan ngga sakit mas! nanti juga sembuh!" tolak adel
"baiklah, sekarang ayo tidur biar segera sembuh!" niko memegang tangan adel
mengajaknya kekamar keduanya
__ADS_1
"nanti mas, aku ingin makan ketoprak dulu!" cegah adel
"tumben banget sayang malam malam gini kamu mau makan, tapi bagus juga biar makin gemas nanti mas lihatnya" ucap niko
niko menaikan kaki adel dipahanya dan memijatnya lembut, istrinya pasti kelelahan menyiapkan pesta ulang tahunnya tadi
teringatnya niko "sayang mas ngga dapet kado gitu!" niko pura pura ngambek
"nanti mas dikamar, sabar ya!" jawab adel yang langsung membuat niko tentu saja senang
"oke! mas ngga sabar ini pertama kali mas dapat kado dari istri mas" niko tak membayangkan apapun
adel pasti akan menyiapkan yang terbaik
sekitar jam sepuluh malam niken datang dengan membawa pesanan kakak iparnya.
"mba ini pesenannya, maaf lama ya hehehe!" ucap niken cengengesan
"dari mana saja! rumah mama dari sini hanya tiga puluh menit saja!" tanya niko
"ampun kak ini kan malam minggu, ngga pernah muda sih ya. lahir langsung tua makanya ngga ngerti malam minggu!" ejek niken
"hissss anak ini makin besar makin pintar membantah! mana makanannya!" ucap niko
"ini kakakku, sebentar aku ambilkan piring dan sendok tenang saja disana! ohh iya kak ferdi langsung pulang karena adiknya minta jemput dibandara!" ucap niken
"punya tampan dan pintar! dia yang mewarisi usaha peternakan milik keluarga ferdi" jawab niko sambil melihat tv
"ohhh,...." adel ber ohh ria
"silahkan! aku kekamar dulu ya bum...! bu niko dan pak niko!" ucap niken berpamitan kekamar
adel menatap niken penuh arti
"mas suapi! pinta adel manja
"siap my queen!" ucap niko dengan lembut
hatinya selalu hangat saat menatap sang istri yang sangat ia cintai
selesai makan adel dan niko masuk kedalam kamarnya,
"mas mandi dulu deh, baru nanti buka kado!" ucap adel
__ADS_1
tak tahukah ia apa yang dipikirkan suaminya itu
tentu saja yang akan membuat keduanya kepanasan diatas ranjang meski ruangan ber ac
"siap sayang laksanakan!" niko menyahut handuuk dengan cepat dan masuk kekamar mandi
sementara adel menyiapkan kado yang sudah disiapkannya sejak tadi pagi dibungkus kotak besar dan berpitakan merah
"kamu ngga mandi juga sayang!" niko keluar kamar mandi dengan cepat
"ngga ah dingin, sini deh mas ini kado untukmu!" adel mendekati suaminya
wangi aroma sabun semerbak dipenciuman adel
adel meminta niko duduk disampingnya dengan masih mengenakan handuknya
"langsung nih sayang!" tanya niko
"hmmm, ini kadonya" adel menyerahkan kotak kadonya
niko sedikit kecewa tak sesuai harapannya
"nanti saja mas mau kado yang lain!" tolak niko tak mau melihat isinya terlebih dulu
"buka dulu mas!" pinta adel
niko membuka pita yang melingkar perlahan
didalamnya masih ada kotak kecil lagu yang terisi sebuah benda pipih panjang
"ini apa sayang!" niko tak pernah melihat benda yang adel berikan
"kamu ngga tahu itu apa mas?" tanya adel
"kamu! kita....Ini benaran del, benaran kamu sedang hamil?" niko bergetar mengucapkannya
adel mengangguk dan tersenyum mengiyankan pertanyaan suaminya, bersama dengan tetesan air mata yang tak dapat dibendungnya lagi
"kita akan jadi calon mama dan papa. sungguh ini beneran. mas ngga sedang mimpi kan?" niko memastikan lagi
"iya mas, disini ada calon niko junior!" adel mengusap perutnya yang masih rata
niko memeluk adel erat, rasa bahagia, haru entah apa yang niko rasakan saat ini.
__ADS_1
semua ini adalah kado terbaiknya bersama istri yang sangat ia cintai dan juga akan hadirnya sang calon buah hatinya
niko menciumi seluruh wajah adel tanpa henti, ia tak sanggup berkata apapun bibirnya membisu seketika