
"kak, aku titip disti setelah pulang nanti akan ku ambil dan akan bersamaku selamanya!" ucap rio pada adel yang dengan berani meminta adiknya yang selama ini ia jaga
"enak aja titip nanti diambil emang barang!" protes disti
"tak perlu menitipkan. Dia masih tanggung jawabku dan jika benar kalian berjodoh maka minta lah dia dengan baik dan benar!" jawab adel sebagai pengganti orang tua disti
"kalau begitu saya pamit dulu kak adel, kak niko dan disti segera selesaikan skripsimu! pamit rio
"hati hati yo!" ucap niko menepuk pundak rio yang sudah seperti adiknya sendiri
Rio mengangguk dan meninggalkan rumah niko menuju bandara dengan taksi yang mengantarkanya tadi
" ayo masuk dek, sudah malam!" adel mengajak adiknya duduk disofa
"duduklah kami ingin bicara!" ucap adel mode serius
"iya kak!" jawab disti
"benarkah kamu dan rio saling mencintai?" tanya adel
Niko hanya mendengarkan saja apa yang istrinya ucapkan
"iya kak, jika kakak mengizinkan kak rio mengajak menikah setelah kontraknya selesai dan kembali ke negara ini!" jawab disti jujur
"sejak kapan kalian....." ucapan adel terhenti
"sssttt sayang. Disti sudah besar dia tahu apa yang baik dan ngga buatnya. Kita doakan saja ya!" ucap niko yang kurang tepat rasanya istrinya menanyakan hal privasi jika tak dihentikan
"ngga apa apa kak, biar kak adel lega jika bisa aku jawab akan aku jawab!" ucap disti lagi
"sudahlah kita istirahat ini sudah malam. Lakukan apa kata hatimu kami akan selalu mendukungmu!" ucap niko sambil menggenggam tangan istrinya
Disti meninggalkan keduanya dan menuju kamarnya
"sayang, jangan terlalu keras yang menikah dengan disti itu rio bukan ibunya atau ayahnya.
__ADS_1
Kalau perlu mas akan belikan rumah dekat sini jika kamu khawatir" ucap niko yanh tahu kekhawatiran istrinya setelah tahu ayah rio baru saja keluar dari penjara
"iya mas, aku hanya takut saja. Aku ngga mau adikku menderita!" ucap adel menyandarkan kepalanya pada pundak niko
Niko mengusap pundak adel lembut
"mas kenal rio sudah sangat lama. Apa yang perlu dikhawatirkan disti juga adikku dan juga apa kamu lupa dia akan menjadi iparnya niken!" ucap niko yang tak menyangka hubungan keluarganya akan seperti ini
"kamu benar mas, aku hanya ngga mau disti mengalami nasib sepertiku dulu. Kalau dipikir kenapa bisa begini keluarga kita ya!" adel tersenyum
"ya sudah! Jangan galau terus nih pikirin juga ada yang meminta jatahnya kalau kamu lupa!" ucap niko tanpa basa basi
"udah tua masih aja doyan!" ucap adel.meledek suaminya yang sudah hampir kepala empat usianya
"makin tua makin hots!" bisik niko tak sabar iapun menggendong adel menaiki tangga menuju kamarnya
"siapkan dirimu, mas mau mandi dulu!" ucap niko membaringkan tubuh adel
Beberapa saat kemudian
niko tertawa melihat tingkah istrinya yang menutup mata
"gimana dong, mas udah ngga pake apapun nih!!" niko makin menggoda adel
"mass pake dulu bajunya! " teriak adel membalikan badannya
"liat dulu makanya. pikirannya sih udah kemana mana aja!" ucap niko mendekati istrinya dan mengacak acak rambut adel
"sebentar lagi zain minta susu kan? Mas sudah hafal! Sekarang n*nenin zain dulu setelahnya baru papanya!" ucap niko tak tahu malu
Took..tok.tok
__ADS_1
"bu maaf!"
"tuh kan bener!" ucap adel
Adel melangkahkan kakinya menghampiri anaknya. Sementara suaminya membuka laptop sambil menunggu adel kembali
"mas!" adel melihat kamarnya gelap setelah hampir setengah jam memberikan asi dan menidurkan anaknya lagi
"mas sudah tidur ya!" adel mengunci pintu kamarnya dan mengendap melangkahkan kakinya
"sayang kok dikunci!" suara ketukan dari luar
Adel berlari menuju pintu dan menghidupkan lampu kamarnya
"mas dari mana? Aku pikir dah tidur lampunya mati soalnya!" ucap adel merasa bersalah
"mas buat kopi. Nungguin istri lama banget!" ucap niko menutup pintu kembali dan langsung menguncinya agar tak ada ganguan tak terduga
"sayang kamu tidur dulu aja, mas masih banyak kerjaan selama ferdi dan niken pergi!" ucap niko duduk dimeja kerjanya yang ada dikamarnya
"aku temani!" adel duduk dipangkuan niko dan membantu membacakan berkas yang dibutuhkan
Cukup lama keduanya dengan posisi yang sama sambil bekerja
"ahhh selesai juga!" sekitar jam dua dini hari keduanya menyelesaikan pekerjaan kantor
"makasih sayang! Hampir saja mas ngga bisa tidur kalau ngga dibantuin
setelah pertempuran ranjang keduanya adel kelelahan dan tidur dalam pelukan niko yang masih terjaga
Niko memastikan istrinya tidur dengan nyaman baru ia menyusul untuk tidur juga
"selamat tidur sayang!" niko mengecup kening istrinya
__ADS_1