
Kak Daniel dan Belva dibuat terkejut ketika melihat Nasya makan dengan sangat lahap seperti belum makan beberapa hari saja.
"Tumben Kakak Ipar makan nya lahap banget, doyan apa laper Kak?"tanya Belva.
"Laper banget dan makanan ini enak-enak semuaa"ucap Nasya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Pelan-pelan makan nya Mi, nanti keselek"ucap Kak Daniel memeperingati.
"Iyaa"
"Udah Sayang jangan diliatin terus kesian Kakak ipar"bisik Andra pada Belva.
"Iya Mas Iya"
Selesai makan malam mereka tidal langsung pulang mereka memilih berjalan-jalan sebentar untuk mencari souvenir dan oleh-oleh lainnya.
"Pi kita pulang duluan aja yuk aku cape.dari tadi jalan mulu"bisik Nasya pada Kak Daniel.
"Yaudah kalo gitu sebentar aku bilang dulu sama Andra kamu tunggu disini aja"ucap Kak Daniel lalu mencari Andra.
Akhirnya Kak Daniel dan Nasya pulang duluan sementara yang lain memilih melajutkan berbelanja oleh-oleh nya.
Nasya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, dan sedikit memijat kakinya yang pegal-pegal.
"Sini biar aku pijitin"ucap Kak Daniel lalu memindahkan kaki Nasya untuk di pijat.
__ADS_1
"Aduh enaknya Makasih Papi"ucap Nasya.
"Padahal tadi yang main Voly aku sama Al kok kamu yang pegel-pegel sih Mih"
"Ya ga tau Pih, coba tanyain sama kaki nya kenapa pegel-legel"ucap Nasya kesal
"Hahaha ngelawak kamu Mih"ucap Kak Daniel terkekeh.
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu sepertinya Al datang.
"Pih Mamih mana?"tanya Al.
"Ayo masuk aja"
"Mami kenapa?"ucap Al yang khawatir tadi ia mendengar dari Kak Silla jika Mami dan Papinya sudah pulang duluan.
"Beneran? ga ada yang sakit kan?"
"Engga cuma pegel-pegel aja kok tadi udah dipijitin sama Papi juga"
"Yaudah kalo gitu Al pamit ya Mih, kalo ada apa-apa panggil Al aja ya Mami harus istirahat"
"Iya Sayang selamat malam jangan begadang ya"
Setelah Al pergi Kak Daniel masuk membawa segelas jus mangga kesukaan istrinya itu, namun ketika akan meminumnya Nasya tiba-tiba merasa mual ia lalu berlari pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mih ? masuk angin nih kayanya"ucap Kak Daniel membantu memijam tengkuk Nasya.
"Iya sepertinya begitu Pih"
Setelah mualnya reda Nasya dan Kak Daniel kembali, namun Nasya engga untuk minum Jus nya dan memilih untuk berisitirahat.
***
Keesokan paginya semuanya sudah berkumpul di ruang makan hari ini sesuai rencana mereka akan pergi ke pantai xxx.
"Sayang awas aja kalo pake bikini, aku bakal bawa pulang kamu dengan paksa"ancam Andra ketika mereka tengah bersiap-siap.
"Engga kok tenang aja, liat nih di koperku ga ada bikini sama sekali kok"
"Iya bagus kalo gitu Sayang"
Semuanya sudah siap dan langsung meluncur ke pantai yang di maksud, hampir semua tampak happy namun tidak dengan Nasya ia malah tidur tidak bersemangat seperti biasanya.
"Kakak itu Kakak ipar gapapakan?"tanya Belva.
"Engga Bel cuma lagi masuk angin aja"jawab Kak Daniel.
"Heem pasti Kakak ya yang bikin Kakak ipar kaya gitu"bisik Belva curiga.
"Gausah kepoo"ucap Kak Daniel.
__ADS_1
Tidal lama kemudian mereka sudah sampai di pantai xxx, Al dan Arvan tampak bersemangat karena ingin melakukan berbagai aktivitas air.