
Malam harinya tiba, Belva dan Andra sudah siap dengan pakaian santai karena hanya akan makan malam saja.
Tapi meski hanya makan malam biasa, Belva bahkan turun tangan langsung untuk memasak makanan walaupun di bantu oleh beberapa pelayan karena Andra tidak mengijinkan Belva memasak sendiri.
"Udah Sayang, sisanya biar pelayan aja yang beresin lebih baik kita nunggu di ruang tengah aja yuk"bujuk Andra karena sedari tadi Belva tidak bisa diam ia slalu mengecek takut ada yang kurang.
Belva menyerah ia memilih mengikuti saran Andra daripada nanti ia terus diomeli, di kehamilannya yang ketiga ini Andra memang semakin protektif pada Belva, setiap apa yang akan di lakukan Belva Andra pasti akan memantaunya bahkan meski Andra sedang tidqk ada di rumah pun slalu ada cctv yang senantiasa menjadi alat untuk mengawasi Belva.
Andra sengaja memasang cctv selain karena untuk mengawasi Belva, ia juga ingin keluargannya slalu aman dan cctv nya juga hanya Andra dan Arvan yang bisa mengakses jadi ia tidak perlu khawatir orang lain akan melihat.
"Mommy, bisa tolong bantuin Kakak ga?"teriak Silla dari arah tangga yang masih mengenakan bathrobe nya.
Belva mengangguk ia meminta izin membantu anak sulungnya berdandan dan Andra mengizinkan Andra bahkan mengantarkan Belva langsung ke kamar Silla walaupun sebenarnya Belva bisa sendiri karena ia akan naik menggunakan lift tapi tetap Andra yang posesif tidak bisa membiarkan Belva pergi sendiri.
__ADS_1
"Kenapa Sayang?"tanya Belva ketika masuk kamar Silla.
Belva terkejut karena kamar yang semula rapih kini bak kapal pecah banyak baju berserakan dimana-mana.
Belva tau pasti anaknya kesulitan memilihkan pakaian yang pantas untuk acara makan malam, Belva tentu tau rasa itu ia hanya tersenyum lalu memilihkan baju untuk Silla.
"Dress navy ini cocok Kak selain itu potongan dressnya sopan kok apalagi bahannya nyaman"Belva memberikan dress navy pada Silla.
"Mommy benar kenapa aku ga kepikiran ya punya dress ini"jawab Silla tersenyum senang ia lalu pergi ke kamar mandi menggantinya.
Belva sengaja memilikan kimono dress supaya tetap cantik dan nyaman meski hanya acara di rumah saja apalagi Belva begitu yakin pasti calon menentunya akan sangat terpesona melihat kecantikan anak sulungnya.
Sedang asyik membantu Silla berdandan tiba-tiba pintu kamar diketuk oleh Aeri yang memberitahu jika kekasih Kakakmya sudah datang.
__ADS_1
"Yuk turun kasian Rendi jangan terlalu lama menunggu"ucap Belva lalu mengajak Silla untuk turun meski Belva tau Silla sedang merasakan gugup.
Sesuai dugaan Belva, begitu Belva dan Silla keluar dari lift pandangan Rendi tertuju pada Silla, penampillan Silla malam ini memang sedikit berbeda yang biasanya hanya berpakaian formal kini memakai dress selutut yang begitu pas untuk Silla.
"Ekhem"
Andra berdehem untuk membuyarkan keterpesonaan Rendi pada Silla, jujur sebagai Daddy Andra sedikit cemburu ia masih belum menerima putri sulungnya kini sudah dewasa bahkan sudah memiliki tambatan hati.
"Jangan terlalu lama memandangi putriku"ucap Andra begitu datar dan dingin.
Sontak membuat Rendi menundukan pandangannya, selain takut Rendi juga tidak ingin jika nanti ia susah mendapatkan restu lebih baik ia menurut.
"Daddy"bisik Belva memperingati, ini tidak sesuai dengan kesepakatan padahal Andra janji akan bersikap lembut tapi ternyata malah ketus.
__ADS_1
"Makanannya keburu dingin lebih baik kita makan malam dulu yuu"ucap Belva mencairkan suasana.
Mereka semu pergi ke ruang makan yang sudah ada Arvan dan Aeri yang menunggu, Rendi duduk di sebelah Arvan sementara Silla duduk di samping Belva dan di depan Rendi.