
"aku pulang!" ucap disti penuh semangat karena tokonya hari ini sangat ramai
"wah tante disti pulang sayang, lihat tuh wajahnya kucel banget ya. mandi dulu tante" ucap niko menirukan suara anak kecil dan membuat sus siti dan juga bude sari ikut tertawa
"zain sudah berani ngatain tante ya, nanti tante ngga beliin es krim kalau sudah gede" sahut disti
"aku bisa beli sama pabriknya tante" lanjut niko
"mas!!" adel mengingatkan agar tak menjadi sombong
"mandi dulu sana dek, lalu kita makan malam bersama" ucap adel pada adiknya
"siap nyonya bos, laksanakan" ucap disti lalu menuju kamarnya
"holaaaaa semua, hola zainku sayang" suara niken menyeruak memenuhi ruangan membuat zain menangis
"niken kebiasaan deh" ucap adel lalu menyentik adik iparnya
"silahkan duduk ferdi" ucap adel ragu yang biasa ia panggil pak kini harus menyebut namnya saja atas permintaan ferdi sendiri yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya
"terima kasih bu bos, zain mau ikut om?" ferdi mengulurkan tangganya
"jangan pegang pegang! sana bersihkan dulu badan kalian" perintah adel yang tak mau anaknya langsubg disntuh
"baiklah kakakku, ayo sayang kamu kekamar tamu aja aku mau kekamar disti" ajak niken agar segera bisa bermain dengan ponakannya
"selamat malam" suara seorang tamu lagi datang
"ehh ada tamu, masuk rio silahkan" ajak niko pada adik sahabatnya itu
__ADS_1
"terima kasih kak, kak ferdi ada disini?" tanya rio melihat mobil kakaknya dihalaman rumah niko
"ada sedang mandi, tumben ada yang mau dibicarakan?" tanya niko
rio mengangguk " baiklah ayo ikut keruang kerja, sayang bilang ke ferdi agar menyusul keruang kerja setelah selesai" pesan niko pada adel
"iya mas"
"bu makan malam sudah siap" ucap bude sari yang sejak tadi berkutat menyiapkan perlengkapan makan malam
"tutupi saja dulu bude, belum pada mau makan" ucap adel
"ohh iya fer, ditunggu mas niko dan rio diruang kerja" adel menyampaikan apa yang diminta suaminya
"oke"
ferdi mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan kerja niko
"ada perlu kak, sekalian kakak disini biar aku mau ceritakan sesuatu" ucap rio
"aku baru saja memutuskan pertunangan dengan dias!'" ucap rip
"baguslah" sahut ferdi merasa sangat senang
"tapi kak....." rio tak melanjutkan ucapannya
"tenang saja, kakak sudah perisiapkan semuanya. kakak pikir kamu benar benar mencintai wanita itu. jadi kakak biarkan saja. urusan ayah dan ibu itu urusanku" ucap ferdi pasang badan untuk adiknya
"lalu masalahnya sama aku?" tanya niko
__ADS_1
"dias tahu dimana aku bekerja sekarang kak, dan aku sangat yakin apa yang akan dilakukan dias dan papanya dengan tempat kerjaku sekarang, jadi aku ngga bisa lagi bantuin ditoko karena untuk keamanan disti dan juga toko itu sendiri" ucap rio menjelaskan
"lalu bagaimana dengan disti dan toko jika kamu berhenti sekarang" tanya niko lagi
"disti sudah cukup mampu menjalakannya sendiri kak, dan untuk membantu ditoko ada seorang juniorku yang bisa menggantikanku" ucap rio yang juga sudah mempersiapkan segala kemungkinan
"lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya ferdi lagi
"aku ada tawaran keluar negeri untuk menjadi pelatih, dan sudah aku terima dua hari lagi aku akan berangkat bersama tim yang lainya" jawab rio
"kamu ngga mau datang keacara pernikahan kakak rio?" ferdi ikut bersedih
"dua bulan lagi akan aku usahakan pulang, tapi aku tak janji kak! dan kak niko terima kasih atas segala bantuan dan juga dukungan untuk aku bisa sampai pada saat ini" rio berterima kasih dengan tulus pada niko
"sudah seharusnya yang saya lakukan, jangan terlalu dipikirkan" niko menepuk pundak rio
"kalau begitu aku pamit dulu kak ferdi dan kak niko" ucap rio bersalaman dengan kakak dan sahabat kakaknya
rio keluar dari ruang kerja niko dengan wajah datas tanpa ekspresi, hanya adel yang dipamitinya dan tak meilhat orang lain lagi disekelilingnya
rio keluar rumah niko dan kembali kerumah orang tuany
"dia kenapa?" tanya niken pada disti
" mana ku tahu!" jawab disti acuh yang sebenarnya ia juga penasaran
"ayo kita makan malam" ajak niko
zain digendong oleh sus siti dan dibawanya kekamarnya dilantai atas, " ada apa lagi mas?" tanya adel pada niko
__ADS_1
"urusan keluarga sayang, mas ngga berani bercerita" jawab niko jujur meski hanya dengan istrinyaa jika itu privasi orang maka niko tak akan mengatakannya