Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.98


__ADS_3

"saya setuju pak! dan semuanya saya serahkan pada suami saya untuk perjanjiannya!" adel menandatangani surat perjanjian kerjasama


dengan proyek yang akan dijalankan oleh suaminya. adel membaca sekilas tentang isi perjanjiannya yang sama sam menguntungkan kedua belah pihak


sesampainya ditoko pak hadi diajak berkeliling oleh ferdi atas izin niko dan adel


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu bu, semoga semua berjalan lancar!" pamit pak hadi setelah puas dengan yang dilihatnya


"terima kasih atas kepercayaannya pak!" niko dan adel bergantian berjabat tangan


menandakan pertemuanya akan berakhir.


"lelah sayang? maaf ya belum sempat bilang sebelumnya. tapi mas sudah minta agar disti mengurus ini bersama nanti akan ada dua karyawan yang telah terpilih sesuai persyaratan tinggal kamu yang tes, setelah itu toko akan berjalan kembali


disti juga mas siapkan dosen yang akan mnegajarakannta tentang pertanian dan pembibitan agar lebih mengerti jalannya usaha ini!" niko menjelaskan banyak hal yang ia persiapakan agar adel tak merasa tersinggunh tanpa melibatkan pendapatnya


"wahh, mas sudah melakukan banyak hal yang pastinya dengan pemikiran yang sudah tak diragukan lagi, aku malah tak berfikir sejauh itu! aku sangat bangga punya suami seperti mas!" adel memeluk niko lagi


"hari ini hadiah mas banyak sekali, sudah sisakan buat nanti lagi takut kehabisan stok!" niko mengusap kepala istrinya mengacak acak rambut adel


"mas!!! kan berantakan!" kesal adel


"jadi kerumah mama?" tanya niko


"jadi dong! aku kangen sama mama" ucap adel


"kemarin baru saja bertemu sayang! tapi tidak kangen dengan suamimu!" ucap niko pura pura marah


"mas kan selalu ada buat aku dan calon anak kita, tentu saja lebih dikangenin dari siapapun!


tapi ngga tau kenapa siang ini aku ingin makan masakan mama jihan!" jelas adel

__ADS_1


niko mengangguk mengerti mungkin ini yang namanya nyidam untuk orang hamil


"oke!"


keduanya berangkat ke rumah orang tuanya. namun sebelumnya dijalan adel meminta membeli kue dari salah satu toko bu gina


untuk mertuanya.


lalu melanjutkan perjalananya lagi


"kita beri kejutan ke mama jika kamu sedang mengandung calon cucunya mama pasti sangat senang!" ucap niko bersemangat


"maaf mas, mama, niken, disti dan ferdi sudah tahu tentang ini!" ucap adel ragu takut suaminya tak terima


"apa!!!!" sreettt niko mendadak menghentikan mobilnya tak percaya


flasback on


"ngga ma, aku baik baik saja jadi jangan khawatir!" tolak adel karena merasa tak ada yang bermasalah dengan tubuhnya


"iya kak, nanti lagi masaknya kakak kecapean sepertinya!" ucap niken perhatian


"tenang saja! aku yakin sangat sehat! bude tolong buangkan ini ya kebelakang!" adel meminta bude sari membawa sisa potongan sayuran untuk dibuang


"bu, bu ini punya siapa?" bude sari tergesa gesa membawa benda pipih panjang yang tentu saja setiap wanita dewasa yang telah menikah


"bukan apa apa! sini bude!" adel merampas dengan cepat dari tangan bude sari


"ibu hamil?" tanya bude sari membuat semua yang ada disitu saat ini memperhatikan adel secara bersamaan


"benarkah! yeeeee kita punya adek dis!" niken lompat lompat kegirangan

__ADS_1


"harusnya untuk surprice mas niko dan kalian nanti malam! tapi mungkin berita baik tak boleh ditunda!" adel sedikit kecewa


ia ingin suaminya yang pertama kali lihat tapi gagal. pagi hari ia sengaja melakukan tes dikamar mandi dekat dapur agar suaminya tak tahu


tapi mertuanya datang dan mengagetkan adel hinggan adel membuang kekotak sampah segera


"kami bersyukur nak, ini sudah sangat kejutan bagi kami! tolong semuanya jangan ada yang bilang pada niko sampai adel sendiri yang memberitahu! paham!" ancam mama jihan


tentu saja lebih pada ferdi ancamannya berlaku, karena tak ada rahasia antara niko dan asistennya itu


"baik ma! siap" ferdi merasa tersindir oleh ucapan calon mertuanya


flasback off


"oke, kali ini dimaafkan lain kali harus mas yang paling dulu tahu mengerti!" ucap niko


"lain kali? maksudnya!" tanya adel


"anak kedua ketiga dan seterusnya!" jawab niko santai


adel menyubit pinggang niko gemas "satu aja belum lahir udah ngomongin yang lain. atau jangan jangan istri satu juga ngga cukup!" tiba tiba hormon ibu hamil berubah


"bukan sayang, istri selamanya satu aja itu aja butuh banyak.....!" niko tak melanjutkan ucapanya mendapatkan pandangan yang tajam dari istrinya


"banyak apa? jadi ngga ikhlas kasih aku!" adel makin parah entah kemana berfkkirnya


"butuh banyak waktu sayang! kan harus kekantor tapi juga ngga mau pisah lama lama sama istri! waktu dua puluh empat jam itu kurang gitu maksud mas!" rayu niko


dan benar saja wajah asemnya berubah jadi kemerahan artinya ia sedang malu atau sangat senang yang ia tahan


"dasar gombal!!" ucap adel

__ADS_1


__ADS_2