Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Mereka menikmati malam sambil berjalan-jalan di pinggir pantai sambil bercerita momen yang mereka lewatkan ketika Surprise ulang tahun Silla di kantor., karena mereka sudah resmi berpacaran Rendi tidak segan untuk mengenggam tangan Silla ataupun memeluknya.


Kebahagiaan jelas terpancar dari raut wajah mereka berdua walaupun dengan penerangan yang seadanya namun tidak menyurutkan kebahagiaan mereka.


Malam semakin larut rasanya waktu begitu cepat berlalu, Rendi maupun Silla seakan engga untuk berpisah mereka seperti tidak ingin mengakhiri malam ini.


"Udah jam 11 malam, kita kembali ke hotel ya besok pagi kan masih ada pekerjaan"ucap Rendi walaupun sebenarnya ia masih ingin bersama sang kekasih.


"Iya ayo"jawab Silla.


perjalanan pulang ke hotel rasanya sangat cepat padahal tadi ketika berangkat lumayan memakan waktu.


"Selamat istirahat ya cantik"ucap Rendi tersenyum.


"Iya selamat istirahat juga" jawab Silla malu-malu.


Mereka berpisah dan kembali ke kamar masing-masing, namun meski begitu malam ini sudah cukup menjadi saksi sejarah resminya hubungan Silla dan Rendi.


\=

__ADS_1


Keesokan paginya Silla sudah siap dengan celana olahraga dan kaos pendek tidak lupa dengan topinya, pagi ini ia ingin lari pagi di pinggir pantai, tidak lupa Silla memberitahu Rendi bukan mengajak hanya memberitahu namun ternyata Rendi sudah bangun dan ingin ikut.


Akhirnya mereka pergi berdua, rasanya seperti mimpi Silla bisa lari pagi di pinggir pantai dengan sang kekasih.


"Udaranya segar"ucap Silla.


"Iya di Jakarta belum tentu sesegar disini"jawab Rendi.


Memang udara segar pagi hari di tambah di pinggir pantai menambah kesejukan udara apalagi di weekdays seperti ini yang tidak ramai pengunjung.


Hampir setengah jam mereka lari pqgi dan akhirnya memutuskan menyudahi dan beristirahat di salah satu restoran sekalian sarapan.


Silla sedikit terkejut karena panggilan 'SAYANG' dari Rendi, karena mereka sudah resmi menjalin hubungan kemarin malam namub tetap saja panggilan itu masih terasa asing di telinga Silla.


"Sayang? kenapa kok diem aja?"tanya Rendi karena daritadi Silla terdiam tidak menjawab pertanyaanya.


"Ehmm iya Boleh, kebetulan aku juga ada yang pengen di beli"jawab Silla terbata.


Silla belum bisa memanggil Sayang pada Rendi entahlah lidahnya seperti menolak mungkin belum terbiasa.

__ADS_1


Rendi tersenyum ia tahu jika Silla pasti memikirkan panggilan Sayang yang ia ucapkan, biarlah toh mereka sudah resmi jadian tidak ada salahnya bukan.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka langsung makqn dengan sedikit bercandaan dari Rendi.


Setelah membayar tagihannya Rendi lalu mengajak Silla untuk berjalan-jalan sebentar di pinggir pantai sebelum kembali ke hotel.


"Kita foto dulu yukk"ajak Silla pada Rendi.


"Boleh"


beberapa kali mereka berfoto selfie, berbagai gaya mereka coba namun tiba-tiba ada orang yang baik datang menawarkan untuk memfoto mereka tentu saja Silla senang ia langsung memberikan ponselnya.


Beberapa kali jepretan sudah cukup bagi Silla dan Rendi apalagi sepertinya orang tadi bukan orang biasa melainkan mungkin seorang fotografer karena terlihat hasil jepretannya bagus-bagus bahkan tadi Silla dan Rendi di arahkan olehnya.


"Yuk kita kembali ke hotel"ucap Rendi dan Silla mengangguk patuh.


Karena hari ini mereka akan pulang jadi Rendi maupun Silla ingin menghabiskan waktu berdua karena tidak tahu lagi kapan mereka bisa menikmati waktu liburan sambil kerja seperti ini.


Bisa kapan saja sebenarnya namun mengingat keduanya memiliki tanggung jawab yang besar pada perusahaan jadi mereka harus memanfaatkan wakti yang ada.

__ADS_1


__ADS_2