Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.197


__ADS_3

Kini usia Baby Arvan sudah berjalan dua bulan, berat badannya juga sudah mulai naik dan mulai jarang terbangun ketika malam hari.


" Sayang jam Tangan aku yang biasa dimana ya ?" teriak Andra pada Belva yang sedang mandi


" D tempat biasa kan " ujar Belva kesal karena suara Teriakan Andra pasti membangunkan Baby Arvan yang sedang tertidur


Belva lalu bergegas mandi dengan secepat kilat dan memakai bajunya di kamar mandi.


" Sayang bisa ga sih jangan teriak-teriak nanti Arvan bangun, aku belum bantuin Silla siap-siap kalo dia bangun" ucap Belva kesal


" iya Maaf sayang " ujar Andra tersenyum


Belva mengecek Baby Arvan setelah itu ia keluar menuju kamar Silla.


" Princess kok belum siap-siap ? ga sekolah hari ini ?" tanya Belva pada Silla yang masih berbaring di ranjangnya


" oh Pantes aja demam, kebanyakan makan es krim kan kemarin sama Daddy " ujar Belva karena semalam Andra mengizinkan Silla makan es krim semaunya padahal Belva sudah memperingatkan.


Belva lalu membawa ember dan handuk kecil meletakkan Handuk kecil di kening Silla setelah itu Ia keluar untuk membuatkan Bubur sekalian membawa obat.

__ADS_1


" Silla mana Sayang ?" tanya Andra yang sedang duduk


" Kayanya dia demam deh, udah aku bilang kan jangan banyak-banyak makan es krim akibatnya dia demam sekarang kan kamu sih " ucap Belva kesal


Andra diam lalu beranjak pergi ke kamar Silla untuk mengecek kondisinya.


ketika menyiapkan makanna untuk Silla terdengar Baby Arvan menangis, Belva segera mencuci tangannya dan pergi ke kamarnya.


Baby Arvan terbangun dan seperrtinya kehausan. Selesai menyusui Arvan, Belva meletakkan Arvan di Stroller dan membawanya keluar Kamar.


" Sayang sini biar Arvan sama aku, kamu urus aja Silla " ucap Andra menghampiri Belva


" gapapa kamu ke kantor aja Sayang, aku bisa kok ngurus dua-duanya "


" Makasih ya Sayang " ucap Belva tersenyum lalu mengecup Pipi Andra sekilas.


" hai boy hari ini sama Daddy dulu yaa" ucap Andra pada Baby Arvan yang tersenyum


\=\=\=

__ADS_1


selama Belva mengurus Silla, Baby Arvan sangat anteng sepertinya paham jika Mommynya sedang sibuk mengurus Kakaknya.


Andra benar-benar merasakan menjadi Belva, menghangatkan Asi, mengganti popoknya dan lain-lain walaupun Arvan tidak rewel tapi Andra merasa lelah mengurus Arvan hampir seharian.


" Sini Sayang, Arvan biar sama aku, mending kamu istrihat aja " ucap Belva menghampiri Andra yang tengah menggendong Baby Arvan


" Kamu aja yang istirahat, aku ga cape kok malah seneng bisa main seharian" ujar Andra lembut,


" nanti aja istirahatnya malem tanggung soalnya, kalo gitu aku masak aja Ya " ucap Belva berlalu pergi ke dapur.


Andra mengekori Belva untuk melihatnya memasak.


" Oh iya Sayang stok Asi udah habis itu tinggal satu kantong lagi " ucap Andra karena Baby Arvan sangat kuat sekali untuk minum Asi.


" ya ampun aku lupa niat mau pumping, yaudah Bibi aja yang masak aku jadi" ucapnya pada pembantu


Andra tersenyum ia sangat senang jika melihat Belva melakukan Pumping.


" Ngapain senyum-senyum kebiasan deh mikirnya pasti mesum" ujar Belva melihat ekspresi waja Andra

__ADS_1


" Wajar lah Sayang, aku Pria normal dan lagi kamu kan istrikuu" ucap Andra,


Belva menggeleng tidak habis pikir, tapi ia senang karena Andra bisa menahannya selama hampir dua bulan.


__ADS_2